Kreativitas Warga Lamongan Mengubah Pipa PVC Menjadi Perahu yang Laku Keras
Di tengah musim hujan dan banjir yang melanda berbagai daerah di Jawa Timur, kreativitas Suratno, warga Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi air. Dengan inovasinya, Suratno berhasil meraih cuan besar dari membuat perahu dari bahan pipa PVC.
Perahu PVC yang Ramah Harga dan Tahan Lama
Suratno tidak lagi menggunakan kayu untuk membuat perahu, melainkan bahan pipa PVC yang lebih ekonomis dan tahan terhadap air. Proses pembuatan perahu ini dilakukan dengan menggabungkan deretan pipa PVC besar yang dirakit menjadi lambung perahu yang kokoh.
Menurut Suratno, permintaan perahu PVC meningkat drastis selama musim hujan dan banjir. Pesanan yang datang bahkan sampai antre-antre karena jumlahnya yang sangat banyak. Hal ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga beberapa titik di Lamongan dan sekitarnya mulai tergenang banjir.
Pemesan Bukan Hanya dari Lamongan Saja
Tidak hanya warga Lamongan sendiri yang memesan perahu PVC hasil karya Suratno. Pesanan juga datang dari luar kota seperti Tuban, Gresik, Jombang, hingga Jawa Tengah seperti Demak dan Pati. Bahkan, perahu ini telah menjangkau luar pulau seperti Batam.
Selain warga sipil dan petani, pesanan juga datang dari instansi pemerintah serta relawan kemanusiaan sebagai armada evakuasi. Hal ini menunjukkan bahwa perahu PVC buatan Suratno memiliki daya tarik yang cukup besar.
Alasan Beralih ke Bahan PVC
Beralihnya minat konsumen dari kayu ke PVC bukan tanpa alasan. Faktor utama adalah kelangkaan bahan baku kayu berkualitas yang menyebabkan harga kayu meroket tajam. Suratno menjelaskan bahwa pipa PVC lebih ekonomis dan memiliki daya tahan yang lebih baik di air. Tidak lapuk dan tahan benturan, sehingga cocok digunakan dalam kondisi air yang sering tergenang.
“Ya, meski terendam air dalam waktu yang sangat lama,” tambahnya.
Harga Mulai dari Rp 5,7 Juta
Proses produksi perahu PVC Suratno dibantu oleh tiga orang karyawan. Satu unit perahu biasanya dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga hari, tergantung pada tingkat kerumitan dan ukurannya. Perahu ini tidak dilepas polos ke konsumen, namun dihiasi goresan cat dengan sejumlah warna yang menambah indahnya perahu.
Soal harga, perahu inovatif ini dijual dengan harga yang cukup kompetitif, mulai dari Rp 5,7 juta hingga puluhan juta rupiah. Harga ditentukan oleh ukuran perahu serta jenis spesifikasi pipa PVC yang digunakan.
Pasar yang Stabil dan Tumbuh
Melihat ketahanannya yang diklaim mampu bertahan hingga puluhan tahun, perahu PVC kini menjadi solusi transportasi air yang paling diminati. Perahu ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pertanian di lahan tambak maupun untuk mobilitas warga saat bencana banjir melanda.
Suratno tidak memungkiri, warga sejumlah desa terdampak banjir Bengawan Jero di Lamongan juga banyak yang memakai perahu hasil kerajinan tangannya. Mereka merasa sangat butuh alat transportasi perahu buatannya, karena merasakan banjir tahunan.
“Alhamdulillah pesanan terus mengalir,” ungkap Suratno. Selama ini pihaknya masih bisa memenuhi pesanan, baik dari dalam Lamongan maupun luar kabupaten. Dengan kreativitas dan inovasinya, Suratno membuktikan bahwa sesuatu yang biasa bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.





