Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ke Sekolah di Medan
Di tengah kesibukan mengoordinasikan penanganan infrastruktur pascabencana di berbagai daerah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah sekolah di Kota Medan. Kunjungan tersebut dilakukan pada Jumat (23/1/2026), di mana AHY bertemu langsung dengan para pelajar dan civitas akademika.
Pada kesempatan itu, AHY mengaku terkesan dengan energi besar dan semangat positif yang dimiliki oleh anak-anak muda yang ia temui. Ia menilai bahwa generasi muda ini menjadi harapan bangsa dalam membangun masa depan Indonesia. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Selain kecerdasan intelektual, karakter yang kuat dan unggul juga sangat penting untuk membentuk individu yang tangguh.
“Anak-anak muda inilah yang nantinya akan memikul tanggung jawab membawa bangsa ini ke depan. Karena itu, selain kecerdasan, karakter seperti semangat pantang menyerah juga sangat penting,” ujar AHY.
Ia menekankan bahwa masa sekolah menengah atas merupakan fase krusial dalam pembentukan kepribadian. Pengalaman menghadapi tantangan, kegagalan, serta proses jatuh bangun dinilai sebagai bekal penting sebelum memasuki dunia yang sesungguhnya.
Penguatan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyampaikan pentingnya penguatan sarana dan prasarana pendidikan. Fasilitas belajar yang memadai dan nyaman disebutnya sebagai faktor penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya serap siswa. “Jika lingkungan belajar semakin baik, maka potensi anak-anak kita juga akan berkembang lebih maksimal,” katanya.
Menurut AHY, peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan human capital sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Dengan demikian, pemerintah terus berupaya untuk memberikan fasilitas pendidikan yang layak bagi seluruh warga negara.
Tugas dalam Penanganan Pascabencana
Selain fokus pada pendidikan, AHY juga menjelaskan tugasnya dalam penanganan pascabencana. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah terus bekerja sejak hari pertama bencana terjadi. Koordinasi dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah, percepatan penyediaan perumahan bagi warga terdampak, serta penataan lahan dan tata ruang.
Upaya ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta dukungan dari berbagai elemen non-pemerintah. AHY berharap percepatan pembangunan dapat mengurangi jumlah warga yang masih berada di pengungsian, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
“Kami terus memantau dan mengelola progresnya agar pemulihan berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dorong Kemajuan Budaya Melalui Interaksi dengan Pelajar
Dalam kunjungan tersebut, AHY juga menyapa siswa-siswi SMAN 3 Medan yang telah berkumpul di lapangan terbuka. Meskipun suasana terasa hangat dengan antusiasme tinggi, para pelajar harus mengikuti kegiatan di bawah terik matahari.
Dalam kesempatan itu, AHY menilai bahwa kegiatan dialog bersama pelajar memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan budaya serta menghadirkan energi positif di lingkungan pendidikan. Ia melihat semangat para siswa sebagai sinyal optimisme terhadap masa depan Indonesia.
Menurut AHY, antusiasme generasi muda menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Yang harus dibangun bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang unggul. Semangat pantang menyerah sangat penting, karena dalam perjalanan hidup pasti ada kegagalan, jatuh bangun, dan tantangan panjang yang harus dihadapi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masa SMA merupakan fase penting dalam pembentukan kepribadian sekaligus persiapan menghadapi dunia nyata. Oleh sebab itu, peningkatan mutu pendidikan perlu dibarengi dengan penguatan karakter peserta didik.
Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY juga menyoroti pentingnya pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Fasilitas belajar yang memadai dan nyaman diyakininya mampu meningkatkan daya serap siswa serta mendorong perkembangan potensi secara optimal.
Di sela kegiatan, sesi dialog terbuka pun digelar. Sejumlah siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan langsung kepada AHY. Mereka bertanya tentang berbagai topik, mulai dari isu pendidikan hingga visi pemerintah dalam membangun bangsa. AHY menjawab dengan tulus dan penuh semangat, menunjukkan komitmennya untuk terus mendengarkan suara generasi muda.





