Kekalahan PSIS Semarang dalam Laga Kontra PSS Sleman
PSIS Semarang kalah dalam laga ke-15 Championship melawan PSS Sleman, Sabtu (10/1/2026) sore. Pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta berakhir dengan skor 2-1. Kekalahan ini menjadi kekalahan ke-11 Laskar Mahesa Jenar selama mengarungi pertandingan ke-15 Championship 2025/2026.
PSIS masih harus berjuang keluar dari zona degradasi dengan menduduki posisi ke-9 klasemen grup B Championship dengan raihan 8 poin. Pertandingan PSIS Semarang tersisa tiga laga yakni melawan Deltras Sidoarjo (17 Januari), Persela Lamongan (24 Januari) dan Kendal Tornado (30 Januari). Pertandingan paling ditunggu-tunggu ketika PSIS melawan Persela di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah.
Pada putaran kedua, gerbong Persela Lamongan eksodus ke Semarang. Tak hanya sejumlah pemain, juga CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal memilih pindah ke tim kebanggaan Kota Lumpia setelah sang istri, Datu Nova Fatmawati menjadi CEO PSIS Semarang. Keputusan Fariz membuat suporter Laskar Joko Tingkir kecewa anggap tak loyal ke Persela.
Tiga pemain Persela Lamongan yang memilih hijrah ke PSIS Semarang yakni pemain naturalisasi Alberto Goncalves, Otavio Dutra, dan Esteban Vizcarra. Saat ini Persela berada di posisi lima klasemen dengan raihan 24 poin.
Yakin Bangkit
Bergabungnya striker senior Alberto Goncalves ke PSIS Semarang untuk sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 diharapkan mampu memberi dampak positif, terutama bagi perkembangan pemain muda Mahesa Jenar di tengah perjuangan keluar dari papan bawah klasemen. Beto menegaskan, salah satu tujuan utamanya bergabung dengan PSIS adalah memberikan dukungan dan kepercayaan diri kepada para pemain muda.
Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya, dia ingin membantu rekan-rekannya agar tidak minder menghadapi lawan mana pun.

“Saya datang sebagai pemain berpengalaman. Salah satu tujuan saya di PSIS adalah memberi support ke pemain-pemain muda.”
“Kami punya pengalaman dan kami di sini untuk mendukung mereka,” ujar pemain kelahiran Brazil yang kini sudah memegang status WNI, Kamis (8/1/2026).
Dia mencontohkan saat PSIS Semarang menghadapi Barito Putera yang diperkuat pemain senior dan bertubuh tinggi seperti Fabiano. Menurutnya, pemain PSIS tak perlu merasa kalah sebelum bertanding.
“Kami tidak perlu melihat siapa lawan, misalnya Fabiano.”
“Semua pemain punya potensi masing-masing.”
“Mungkin mereka unggul postur dan pengalaman, tapi kami punya kecepatan,” jelasnya.
Eks pemain Madura United itu juga menyebut dirinya terus memompa semangat tim jelang laga-laga berat ke depan, termasuk saat menghadapi PSS Sleman pada 10 Januari 2026. Meski menyadari tantangan yang dihadapi tidak mudah, dia tetap optimistis PSIS punya peluang meraih kemenangan.
“Saya sudah bilang ke teman-teman, ayo lawan Sleman, pasti bisa.”
“Memang tantangannya berat, tapi menurut saya, PSIS punya peluang. Jadi tidak perlu takut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Beto mengungkapkan alasan memilih PSIS Semarang tak lepas dari dukungan suporter yang dinilainya luar biasa. Atmosfer stadion menjadi motivasi tersendiri baginya untuk tampil maksimal.
“Dari sisi suporter, di sini luar biasa. Itu jadi motivasi buat saya dan teman-teman untuk menampilkan yang terbaik,” katanya.
Meski PSIS saat ini berada di posisi bawah klasemen, Beto yakin tim mampu bangkit dengan komposisi pemain yang ada, mulai dari pemain muda, naturalisasi, hingga deretan pemain asing baru.
“Saya yakin bisa keluar dari situasi ini dengan materi pemain yang ada,” ucapnya.
Namun motivasi terbesar Alberto bergabung dengan PSIS Semarang adalah sosok COO PSIS Semarang, Fariz Julinar Maurisal. Kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya menjadi alasan kuat untuk membalasnya lewat performa di lapangan.
“Motivasi terbesar saya adalah bos. Fariz percaya saya.”
“Dia bawa saya waktu di Persela dan sekarang di PSIS.”
“Saya hormat karena beliau masih kasih kepercayaan dan saya harus balas di lapangan,” pungkasnya.
Sosok Datu
PSIS Semarang memberikan kejutan pada Senin (17/11/2025) malam. Saham mayoritas PT Mahesa Jenar Semarang telah resmi berpindah tangan. Kini, sang pemilik 74,2 persen saham PSIS Semarang adalah Datu Nova Fatmawati. Otomatis, Datu Nova telah resmi menggantikan sosok Yoyok Sukawi.

Dari penelusuran Infomalangraya.net, Datu Nova Fatmawati disebut-sebut seorang pengusaha kelahiran Semarang. Dia adalah istri dari bos Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal. Menariknya, alih tangan kepemilikan saham mayoritas ini ditandai juga dengan kosongnya nama manajer Laskar Joko Tingkir yang sebelumnya diisi Datu Nova Fatmawati, seperti yang tercantum pada website resmi PT Liga Indonesia Baru.
Untuk suaminya, Fariz tetap berada di posisi sebagai CEO dalam jajaran official tim Persela Lamongan. Tak kalah menariknya, sepekan sebelumnya, Persela Lamongan kedatangan pelatih baru pengganti Aji Santoso. Dia adalah Imran Nahumarury yang sebelumnya juga pernah menangani PSIS Semarang.
Persela Lamongan saat ini adalah klub peserta Pegadaian Championship 2025/2026. Satu grup dengan PSIS Semarang. Di klasemen sementara, Persela di posisi keempat, sedangkan PSIS Semarang ke-10.
Tak banyak informasi terkait Datu Nova, termasuk usahanya. Namun dilihat dari suaminya, Fariz merupakan owner BeliKopi dan CEO Lyly Bakeri. Namun terlepas dari itu, Datu Nova kini telah resmi mengambil alih saham mayoritas PT Mahesa Jenar Semarang.
Ada Kecocokan
Juru bicara pengendali saham mayoritas PT Mahesa Jenar Semarang, Joni Kurnianto mengatakan, salah satu kunci di balik kesepakatan ini karena kedua belah pihak punya kecocokan dalam hal komunikasi. Mulai dari tahap penjajakan, hingga proses negosiasi, dan sampai dengan kesepakatan penjualan saham mayoritas.
Adapun total saham PT Mahesa Jenar yang kini sah menjadi milik pihak Datu Nova Fatmawati sebesar 74,2 persen. Sisanya, masih dimiliki pemilik saham lain seperti Junianto dan investor lainnya.
“Alhamdulillah, komunikasi kami berjalan baik. Saat duduk berdua juga segala komunikasi berjalan penuh chemistry.”
“Kami yakin Mbak Datu ini paham sepak bola sehingga bisa membawa PSIS Semarang bangkit,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Joni juga sempat menyinggung bahwa sebelum akusisi oleh Datu Nova Fatmawati sempat ada calon investor baru lain yang akan juga mengakuisisi. Namun di detik-detik terakhir, langkah itu batal karena dia sempat menyebut tidak menemui kesepakatan.
“Kami mohon maaf apabila sempat menimbulkan kegaduhan.”
“Selain belum ditemuinya kesepakatan juga belum ada koneksi yang baik antara kami.”
“Seperti diketahui dalam mengelola klub sepak bola perlu adanya koneksi yang baik,” terangnya.
Meneruskan Cinta Ayah
Datu Nova Fatmawati menyampaikan, dia adalah perempuan asli Semarang yang menikah dengan warga Lamongan. Berawal dari mendiang ayah yang gila bola, bahkan pecinta PSIS, menjadi inspirasi wanita muda ini untuk membeli saham PSIS Semarang.
“Saya dari kecil di sini. Setiap liburan ke Semarang di rumah kakek, saya ditinggal ayah yang ingin menonton sepak bola.”
“Saya pernah penasaran, siapa sih yang ditonton. Ternyata PSIS Semarang.”
“Lalu ayah saya meninggal. Maka dari situlah saya ingin meneruskan cinta ayah terhadap PSIS,” ucapnya.
Lebih lanjut, Datu membeberkan dari kecintaannya itu pula, dia menyadari bahwa kondisi tim Mahesa Jenar kini sedang terpuruk. Oleh karena itu, dia ingin menyelamatkan tim kebanggaan warga Kota Semarang ini.
Musim ini, dia ingin membawa PSIS bertahan di kompetisi kasta kedua, dengan target pada musim depan membawa misi kembali ke kompetisi lasta tertinggi nasional.
“Saya melihat kondisi PSIS saat ini sedang berada di bawah. Saya mencoba menyelamatkan PSIS agar kembali ke jalurnya,” terangnya.
Tidak hanya itu, begitu pengumuman akuisisi dilakukan, Datu Nova menyatakan akan langsung melakukan perombakan besar-besaran di tengah musim nanti.
“Misi saya yang paling dekat adalah membenahi tim, dari pemain, pelatih sampai manajemen,” pungkasnya.





