Kebutuhan Relawan Kesehatan di Aceh dan Masalah Harga Tiket Pesawat
Banyaknya bencana alam yang terjadi di Aceh, khususnya banjir dan longsor, memicu kebutuhan besar untuk mengirimkan relawan kesehatan dari berbagai daerah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan sekitar 700 hingga 800 relawan setiap dua minggu untuk memperkuat tenaga kesehatan di wilayah tersebut. Hal ini terutama penting untuk mendukung layanan kesehatan di pos pengungsian dan desa-desa terpencil.
Namun, salah satu tantangan utama dalam pengiriman relawan adalah mahalnya harga tiket pesawat. Menurut Budi, tiket pesawat dari Jakarta ke Aceh bisa mencapai hingga Rp3 juta per orang. Karena biaya yang sangat tinggi, relawan seringkali diterbangkan melalui Malaysia terlebih dahulu sebelum masuk ke wilayah Aceh. Meski lebih murah, metode ini menimbulkan kesalahpahaman karena para relawan seringkali dikira berasal dari Malaysia.
Kesalahpahaman yang Terjadi
Beberapa kali, relawan Kemenkes yang tiba di Aceh dikira sebagai relawan asal Malaysia karena mereka datang melalui rute transit. Hal ini membuat beberapa media dan netizen berspekulasi bahwa relawan tersebut berasal dari luar negeri. Budi mengakui bahwa hal ini membuatnya merasa tidak nyaman.
“Kami kirim lewat Malaysia karena lebih murah. Tiketnya bisa sampai Rp2 juta atau bahkan Rp3 juta,” ujar Budi kepada wartawan. Ia juga menyatakan bahwa banyak relawan yang tiba di Aceh dengan baju biru-biru, sehingga membuat orang mengira mereka berasal dari Malaysia.
Permintaan Dukungan
Budi kemudian meminta dukungan agar relawan Kemenkes bisa mendapatkan harga tiket khusus. Ia menjelaskan bahwa jumlah personel yang harus dikirim cukup besar, ditambah dengan perlengkapan medis yang mereka bawa. Oleh karena itu, ia berharap agar harga tiket bisa lebih terjangkau, meskipun tidak sepenuhnya sama seperti rute melalui Malaysia.
“Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia. Pak Gubernur pasti merasakan, orang-orang Aceh pasti tahu. Bahwa memang muter itu, dan lebih murahnya jauh,” ujarnya.
Fenomena Penerbangan Transit
Masalah harga tiket pesawat tidak hanya terjadi pada rute Jakarta-Aceh, tetapi juga pada rute lain seperti Jakarta-Medan. Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, banyak maskapai melakukan strategi penerbangan transit melalui Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, skema ini merupakan bentuk siasat bisnis yang dilakukan oleh maskapai.
“Kalau yang transit itu kan sebenarnya dia menyiasati. Karena tiket langsung tidak tersedia yang ada mungkin bisnis yang menurutnya adanya kemahalan,” kata Dudy saat Media Briefing di Jakarta.
Menurut Dudy, kondisi lalu lintas penumpang di Kuala Lumpur selama bulan Desember tidak setinggi penerbangan langsung ke Medan. Hal ini membuat harga tiket rute Jakarta-Kuala Lumpur lebih murah dibandingkan rute langsung ke Medan.
Harga Tiket Pesawat yang Sangat Mahal
Harga tiket pesawat rute Jakarta-Medan mencapai angka yang sangat tinggi. Berdasarkan penelusuran Tribunnews, harga tiket untuk penerbangan Kamis (25/12/2025) mencapai Rp11 juta per orang. Maskapai Garuda Indonesia menawarkan tiket kelas bisnis dengan harga Rp11.201.165 per orang, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 25 menit.
Selain itu, Batik Air Malaysia menawarkan tiket kelas bisnis dengan harga Rp12.200.800 per orang, dengan rute Jakarta–Penang–Medan. Waktu tempuhnya mencapai 7 jam 45 menit. Untuk kelas ekonomi, harga tiket juga mencapai Rp7.165.900 per orang.
Solusi yang Tersedia
Meski harga tiket sangat tinggi, ada beberapa opsi penerbangan yang lebih murah, meskipun dengan waktu tempuh yang lebih lama. Misalnya, penerbangan Batik Air Malaysia dan AirAsia Berhad Malaysia dibanderol Rp2.936.325 per orang, namun harus transit di Kuala Lumpur dengan total waktu perjalanan mencapai 17 jam 35 menit.
Untuk keberangkatan Rabu (24/12/2025), harga tiket Jakarta-Medan juga masih tergolong tinggi meski sedikit lebih rendah dibandingkan hari Natal. Maskapai Citilink dan AirAsia Indonesia menawarkan tiket kelas ekonomi seharga Rp3.532.620 per orang, dengan rute Jakarta–Kuala Lumpur–Medan dan waktu tempuh sekitar 20 jam.





