Kekalahan Persita Tangerang di Tangan Semen Padang FC
Pertandingan antara Semen Padang FC dan Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Gol penalti yang tercipta di menit akhir pertandingan menjadi penentu hasil laga ini. Keputusan wasit yang menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR memicu kontroversi, terutama dari sisi pelatih Persita, Carlos Pena.
Kontroversi Penalti yang Membuat Persita Kehilangan Poin
Gol yang menciptakan kemenangan bagi Semen Padang FC lahir dari eksekusi penalti oleh Diego Mauricio. Pelatih Persita, Carlos Pena, menyatakan bahwa keputusan tersebut sangat tidak masuk akal dan merugikan timnya. Ia mengklaim bahwa insiden yang terjadi bukanlah pelanggaran, dan pemain Persita juga menyampaikan hal serupa kepada dirinya setelah laga usai.
“Opini saya untuk pertandingan ini saya pikir keputusan penalti sangat tipis sekali. Tidak banyak peluang terjadi untuk kedua tim, banyak juga set pieces untuk kedua tim. Tendangan bebas, lemparan ke dalam, sepak pojok, tapi tidak banyak peluang untuk mencetak gol dari kedua tim,” ujar Carlos Pena.
Ia juga menyebut bahwa laga ini berjalan sangat sulit dan minim peluang. Meskipun demikian, keputusan penalti menjadi penentu hasil akhir laga. “Kami kecewa dengan hasil ini karena kita kehilangan satu poin, dan itu tidak akan kembali kepada kita.”
Performa Tim Persita yang Kurang Memuaskan
Laga ini berjalan cukup ketat dengan sedikit peluang yang tercipta. Persita Tangerang mencoba beberapa kali melakukan crossing dan skema bola mati, namun tidak berhasil menciptakan peluang yang jelas. Dalam 7 percobaan, hanya dua yang tepat sasaran. Selain itu, penguasaan bola dan akurasi operan dari Pendekar Cisadane juga tidak optimal.
Pelatih Carlos Pena juga menurunkan gelandang asal Spanyol, Ramon Bueno, dalam debutnya bersama Persita. Namun, perubahan formasi di babak kedua gagal membawa timnya unggul. Laga pun banyak terhenti karena insiden-insiden keras yang terjadi, tanpa ada ketegasan dari wasit.
Perubahan Formasi Jadi Kunci Kemenangan Semen Padang FC
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan yang diraih. Ia menilai bahwa kerja keras dan mental pantang menyerah para pemain menjadi faktor utama kemenangan ini. “Saya senang sekali. Puji Tuhan, hari ini kita bisa menang 1-0. Anak-anak bekerja sangat keras dan sampai menit terakhir tetap percaya.”
Dejan juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-4-2 menjadi salah satu kunci keberhasilan. Ia memasukkan pemain-pemain bertipe menyerang seperti Diego Mauricio dan Maicon, yang akhirnya sukses menciptakan gol penentu.
“Di latihan ada tiga opsi, Guilermo, Kianz, dan Diego. Kianz sudah keluar, Guilermo capek, Diego masih fresh. Mereka diskusi dan Diego siap ambil tanggung jawab. Saya selalu percaya pada pemain yang berani mengambil tanggung jawab,” jelas Dejan.
Fokus ke Pertandingan Berikutnya
Dengan kemenangan ini, Semen Padang FC kini berada di posisi yang lebih baik di klasemen. Dejan langsung beralih fokus ke laga berikutnya melawan Arema FC di Malang. Ia optimistis timnya mampu meraih poin tambahan.
“Minggu depan kita ke Malang lawan Arema. Kita akan recovery dengan baik dan berusaha curi poin di sana,” ucap Dejan.
Selain itu, Dejan juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter Semen Padang FC yang hadir di stadion. “Kehadiran suporter seperti hari ini sangat penting. Mereka memberi motivasi lebih besar untuk tim.”
Pemain Semen Padang FC: Tetap Fokus ke Masa Depan
Pemain Semen Padang FC, Kasim Botan, turut bersyukur atas kemenangan yang diraih. Namun, ia mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak cepat puas diri. “Alhamdulillah hari ini kami dapat tiga poin. Tapi perjalanan masih panjang dan kami harus fokus ke pertandingan berikutnya melawan Arema.”





