Korban Pemukulan di Melonguane Ditransfer ke Rumah Sakit Manado
Seorang guru SMK asal Kepulauan Talaud, Berkam Saweduling, yang menjadi korban pemukulan di Melonguane kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Kandou di Kota Manado, Sulawesi Utara. Peristiwa ini terjadi setelah korban mengalami luka akibat kesalahpahaman yang terjadi pada Kamis 22 Januari 2026 malam.
Berkam dibawa dari RS Mala yang berada di Talaud menuju Kota Manado menggunakan kapal KM Barcelona IIIA. Jarak tempuh dari Talaud ke Manado mencapai sekitar 464 kilometer. Proses transportasi dilakukan dengan cepat dan aman agar korban dapat segera mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.
Setibanya di Pelabuhan Manado pada Minggu 25 Januari 2026 pagi, Berkam langsung dievakuasi oleh Tim Kesehatan dari Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VIII. Tim tersebut dipimpin oleh Kadiskes Kodaeral VIII Letkol Laut (K) OYS.Karundeng mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla.
Berkam kemudian dibawa menggunakan ambulance Kodaeral VIII menuju RS Kandou yang terletak di Jalan Raya Tanawangko, Malalayang, Kota Manado. Rumah sakit ini berjarak sekitar 7 kilometer dari pelabuhan Manado.
Penanganan Medis yang Cepat dan Terpadu
Menurut informasi yang diberikan oleh Kadispen Kodaeral VIII Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung, S.H., pihaknya bersama Tim Kesehatan Kodaeral VIII membantu mengevakuasi korban pemukulan yang terjadi di wilayah Melonguane. Selama proses evakuasi, korban berada dalam kondisi stabil dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.
Sebelumnya, Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Ops memastikan bahwa kelima pelaku pemukulan akan diproses hukum. Ia menegaskan bahwa TNI AL tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL.
Saat ini, oknum-oknum TNI AL yang terlibat langsung dalam kejadian ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI Angkatan Laut dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Langkah Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Pihak Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban. Selanjutnya, Danlanal Melonguane melakukan koordinasi dan mediasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga korban untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
Meskipun demikian, proses hukum tetap berlanjut. Dirinya juga mengimbau masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang dan menjaga ketertiban serta kondusifitas di kepulauan tersebut.
Keberhasilan Evakuasi dan Kondisi Korban
Proses evakuasi korban berjalan dengan baik dan aman. Tim Kodaeral VIII bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa korban mendapat perawatan medis yang optimal. Kondisi korban saat ini stabil dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.
Dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh TNI AL, diharapkan kasus ini dapat segera diselesaikan secara hukum dan kekeluargaan, sehingga memberikan rasa aman dan damai bagi seluruh masyarakat di wilayah Talaud.





