Pemain Persikaba Blora Masih Trauma Setelah Dihantam Tendangan Kungfu
Pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, masih mengalami trauma setelah menerima tendangan keras yang dilakukan oleh kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq, di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026) sore. Insiden tersebut terjadi saat laga lanjutan Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora.
Perwakilan Manajemen Persikaba, Umbaran, menyampaikan bahwa Rizal Dimas saat ini sudah berada di Blora dan sedang menjalani perawatan medis. Setelah insiden brutal itu, Rizal Dimas tidak bisa melanjutkan pertandingan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.
“Posisi pemain sudah di Blora. Rawat jalan dengan pengawasan dokter. Hasil rontgen masih tahap observasi 2 sampai 3 hari ke depan, semoga baik-baik saja,” ujar Umbaran kepada media, Kamis (22/1/2026).
Trauma Mental yang Mengganggu Latihan
Umbaran menjelaskan bahwa Rizal Dimas masih mengalami trauma secara mental akibat insiden tersebut. Hal ini membuatnya tidak bisa mengikuti latihan dan harus dirawat sementara di rumah.
“Kondisi pemain masih traumatik secara mental, dan butuh pemulihan, sehingga tidak mengikuti latihan, dan dirawat sementara di rumah,” tambahnya.
Tindakan Keras Terhadap Kiper PSIR Rembang
Pihak manajemen Persikaba mengecam tindakan yang dilakukan oleh kiper PSIR Rembang terhadap pemain Persikaba. Mereka akan melaporkan insiden tersebut ke Komite Disiplin (Komdis) dan Asprov PSSI Jawa Tengah.
Ada dua tuntutan dari pihak manajemen Persikaba terkait insiden kemarin. Pertama, sanksi terhadap kiper PSIR. Kedua, evaluasi kinerja wasit.
“Tuntutannya ya agar kiper PSIR itu bisa dijatuhi hukuman dilarang beraktivitas sepak bola seumur hidup. Wasit juga perlu dievaluasi kinerjanya,” papar Umbaran.
Kronologi Tendangan Kungfu yang Menghancurkan
Insiden mengerikan terjadi dalam lanjutan gelaran Liga 4 Jawa Tengah saat PSIR Rembang berhadapan dengan Persikaba Blora, Rabu (21/1/2026). Laga yang berlangsung sengit tersebut diwarnai peristiwa benturan keras yang membuat salah satu pemain Persikaba, Rizal Dimas Agesta, harus mendapatkan perawatan intensif.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah pertandingan ketika PSIR Rembang mendapatkan tendangan bebas. Dalam upaya perebutan bola di area pertahanan, kiper PSIR Rembang terlihat melepaskan sebuah tendangan tinggi bergaya kungfu yang justru mengenai tubuh Rizal.
Kontak keras dan berbahaya itu langsung membuat pemain Persikaba Blora terjatuh dan terkapar di atas rumput. Rizal tampak mengerang kesakitan dan tidak mampu bangkit dalam waktu cukup lama.
Situasi tersebut sontak memicu kepanikan di antara para pemain, ofisial tim, hingga penonton di stadion. Suasana pertandingan yang sebelumnya berlangsung kompetitif berubah menjadi tegang.
Melihat kondisi tersebut, tim medis segera memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Rizal dinilai membutuhkan penanganan lanjutan. Ia kemudian ditandu keluar lapangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.
Berdasarkan informasi yang diterima, pemain Persikaba Blora tersebut menjalani pemeriksaan rontgen guna memastikan tidak adanya cedera serius, khususnya pada bagian tulang. Hingga saat ini, kondisi Rizal masih terus dipantau oleh tim dokter.
Namun sayangnya, hal itu bahkan tidak dianggap pelanggaran oleh wasit. Sejumlah pemain Persikaba Blora terlihat terpukul dengan insiden tersebut. Mereka menilai benturan yang terjadi sangat berisiko dan berbahaya, bahkan berpotensi mengancam keselamatan serta karier seorang pesepak bola apabila tidak segera ditangani dengan baik.
Meski pertandingan akhirnya kembali dilanjutkan, perhatian banyak pihak masih tertuju pada kondisi Rizal yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Insiden ini pun menjadi sorotan besar di Liga 4 Jawa Tengah, sekaligus memunculkan desakan kepada perangkat pertandingan dan otoritas liga agar lebih tegas dalam menegakkan aturan, menjaga fair play, serta memastikan keselamatan seluruh pemain di lapangan.
Keselamatan pemain kembali menjadi isu utama, menyusul kejadian yang dinilai dapat membahayakan nyawa. Banyak pihak berharap evaluasi serius dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kompetisi sepak bola Tanah Air, khususnya di level Liga 4.
Pertandingan itu berakhir dengan skor 0-0. Persikaba harus bermain dengan 10 pemain setelah mendapat kartu merah di menit 30.





