Persebaya Surabaya Tampil Konsisten di Super League 2025/2026
Persebaya Surabaya terus menunjukkan performa yang konsisten di Super League 2025/2026 setelah meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Bali United. Hasil ini memperkuat posisi Green Force di peringkat kelima klasemen sementara, dan membuat mereka semakin dekat dengan zona empat besar.
Pertandingan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu (7/2/2026). Persebaya Surabaya tampil efektif dan disiplin sejak awal laga. Mereka berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-1 dalam pertandingan pekan ke-20. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim untuk melanjutkan persaingan menuju zona elite Super League 2025/2026.
Performa Awal yang Menjanjikan
Sejak menit awal, Persebaya Surabaya langsung menunjukkan intensitas tinggi dan keberanian dalam menyerang. Leo Lelis dan Francisco Rivera mencoba membuka peluang pada menit ketiga, meski belum berhasil membuahkan gol. Bali United juga tidak tinggal diam, dengan percobaan dari Teppei Yachida dan Tim Receveur pada menit ketujuh. Namun, solidnya lini belakang Persebaya Surabaya membuat tuan rumah kesulitan dalam menembus kotak penalti.
Tekanan Persebaya Surabaya semakin terasa memasuki menit ke-10 hingga pertengahan babak pertama. Beberapa peluang hadir lewat Dimas Wicaksono, Mihailo Perovic, dan Gali Freitas, yang terus menguji pertahanan Bali United.
Gol Pembuka dari Mihailo Perovic
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-25 melalui Mihailo Perovic. Striker Persebaya Surabaya itu sukses memaksimalkan peluang dengan tembakan tepat sasaran yang mengubah skor menjadi 1-0 untuk tim tamu. Gol tersebut memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi Persebaya Surabaya dalam mengontrol permainan.
Francisco Rivera tetap menjadi motor serangan dengan kreativitasnya dalam membuka ruang. Namun, situasi tak ideal sempat menghampiri Persebaya Surabaya saat Mihailo Perovic harus ditarik keluar pada menit ke-39. Malik Risaldi masuk menggantikan, namun cedera membuatnya harus turut menepi lebih cepat. Kondisi ini memaksa Persebaya Surabaya bermain tanpa striker murni hingga turun minum.
Perubahan Dinamika di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya langsung melakukan penyegaran dengan memasukkan Alfan Suaib. Pergantian ini menjadi salah satu kunci perubahan dinamika permainan. Bali United mencoba meningkatkan tempo dengan beberapa pergantian pemain dan tekanan bertubi-tubi. Teppei Yachida dan Diego Campos beberapa kali mengancam, tetapi selalu kandas di barisan belakang Persebaya Surabaya.
Momentum penting datang pada menit ke-68 saat Persebaya Surabaya menggandakan keunggulan. Alfan Suaib mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima assist matang dari Francisco Rivera. Gol kedua ini semakin menekan mental Bali United yang mulai kehilangan keseimbangan.
Gol Ketiga dan Kemenangan yang Mantap
Hanya berselang empat menit, Persebaya Surabaya kembali menghukum tuan rumah. Risto Mitrevski mencetak gol ketiga pada menit ke-72 usai memanfaatkan assist dari Gali Freitas. Keunggulan 3-0 membuat Persebaya Surabaya tampil lebih nyaman mengelola tempo permainan.
Bali United mencoba bangkit, tetapi peluang demi peluang masih gagal berbuah gol. Gol hiburan Bali United baru hadir pada menit ke-88 lewat Jordy Dennis Bruijn. Pemain pengganti itu memaksimalkan assist Jens Raven untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.
Menit-menit akhir laga tetap diwarnai tekanan dari Bali United. Namun, kedisiplinan lini pertahanan Persebaya Surabaya memastikan keunggulan tidak lagi terancam. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Persebaya Surabaya tetap bertahan.
Evaluasi Performa dan Strategi
Kemenangan di Gianyar menegaskan kematangan permainan Persebaya Surabaya musim ini. Transisi cepat, kolektivitas tim, dan efektivitas menjadi ciri kuat Green Force. Bernardo Tavares patut mendapat kredit atas keberanian melakukan rotasi dan penyesuaian taktik. Bermain tanpa striker murni sejak akhir babak pertama tak mengurangi daya gedor tim.
Kontribusi pemain belakang juga layak diapresiasi, terutama Risto Mitrevski yang tak hanya solid bertahan tetapi juga mencetak gol. Catur Pamungkas dan Leo Lelis tampil konsisten menjaga kedalaman lini belakang.
Di lini tengah, Francisco Rivera menjadi pengatur ritme sekaligus kreator peluang. Dua assist yang dicatatkannya menjadi bukti peran sentral dalam kemenangan ini.
Persaingan Menuju Zona Elite
Dengan tambahan tiga poin, Persebaya Surabaya kini mengoleksi 35 poin dari 20 pertandingan. Posisi kelima klasemen semakin kokoh dan jarak menuju empat besar kian terpangkas. Persaingan menuju zona elite Super League 2025/2026 pun semakin terbuka. Persebaya Surabaya berada dalam momentum positif untuk terus merangsek ke papan atas.
Konsistensi hasil dan kedalaman skuad menjadi senjata utama Persebaya Surabaya di sisa musim. Jika tren ini berlanjut, peluang menembus empat besar bukan lagi sekadar mimpi. Kemenangan atas Bali United menjadi pesan kuat bagi para pesaing. Persebaya Surabaya mapan di peringkat 5 dan benar-benar serius memburu posisi elite Super League 2025/2026.





