Prakiraan Cuaca dan Potensi Bencana di Jawa Timur
Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, sebagian besar wilayah di Jawa Timur diperkirakan akan mengalami hujan dari pagi hingga siang hari. Beberapa daerah seperti Mojokerto, Nganjuk, Kota Mojokerto, dan Jombang diprediksi akan dilanda hujan petir. Sementara itu, daerah seperti Gresik, Kediri, dan Surabaya hanya mengalami cuaca cerah berawan.
BMKG Juanda memberikan prakiraan cuaca yang menunjukkan bahwa situasi cuaca di Surabaya dan sekitarnya akan lebih aktif pada periode 11 hingga 20 Februari 2026. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti aktivitas monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), serta gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Daerah Rawan Banjir dan Longsor
BMKG juga merilis daftar daerah yang rawan banjir dan longsor selama musim hujan ini. Berikut adalah daerah-daerah yang tercatat sebagai rawan banjir:
- Kecamatan Kasiman, Bojonegoro
- Kecamatan Wonosari, Madiun
- Kecamatan Bagor, Nganjuk
- Kecamatan Babat, Lamongan
- Kecamatan Benowo, Surabaya
- Kecamatan Jrengik, Sampang
- Kecamatan Rejoso, Nganjuk
- Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi
- Kecamatan Tempeh, Lumajang
- Kecamatan Durenan, Trenggalek
Sementara itu, daerah yang rawan longsor antara lain:
- Pujon, Kabupaten Malang
- Junrejo, Kota Batu
- Binakal, Kabupaten Bondowoso
- Klabang, Kabupaten Situbondo
- Ledokombo, Kabupaten Jember
- Arjosari, Kabupaten Pacitan
Puncak Musim Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem
Saat ini, sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, diperkirakan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat. Faktor-faktor seperti aktifnya monsun Asia, konvergensi angin, serta gangguan gelombang atmosfer MJO menjadi penyebab utama potensi cuaca ekstrem ini.
Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.
Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diminta lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.
Kepala BMKG Juanda, Taufik Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Surabaya dan sekitarnya akan lebih aktif pada 11 hingga 20 Februari 2026. Hal ini dipicu oleh hambatan suhu laut di Selat Madura, serta adanya belokan angin dan gelombang atmosfer.
“Selain itu, adanya pertemuan angin atau konvergensi dan gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan gelombang Rossby yang turut mendukung potensi cuaca ekstrem tersebut,” kata Taufik, Sabtu (14/2/2026).
Menurut dia, situasi tersebut cukup wajar karena wilayah Jawa Timur tengah memasuki masa puncak musim hujan. Meskipun begitu, masyarakat perlu mewaspadai adanya dampak cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat, angin kencang atau angin puting beliung, petir, hingga hujan es di beberapa area titik rawan.
“Terutamanya masyarakat di wilayah dengan topografi curam, bergunung dan tebing lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi intensitas aktivitas di luar rumah. Penting juga untuk memastikan kondisi atap dan saluran air, segera amankan barang yang mudah terbawa angin, dan hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan dan angin kencang.
“Di kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, jangan pernah memarkir kendaraan di bawah pohon besar dan hindari melintasi jalan yang tergenang air tinggi. Ingat kesadaran bencana adalah kesadaran individu,” pungkasnya.





