Suzuki Menutup Tahun 2025 dengan Kinerja yang Mengesankan
Suzuki menutup tahun 2025 dengan pencapaian yang sangat mengesankan, terutama dalam hal dominasi SUV dan antusiasme terhadap kendaraan roda dua. Pabrikan asal Jepang ini memperlihatkan komitmennya untuk terus memberikan produk yang efisien, tangguh, dan ramah lingkungan kepada masyarakat Indonesia.
Fokus pada Keberlanjutan dan Kontribusi Sosial
Dalam acara Media Gathering yang diadakan di Jakarta, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memaparkan pencapaian positifnya sepanjang tahun 2025. Tidak hanya fokus pada angka penjualan, Suzuki juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan industri serta kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Zulfikar Rafi Al Ghani, Head of Public Relations PT Suzuki Indomobil Sales, menyampaikan bahwa eksistensi Suzuki di Indonesia kini telah mencapai tahap “dewasa” yang berorientasi pada kepuasan konsumen sekaligus kemajuan industri nasional.
“Langkah yang ditempuh Suzuki berorientasi pada banyak kepentingan, mulai dari pemenuhan kebutuhan konsumen, partisipasi pada kemajuan industri nasional, hingga profitabilitas untuk keberlanjutan usaha,” ujar Ghani di hadapan awak media.
Dominasi SUV dan Local Pride
Di sektor kendaraan roda empat, Suzuki berhasil mengukuhkan posisinya sebagai spesialis SUV. Sepanjang 2025, Suzuki mencatatkan penjualan lebih dari 60.000 unit mobil secara retail. Menariknya, sebesar 88% dari total penjualan tersebut berasal dari model yang diproduksi secara lokal di pabrik Suzuki di Indonesia.
Bintang baru Suzuki, yakni Fronx, mencatatkan performa impresif sejak diluncurkan Mei 2025. Hanya dalam waktu 7 bulan, mobil ini terjual hampir 10.000 unit, menyumbang sekitar 14% dari total penjualan retail Suzuki. Selain itu, lini SUV lain seperti New XL7 Alpha Hybrid, Grand Vitara, dan Jimny 5-Door tetap menjadi tulang punggung penjualan.
Kebangkitan Roda Dua
Di lini roda dua, Suzuki mencatatkan penjualan retail lebih dari 16.000 unit. Kehadiran model seperti Avenis 125 dan Access serta penyegaran pada trah Satria (Satria Pro dan Satria F150) terbukti mampu membangkitkan gairah hati generasi muda yang mengutamakan kualitas dan identitas.
Sementara itu, di sektor kelautan (Marine), Suzuki sukses mendorong transisi teknologi ramah lingkungan melalui sosialisasi mesin tempel 4-stroke. Saat ini, kontribusi penjualan mesin 4-stroke telah mencapai 48% dari total penjualan Suzuki Marine.
Edukasi dan Lingkungan Hidup
Sejalan dengan kampanye global, Suzuki Indonesia juga memperkuat pilar CSR. Sepanjang 2025, Suzuki telah mengedukasi hampir 6.000 pelajar mengenai industri manufaktur otomotif. Di sisi lingkungan, program konservasi mangrove Suzuki menunjukkan hasil nyata dengan tingkat keberhasilan hidup tanaman mencapai 89%.
“Kami memandang tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Ini bukan sekadar program jangka pendek, tapi upaya menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Rafi.
Masa Depan yang Optimis
Menutup paparannya, Suzuki optimistis menghadapi tahun 2026 dengan terus menghadirkan produk yang efisien, tangguh, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.





