Jadwal Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Ramadan 1447 H
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan jadwal pelaksanaan sidang isbat penentuan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah. Proses ini akan dilakukan di 134 titik pantauan yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu daerah yang ikut berkontribusi adalah Priangan Timur, yang menyumbangkan dua titik pantauan yang juga menjadi acuan nasional.
Masyarakat kini sedang menantikan kehadiran Bulan Ramadan dengan penuh antusiasme. Pasalnya, bulan suci ini memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual umat Muslim. Banyak aktivitas ibadah yang dinilai lebih berlipat ganda pada bulan ini, sehingga diperlukan persiapan yang matang dan terencana agar tidak meleset dari waktu yang tepat.
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kemenag, bulan Ramadan diprediksi akan jatuh pada pertengahan Februari hingga masuk pertengahan Maret 2026. Diperkirakan, umat Muslim bisa memulai puasa sekitar tanggal 18 hingga 20 Februari 2026, yang bertepatan dengan 1 Ramadan 1447 H.
Sidang isbat penentuan awal puasa Ramadan 1447 H telah diumumkan oleh pemerintah. Meski masih berlangsung di pertengahan bulan Februari nanti, jadwal sidang isbat ini sudah banyak dicari masyarakat hingga detik ini. Sebelum proses penetapan resmi, Kemenag akan melakukan pemantauan hilal (rukyatulhilal) untuk menentukan awal Ramadan.
Rukyatulhilal akan dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Ormas Islam, serta instansi lain di daerah setempat. Beberapa daerah di Priangan Timur juga turut serta dalam pemantauan ini, yaitu di Tasikmalaya yang berada di Pantai Cipatujah, dan di Kabupaten Pangandaran di Pantai Pasirlasih.
Pelaksanaan sidang isbat penentuan awal Ramadan 1445 H dilakukan dengan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal. Informasi terbaru menunjukkan bahwa pendekatan integrasi hisab dan rukyatulhilal digunakan dalam penetapan awal bulan Hijriah, yang biasanya dimulai dari pukul 16.00 WIB.
Data terakhir menunjukkan bahwa posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh Indonesia berkisar antara -2° 24.71′ hingga 0° 58.08′ dengan sudut elongasi 0° 56.39′ sampai 1° 53.60′. Angka tersebut mengindikasikan bahwa posisi bulan belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS. Forum sidang isbat akan menggunakan hasil konfirmasi Rukyatul Hilal untuk melengkapi data hisab tersebut sebelum mengambil keputusan resmi awal Ramadan.
Selain Tasikmalaya dan Pangandaran, terdapat sedikitnya 9 titik pantauan lainnya, antara lain:
- Pantai Pondok Bali, Kab. Subang
- Imah Noong, Kab. Bandung Barat
- Albiruni (UNISBA)
- Pantai Baro Gebang, Kab. Cirebon
- POB Cibeas, Kab. Sukabumi
- Bosscha Lembang, Kab. Bandung Barat
- Tower Observatory Hilal Manalusu Cikelet, Kab. Garut
- POB Gunung Putri Sukamanah, Kota Banjar
- SMA Astha Hannas, Kab. Subang
Titik-titik ini menjadi posisi terbaik di Jawa Barat (Jabar) yang akan diambil datanya untuk kelengkapan informasi hilal penentuan 1 Ramadan 2026 nanti.
Live Streaming Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
Masyarakat dapat ikut memantau jalannya sidang isbat penentuan 1 Ramadan 2026 melalui link live streaming yang tersedia. Kemenag telah menyiapkan dua kanal untuk menyiarkan secara langsung seminar posisi hilal pada pukul 17.00 WIB, sedangkan konferensi pers penetapan 1 Ramadhan 1447 H dimulai pukul 19.00 WIB.
Berikut link sidang isbat penetapan awal puasa Ramadhan 2026/1447 H yang bisa diakses:
- Link live streaming sidang isbat penentuan 1 Ramadan 2026 via Bimas Islam – Kemenag RI
- Link live streaming sidang isbat penentuan 1 Ramadan 2025 via BMKG




