Kekalahan China di Final Sektor Putra Kejuaraan Beregu Asia 2026
Pada laga final sektor putra Kejuaraan Beregu Asia 2026, China mengalami kekalahan yang memicu kekecewaan besar. Wakil China, Hu Zhe An, harus menerima kekalahan dari pemain Jepang, Yushi Tanaka. Hasil ini membuat China sementara tertinggal 0-1 dari Jepang dalam pertandingan tersebut.
Hu Zhe An, tunggal putra China yang menjadi andalan, kalah dua gim langsung dengan skor 10-21 dan 18-21. Laga berlangsung di Qingdao Conson Gymnasium, China, pada Minggu (8/2/2026). Performa Hu tidak cukup memadai untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh dan taktis.
Jalannya Pertandingan
Hu Zhe An kembali dipercaya sebagai tunggal putra pertama China di kejuaraan bulu tangkis beregu tingkat Asia. Sebagai Juara Dunia Junior 2024, ia pernah mendapatkan kepercayaan serupa saat menghadapi Indonesia di final Kejuaraan Beregu Campuran Asia tahun lalu. Namun, dalam pertandingan puncak itu, Hu harus kalah dari Alwi Farhan, rival yang selama ini menghadangnya dari level junior hingga senior.
Meskipun demikian, sebelum final tersebut, Hu berhasil memberikan kontribusi penting bagi China. Ia mampu menghadirkan poin bagi tim meski melawan pemain-pemain berpengalaman di BWF World Tour. Namun, situasi kali ini berbeda. Hu hanya bisa menang atas pemain di luar peringkat 50 besar dunia setelah terus-menerus berlaga sejak babak penyisihan.
Setelah dikalahkan oleh Wang Tzu Wei (Taiwan) di perempat final, Hu menghadapi revans dari Yushi Tanaka. Pemain Jepang ini sebelumnya pernah dikalahkannya di semifinal Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025.
Di awal pertandingan, Hu sempat memimpin duluan dengan selisih satu angka pada skor 4-3 atas Tanaka. Namun, Tanaka kemudian membalas dengan melesatkan tujuh poin beruntun untuk mengubah skor menjadi 10-4. Pemain US Open 2024 ini tampil lebih taktis dan mampu mengontrol permainan dari Hu Zhe An yang lebih muda.
Tanaka, yang berperingkat 19 dunia, menunjukkan kekuatan dalam serangan, netting, hingga pukulan drive. Pekan ini, dia selalu menang dalam tiga laga sebelum final. Di semifinal, ia mengalahkan tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo, dengan skor 21-11 dan 21-15.
Perjalanan Kekalahan Hu Zhe An
Hu melakukan kesalahan setelah pukulan mendatarnya menabrak net, sehingga membuatnya tertinggal 4-11 pada interval. Selepas jeda, Tanaka menambah empat angka lagi untuk memperbesar keunggulannya menjadi 11 poin pada skor 15-4.
Hu baru kembali mendapatkan poin setelah melepaskan smes lurus yang mengarah ke sisi sebelah kanan permainan Tanaka. Ia mendapatkan dua digit poin pertama setelah sudah tertinggal pada skor 10-19. Smes keras menyilang Tanaka berhasil mencatatkan game point pertama untuk tunggal Jepang itu. Smes keras lainnya dari Tanaka menutup gim pembuka.
Pada gim kedua, Tanaka mampu membuka keunggulan setelah mencetak tiga poin beruntun. Respons cepat ditunjukkan oleh Hu Zhe An dengan segera menyamakan skor menjadi 3-3. Hu gantian mendapatkan momentum hingga mencapai keunggulan lima angka saat memasuki interval.
Keunggulan lima angka tersebut bertahan sampai skor 13-8. Tanaka kemudian memangkas ketertinggalan menjadi satu angka di 14-15. Laga sempat terhenti sementara setelah Hu mengalami masalah pada kaki kirinya. Momen itu dimanfaatkan Tanaka untuk menyamakan skor pada 17-17.
Hu memimpin sekali lagi pada 18-17, tetapi Tanaka kemudian merebut empat poin beruntun untuk memenangkan laga yang diakhiri dengan gempuran bertubi-tubi. Kekalahan ini memperlihatkan bahwa China masih perlu meningkatkan performa mereka di ajang bergengsi seperti Kejuaraan Beregu Asia 2026.




