Kehidupan Michael Octavian: Dari Manusia Silver di Lampu Merah ke Model Fashion
Michael Octavian, seorang remaja berusia 16 tahun, kini menjadi perhatian publik setelah mengalami transformasi luar biasa. Dulu dikenal sebagai manusia silver di lampu merah, kini ia menjadi model yang tampil di panggung fashion bergengsi.
Awal Kehidupan Michael Octavian
Sebelum menjadi model, Michael bekerja di simpang lampu merah di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Setiap harinya, ia mampu menghasilkan uang antara Rp80.000 hingga Rp100.000 untuk mencukupi kebutuhannya. Namun, nasib baik akhirnya menghampiri Michael. Sebuah tawaran tak terduga datang dari pemilik Captain Barbershop, yang menawarkan dia untuk di-makeover.
Pada saat itu, Michael sedang bekerja seperti biasa sebagai manusia silver. Ia kemudian dipotong rambut dan diberi pakaian yang sesuai dengan tubuh tingginya. Penampilannya yang berubah total membuatnya tampak seperti model papan atas. Si pembuat konten ternyata sudah melihat potensi tersembunyi yang dimiliki Michael.
Transformasi dan Viralnya Video Michael
Video yang dibuat oleh Captain Barbershop tersebut viral di media sosial. Tidak lama kemudian, beberapa agensi modeling mulai tertarik pada Michael. Ia pun mendapatkan tawaran untuk berjalan di panggung fashion bersama desainer ternama.
“Video aku viral, ada agency yang tertarik dengan Mike. Pas video viral itu, aku lagi minta-minta di lampu merah, ada yang videoin,” kata Michael saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar TransTV.
Setelah video itu viral, Michael mulai ditawari jadi model. Beberapa bulan kemudian, sebuah agensi menunjukkan minat terhadapnya. Dari sana, pintu kesuksesan bagi Michael di bidang fashion mulai terbuka lebar.
Kesempatan Besar di Tahun 2024
Tepatnya di tahun 2024, kesempatan besar datang kepada Michael. Jenama Signore mengajaknya berkolaborasi. Selain itu, kini Michael juga tergabung dalam Humann Management, sebuah agensi yang menaungi banyak model ternama.
Kini Menjadi Model dengan Bayaran Besar
Kini, jam terbang Michael sebagai seorang model meningkat. Ia pernah dipercaya untuk berjalan di runway bergengsi yang digelar di sebuah mal eksklusif di Jakarta. Meski awalnya merasa tegang, hati Michael senang bisa tampil di panggung itu.
“Aku sudah jalan di panggung Plaza Indonesia Fashion Week dan (pakai baju dari) desainer. Awalnya tegang, hati mah senang bisa jalan di panggung itu, tapi dengkul bergetar,” canda Michael.
Sementara itu, sebelum menjadi model, Michael hanya mampu menghasilkan uang puluhan sampai ratusan ribu per hari. “Rp80-100 ribu sehari,” kata Michael. “Pernah (hampir kena razia Satpol PP) tapi lari,” ujar Michael sambil tertawa.
Kepercayaan Orangtua dan Harapan Masa Depan
Kekhawatiran ibunda Michael tentu sangat beralasan. Ia tidak ingin hal buruk terjadi pada putranya. Michael masih memiliki orangtua lengkap, ayahnya bekerja sebagai sopir dan sang ibu berdagang ikan asin di pasar tradisional.
“Mike pertama (jadi manusia silver) umpet-umpetan dari mama papanya, saya dagang ikan asin di pasar, saya dengar ada razia, takutnya Michael (ketangkap) tapi ternyata dia kabur,” kata ibunda Michael, Susan.
“Saya marahin, gak usah (jadi manusia silver lagi) kita juga masih bisa (biayinkan) sedikit-sedikit, tapi mungkin dia mau mandiri,” kata Susan sambil menangis.
Kini, sambil malu-malu, Michael bisa mendapatkan bayaran besar untuk sekali tampil. Hal ini membuat sang ibu haru sekaligus bangga.
“Alhamdulilah iya (bayaran berkali-kali lipat),” kata Michael.





