Persebaya Surabaya Kembali Kalah, Milos Raickovic Jadi Sorotan
Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi momen penting yang mengubah dinamika lini tengah tim. Kekecewaan terhadap performa Milos Raickovic, gelandang asal Montenegro, muncul setelah Persebaya kalah 1-2 dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/2026. Ini menjadi kekalahan pertama Persebaya setelah 13 laga tanpa kalah.
Gol Cepat dan Performa yang Tidak Memuaskan
Dalam laga tersebut, Bhayangkara FC berhasil mencetak dua gol cepat sebelum babak pertama usai. Gol pertama datang dari Moussa Sidibe pada menit ke-8, disusul oleh Privat Mbarga di menit ke-25. Dua gol ini menjadi pukulan berat bagi Persebaya, terutama karena permainan mereka tidak bisa membalikkan situasi meski tampil di kandang sendiri.
Milos Raickovic, yang diharapkan menjadi pengatur ritme lini tengah, justru menjadi sorotan negatif. Ia dinilai gagal menjalankan perannya dengan baik. Beberapa kesalahan elementer yang dilakukannya memberi celah bagi Bhayangkara untuk menciptakan peluang.
Reaksi Suporter dan Kritik Pedas
Di media sosial, reaksi suporter Persebaya atau Bonek sangat tajam. Mereka menyampaikan kritik langsung terhadap performa Milos Raickovic. Beberapa komentar yang muncul antara lain:
- “Milos out,”
- “Milos g enak blass,”
- “Milos gaiso ngumpan ta lek ng ngarep?”,
- “Istighfar ndelok miloss.”
Ungkapan-ungkapan tersebut mencerminkan frustrasi suporter terhadap penampilan Milos yang dinilai tidak stabil dan kurang efektif.
Statistik yang Menunjukkan Ketidakpuasan
Secara statistik, Milos Raickovic bermain penuh selama 90 menit. Ia mencatatkan lima percobaan tembakan, namun hanya satu yang tepat sasaran. Akurasi tembakannya hanya 20 persen, angka yang tergolong rendah. Di sisi umpan, ia mampu melakukan 20 umpan dengan 14 di antaranya sukses. Akurasi umpannya mencapai 70 persen, namun angka ini belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Peran Milos dalam distribusi bola juga dinilai kurang efektif. Hanya satu umpan terobosan yang berhasil dilepaskannya sepanjang laga. Selain itu, kontribusi duel udara dan dribel juga minim, dengan dua kali percobaan dribel dan dua umpan kepala.
Masalah di Lini Tengah
Masalah utama terlihat saat Persebaya tertinggal cepat. Transisi dari bertahan ke serangan sering terhenti di kaki Milos. Hal ini membuat Bhayangkara FC mudah memanfaatkan celah yang ada.
Di sektor pertahanan, Milos mencatatkan empat intersep dan satu sapuan. Meski menunjukkan usaha untuk membantu lini belakang, pemulihan bola hanya sekali sepanjang pertandingan. Angka ini dinilai kurang optimal dalam mengontrol tempo permainan.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya. Lini tengah yang selama ini stabil kini terlihat goyah. Performa Milos Raickovic menjadi bahan diskusi publik Surabaya. Bagaimana ia bisa bangkit dari tekanan ini akan menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu.
Pelatih kepala, Bernardo Tavares, kini harus segera merespons situasi ini. Keputusan taktik dan komposisi pemain akan menjadi fokus utama jelang laga berikutnya. Persebaya masih memiliki waktu untuk berbenah, tetapi konsistensi yang sempat terjaga selama 13 laga tidak boleh hilang begitu saja.





