Kepala SPPG Purwosari Minta Maaf Atas Kasus Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus
Kasus dugaan keracunan yang menimpa para siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, telah memicu respons cepat dari berbagai pihak terkait. Sebanyak 117 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Rabu (28/1/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 siswa harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Penanganan Awal dan Permintaan Maaf
Kepala SPPG Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Ia menerima laporan tentang adanya dugaan keracunan pada Kamis pagi (29/1/2026), yang disampaikan langsung oleh pihak SMAN 2 Kudus. Setelah mendapatkan informasi, Nasihul dan timnya segera datang ke sekolah untuk meninjau kondisi siswa dan melakukan dialog dengan guru serta orang tua murid.
Nasihul mengatakan bahwa para siswa diduga mengalami keracunan akibat menu MBG yang disajikan pada hari sebelumnya. Menu tersebut mencakup nasi, ayam suwir, kuah soto, dan tempe goreng. Saat meninjau, Nasihul juga melihat siswa yang sedang ditangani di ruang UKS dan menyetujui rekomendasi untuk segera membawa mereka ke puskesmas atau rumah sakit.
Beberapa unit ambulans kemudian tiba di SMAN 2 Kudus untuk menjemput siswa yang mengalami gejala seperti pusing, diare, dan muntah. Nasihul menyampaikan bahwa ia siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan bagi para siswa yang terkena dampak kasus ini. Ia juga menyebutkan bahwa satu siswa yang dirawat di IGD akan mendapatkan perlakuan yang sama.
Peran SPPG Purwosari dalam Pemenuhan MBG
SPPG Purwosari Kudus bertanggung jawab atas penyediaan menu MBG untuk 13 sekolah di wilayah tersebut, dengan total penerima manfaat sebanyak 2.173 siswa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran lembaga ini dalam memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi pelajar.
Respons dari Dinas Kesehatan dan Tim Satgas
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus, Mustiko Wibowo, menyebutkan bahwa 117 siswa SMAN 2 Kudus mengalami gejala keracunan. Meski sebagian besar hanya menjalani rawat jalan, sebanyak 46 siswa harus dirawat inap. Mustiko menegaskan bahwa kondisi para siswa stabil meskipun masih dalam pemantauan medis.
Tim dari Dinkes Kudus telah melakukan pemeriksaan awal terhadap SPPG Purwosari, termasuk pengambilan sampel bahan makanan untuk uji laboratorium. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan rinci mengenai jenis sampel yang diambil.
Sementara itu, Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa operasional SPPG Purwosari di Kabupaten Demak telah dihentikan sementara. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di SMAN 2 Kudus.
Hanung menjelaskan bahwa pihak SPPG Purwosari langsung menuju SMAN 2 Kudus setelah menerima laporan tentang adanya siswa yang mengalami gejala keracunan. Menurut dugaan awal, masalah mungkin berasal dari ayam suwir yang terasa agak berbau. Tim pengawas sanitasi pun telah melakukan pemeriksaan ke SPPG Purwosari dan mengambil sampel makanan untuk diuji.
Tanggapan dari Kepala Cabang Dinas Wilayah III Disdikbud Jateng
Budi Santosa, Kepala Cabang Dinas Wilayah III Disdikbud Jateng, menyampaikan bahwa kasus dugaan keracunan muncul pada Kamis pagi. Para siswa mengalami gejala seperti pusing, diare, dan muntah, yang juga dialami sejumlah guru, termasuk kepala sekolah.
Menurut Budi, para siswa mulai mengalami gejala keracunan sejak Rabu malam. Guru-guru merasa tidak yakin apakah gejala tersebut berasal dari MBG hingga pagi harinya. Saat itu, banyak siswa yang mengalami gejala serupa, sehingga dibutuhkan bantuan ambulans untuk membawa mereka ke fasilitas kesehatan.
Budi menyebutkan bahwa menu MBG yang disajikan pada Rabu mencakup nasi, ayam suwir, kuah soto, kecambah rebus, tempe goreng, dan kelengkeng. Ia menilai bahwa rasa sotonya dan ayam suwirnya sudah terasa “kecut”, yang menjadi indikasi awal adanya masalah.
Langkah Selanjutnya
Setelah proses pemeriksaan dan evaluasi, kegiatan produksi SPPG Purwosari akan dilanjutkan kembali setelah hasil uji laboratorium dinyatakan aman. Hingga saat ini, kasus dugaan keracunan MBG di SMAN 2 Kudus masih dalam proses investigasi dan penanganan lebih lanjut.





