Drama Korea “Can This Love Be Translated?” Terseret Kontroversi Akibat Pemilihan Aktor Jepang
Drama Korea terbaru yang diproduksi oleh Netflix, Can This Love Be Translated?, kembali menjadi sorotan publik. Namun, alih-alih mendapat apresiasi, drama ini justru dihadapkan pada kritik tajam dan seruan boikot dari netizen Korea Selatan. Hal ini terjadi setelah diumumkannya aktor Jepang Sota Fukushi sebagai salah satu pemeran utama dalam drama tersebut.
Kontroversi ini muncul karena pernyataan lama Sota Fukushi yang dinilai tidak sensitif oleh sebagian masyarakat Korea Selatan. Ia sempat menyampaikan pendapatnya tentang pasukan kamikaze Jepang dalam sebuah program televisi yang disiarkan pada 15 Agustus 2015. Dalam acara tersebut, ia juga menyebut kisah kakeknya yang terlibat dalam Perang Pasifik tahun 1941. Isu sejarah ini masih menjadi luka bagi banyak orang di Korea Selatan, sehingga kehadiran aktor Jepang dalam drama romansa Korea dianggap tidak pantas.
Can This Love Be Translated? mengisahkan hubungan romantis antara artis papan atas Cha Mu-hee (diperankan oleh Go Yoon Jung) dan penerjemah pribadinya, Ju Ho-jin (diperankan oleh Kim Seon Ho). Awalnya, drama ini disambut dengan antusiasme tinggi berkat kombinasi genre romansa, jajaran pemain ternama, serta label Netflix yang memberikan harapan besar bagi penonton.
Namun, respons yang muncul belakangan justru berbeda. Banyak netizen Korea Selatan menilai bahwa kehadiran Sota Fukushi dalam drama ini memperkeruh suasana. Mereka menyoroti rekam jejak pernyataan Fukushi yang dianggap kurang sensitif dan mengabaikan sisi kelam sejarah militer Jepang. Reaksi keras pun bermunculan, termasuk ajakan boikot dan label negatif terhadap aktor tersebut.
Di Jepang, pengakuan Sota Fukushi dalam program televisi tersebut sempat mendapat sambutan positif. Ia dipuji karena dianggap jujur dan menunjukkan rasa hormat kepada generasi terdahulu. Namun, situasi berbeda di Korea Selatan, di mana tayangan tersebut justru menuai kritik keras. Banyak warganet menilai pernyataan Fukushi tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Korea.
Seruan boikot terhadap Can This Love Be Translated? mulai bergulir setelah pengumuman kehadiran Sota Fukushi. Ajakan tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan cepat menjadi tren. Banyak pengguna daring ikut serta dalam aksi ini, dengan alasan mereka sendiri yang berkaitan dengan isu sejarah.
Meski kontroversi terus bergulir, Netflix dan tim produksi tetap menayangkan drama ini sesuai jadwal. Drama ini dirilis secara resmi pada 16 Januari 2026, sesuai rencana awal. Langkah ini menunjukkan keyakinan pihak produksi terhadap kekuatan cerita dan kualitas drama yang mereka hadirkan. Kontroversi yang ada tampaknya tidak menghalangi keputusan untuk tetap menayangkan drama ini ke publik global.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari Sota Fukushi, para pemain lainnya, atau tim produksi drama terkait kritik yang berkembang. Meskipun demikian, drama ini tetap berjalan dan menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan penonton.





