Berbagai Pilihan Jalur untuk Perjalanan dari Malang ke Blitar
Perjalanan dari Malang ke Blitar sering dianggap sebagai perjalanan yang tidak terlalu jauh, dengan jarak sekitar 79 kilometer. Waktu tempuh normalnya bisa mencapai 1,5 hingga 2 jam jika lalu lintas lancar. Namun, bagi banyak orang, pemilihan rute bisa sangat memengaruhi kenyamanan dan pengalaman selama perjalanan.
Beberapa orang lebih suka jalur cepat dan ramai, sementara yang lain lebih memilih rute tenang dengan pemandangan alam agar perjalanan terasa lebih santai. Dengan berbagai opsi yang tersedia, perjalanan antara dua kota ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing penumpang.
Berikut adalah beberapa jalur favorit yang sering dipilih karena dinilai lebih tenang dan nyaman:
1. Jalur Utama via Kepanjen dan Bendungan Lahor (Jalan Nasional III)
Jalur ini masih menjadi pilihan utama bagi pengendara yang ingin perjalanan stabil tanpa banyak kejutan. Rute ini menghubungkan Malang Kota dengan Blitar melalui kawasan Kepanjen dan Sumberpucung.
- Rute: Malang Kota – Pakisaji – Kepanjen – Sumberpucung – Karangkates (Bendungan Lahor) – Blitar
Jalan yang dilalui relatif lebar dan beraspal baik karena merupakan jalur nasional. Meski cukup ramai, arus lalu lintas cenderung mengalir, terutama di luar jam sibuk.
Selain itu, pengendara bisa menikmati panorama Bendungan Lahor yang sering menjadi tempat singgah sejenak. Di area bendungan sudah diterapkan sistem pembayaran non-tunai, jadi sebaiknya menyiapkan e-money.
2. Jalur Alternatif via Ngantang dan Bendungan Selorejo
Jika jalur Kepanjen terasa terlalu padat, sebagian pengendara memilih jalur Ngantang. Rute ini dikenal lebih lengang dan menawarkan pemandangan perbukitan serta waduk yang menenangkan.
- Rute: Malang – Dau – Ngantang – Bendungan Selorejo – Blitar
Suasana perjalanan di jalur ini cenderung lebih tenang, cocok bagi pengendara yang tidak terburu-buru. Namun, kondisi jalan di beberapa titik bisa bervariasi. Ada ruas yang mulus, ada pula yang berlubang atau sempit, sehingga perlu ekstra hati-hati, terutama saat musim hujan.
3. Jalur Lintas Selatan (JLS) via Pesisir
Bagi yang ingin perjalanan sekaligus menikmati wisata, Jalur Lintas Selatan (JLS) bisa jadi pilihan menarik. Jalur ini menghubungkan wilayah selatan Malang dan Blitar dengan latar pantai dan perbukitan.
Jalur ini memiliki karakter yang lebih panjang dan memutar dibanding jalur nasional, sehingga kurang cocok untuk perjalanan cepat. Namun bagi penumpang yang ingin suasana santai, pemandangan laut, dan udara segar, JLS menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda. Jalur ini sering dipilih saat akhir pekan atau libur panjang.
4. Bus Antarkota dari Terminal Arjosari
Untuk penumpang yang ingin praktis tanpa repot menyetir, bus antarkota masih jadi andalan. Dari Terminal Arjosari Malang, tersedia bus Patas maupun bus AC tarif biasa menuju Blitar.
Beberapa operator yang sering melayani rute ini antara lain PO Tentrem dan Bus Bagong. Tujuan akhirnya biasanya Terminal Patria Blitar. Waktu tempuh bus relatif stabil, tergantung kondisi lalu lintas, dan cocok bagi penumpang yang ingin perjalanan santai sambil beristirahat.
5. Kereta Api, Favorit Paling Tenang
Jika bicara soal perjalanan paling tenang dan minim stres, kereta api sering berada di urutan teratas. Rute Malang–Blitar dilayani oleh sejumlah perjalanan kereta dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit, termasuk kereta commuter Penataran/Dhoho.
Penumpang bisa naik dari Stasiun Malang, Malang Kota Lama, atau Kepanjen, lalu turun di Stasiun Blitar. Perjalanan dengan kereta cenderung lebih konsisten waktunya, bebas macet, dan nyaman untuk semua kalangan. Jadwal dan harga tiket dapat dicek dengan mudah melalui aplikasi perjalanan resmi.
Dengan banyaknya pilihan jalur dan moda transportasi, perjalanan Malang–Blitar bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penumpang. Mau cepat, tenang, atau sekalian menikmati pemandangan, semuanya tersedia. Tinggal pilih jalur yang paling pas dengan gaya perjalanan Anda.





