Kolaborasi Tak Terduga: Mercedes-Benz Membangun Kota Mandiri di Dubai
Kolaborasi antara merek mobil mewah ternama, Mercedes-Benz, dengan pengembang properti kelas dunia dari Dubai, Binghatti, telah menciptakan proyek yang mengejutkan sekaligus mengubah wajah industri properti. Proyek ini tidak hanya sekadar membangun satu menara, tetapi menciptakan distrik kota utuh yang diberi nama Mercedes-Benz Places-Binghatti City.
Proyek senilai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 126 triliun ini merupakan langkah inovatif yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh sebuah jenama otomotif. Ini menjadi awal baru dalam sejarah ketika sebuah merek mobil mewah menciptakan ekosistem urban lengkap untuk pertama kalinya di dunia.
Lokasi Strategis dan Luas
Mercedes-Benz Places-Binghatti City terletak di kawasan strategis Meydan, yang berada di sebelah barat pusat kota Dubai. Proyek ini mencakup lahan seluas hampir satu juta meter persegi, tepatnya 929.030,4 meter persegi. Jika dikonversi ke ukuran lapangan sepak bola, luasnya setara dengan 156 lapangan sepak bola. Dengan luas yang begitu besar, proyek ini dirancang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kota mandiri yang lengkap.
Desain dan Fasilitas yang Menarik
Distrik ini dirancang sebagai ekosistem lengkap yang mencakup apartemen super-mewah dengan desain ikonik Mercedes-Benz. Selain itu, ada pusat perbelanjaan eksklusif dengan kurasi jenama global. Taman-taman hijau, pusat kebugaran tingkat lanjut, gedung pertunjukan seni, serta restoran kelas dunia juga menjadi bagian dari konsep ini. Semua fasilitas ini akan menjadikan Mercedes-Benz Places-Binghatti City sebagai pusat gastronomi dan budaya baru di Dubai.
Harga yang Menggoda
Meskipun harga resmi belum sepenuhnya dirilis, para analis memperkirakan bahwa harga unit di “Kota Mercedes” ini akan memiliki ambang batas masuk yang sangat tinggi. Berdasarkan proyek menara 65 lantai Mercedes-Benz di pusat kota Dubai, unit dua kamar tidur saja dibanderol mulai dari 2,4 juta dolar AS (Rp 38 miliar), sedangkan harga unit tawang mencapai angka fantastis 21,5 juta dolar AS (Rp 340 miliar). Untuk unit entry-level, kemungkinan harga akan berkisar antara 2,7 juta hingga 3,3 juta dolar AS (Rp 42 miliar-Rp 52 miliar).
Minat dari Para Miliarder
Dubai kini menjadi pusat bagi lebih dari 140 proyek residensial mewah dengan jenama otomotif. Banyak miliarder yang tertarik membeli properti jenis ini karena alasan status sosial dan eksklusivitas. Mengasosiasikan diri dengan warisan kemewahan Mercedes-Benz selama satu abad memberikan nilai tambah yang tidak bisa diberikan oleh pengembang properti biasa.
Selain itu, kebijakan bebas pajak, stabilitas politik, dan program Golden Visa membuat Uni Emirat Arab (UEA) menjadi magnet bagi para “crazy rich” dunia. Mereka mencari hunian turnkey dengan standar pelayanan setara hotel bintang lima. Tren pasar saat ini juga bergeser dari sekadar “lokasi bergengsi” menjadi “komunitas dan kesejahteraan”.
Konsep Self-Contained City
Konsep self-contained city dari Mercedes-Benz ini memungkinkan penghuni mendapatkan semua kebutuhan harian hanya dengan berjalan kaki di lingkungan yang terkurasi dengan desain tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar hunian, tetapi juga sistem kota yang lengkap dan modern.
Persaingan di Langit Dubai
Langkah Mercedes-Benz ini juga merupakan respons terhadap kompetisi di sektor gaya hidup otomotif. Binghatti sendiri diketahui sedang mengembangkan residensi berjenama Bugatti di Dubai yang tak kalah provokatif. Namun, dengan skala “kota mandiri”, Mercedes kini berada di depan dalam hal pengaruh terhadap perencanaan perkotaan.





