Pelaku Jambret di Surabaya Barat Nyaris Diamuk Massa
BW (29), seorang pelaku jambret yang sering menargetkan pemotor perempuan di wilayah Surabaya Barat, nyaris menjadi korban amukan massa setelah gagal menjalankan aksinya di Jalan Tambak Mayor. Ia terpaksa kabur hingga masuk ke gang buntu dan bersembunyi di dalam rumah warga, bahkan meminta tolong agar polisi segera dipanggil.
Pada saat diperiksa oleh Kapolrestabes Surabaya, BW mengaku telah melakukan aksi tiga kali dengan menggunakan parang dan menerima bagian uang sebesar Rp500 ribu dari hasil kejahatan tersebut. Kesaksian ini disampaikan oleh BW saat diinterogasi oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, yang kemudian direkam dalam video dan diunggah melalui akun Instagram @Luthfie.daily pada Sabtu (14/2/2026).
Pengakuan Pelaku Saat Diinterogasi
Dalam video tersebut, BW menjelaskan bahwa ia terpaksa masuk ke dalam rumah pasangan suami-istri setelah berlari ke gang buntu. Ia meminta mereka untuk segera menghubungi polisi karena sedang dikejar oleh kerumunan warga. Jawaban BW membuat Kapolrestabes tertawa terbahak-bahak karena dianggap lucu dan tidak logis.
“Kan buntu, ada rumah, lalu saya masuk, ada bapak dan ibuknya. Saya; pak tolong pak saya telponkan Polisi. Saya dikejar massa,” ujarnya dalam video tersebut.
Luthfie pun menyampaikan candaan mengenai jawaban BW. Ia bertanya mengapa pelaku tidak ingat akan keberadaan polisi sebelum melakukan aksi kriminalitas.
“Orang kepepet kelingan Polisine, pas jambret ra kelingan polisine. Lek kecekel langsung 110, layanan cepat gratis,” celetuk Luthfie.
Aksi Penjambretan dengan Senjata Tajam
BW juga mengakui bahwa selama beraksi, komplotannya sering membawa senjata tajam seperti parang. Dalam kasus terakhirnya, BW bersama dua orang lainnya berhasil melakukan aksi penjambretan tiga kali di wilayah Surabaya Barat. Semua korban adalah pemotor perempuan di jalanan yang relatif sepi.
“Saya bawa sajam, parang. 2 ambil (si eksekutor). 2 (pelaku) cuma jaga-jaga tok aja pak,” ungkap BW.
Ia juga mengaku mendapatkan upah sebesar Rp500 ribu dari hasil kejahatan tersebut. Meskipun begitu, BW tampak legawa dengan jumlah uang tersebut meskipun risiko yang dihadapinya sangat tinggi.
“Enggak wes pak dikasih alhamdulillah,” jawab BW.
Tindakan Polisi Terhadap Pelaku
Menurut Kompol M Akhyar dari Kapolsek Sukomanunggal, BW beraksi bersama tiga orang pelaku lainnya. Dua dari mereka, MUHAW (23) dan RN (35), berhasil ditangkap oleh Anggota Unit Reskrim Polsek Asemrowo Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Namun, satu pelaku lainnya masih buron dan sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
Sebelumnya, video viral di media sosial menunjukkan momen seorang terduga pelaku jambret kalung disergap oleh warga di Jalan Tambak Mayor. Dalam video berdurasi 11 detik yang diunggah oleh akun Instagram @surabayakabarmetro, terlihat pria berpostur kurus yang membawa tas selempang dan kaus oblong lengan pendek warna putih.
Data Kejahatan di Jawa Timur
Berdasarkan data Hasil Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Jatim, sepanjang tahun 2025, Anggota Ditreskrimum Polda Jatim dan satreskrim polres jajaran berhasil mengungkap sejumlah 2.473 kasus curat. Dari total laporan masyarakat sebanyak 19.477 kasus, sekitar 94 persen berhasil diselesaikan.
Selain curat, kasus penipuan dan curanmor juga menjadi salah satu jenis kejahatan yang banyak diungkap. Anggota Ditreskrimum Polda Jatim dan satreskrim polres jajaran berhasil mengungkap 18.396 kasus dari keseluruhan laporan yang diterima.





