Persebaya Surabaya Kembali Kalah, Bhayangkara Presisi Lampung FC Tampil Efektif
Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat malam lalu menjadi momen penting dalam kompetisi BRI Super League 2025/26. Tim tamu, Bhayangkara Presisi Lampung FC, berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor akhir 1-2. Hasil ini menandai berakhirnya rekor 13 laga tak terkalahkan Persebaya Surabaya di kandang sendiri.
Persebaya Surabaya tampil dominan sejak awal pertandingan, tetapi ketenangan dan efektivitas yang ditunjukkan oleh Bhayangkara membuat mereka mampu mengubah situasi menjadi keunggulan. Meskipun permainan tim tuan rumah terlihat sangat agresif, Bhayangkara justru lebih mampu memanfaatkan peluang yang ada.
Babak Pertama: Gol Pembuka dan Kesempatan Emas
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Di menit pertama, Gali Freitas memberikan ancaman bagi gawang Bhayangkara melalui tendangan bebas, tetapi kiper lawan mampu menghalau bola. Bhayangkara kemudian merespons dengan serangan cepat, namun sepakan Moussa Sidibe gagal memasukkan bola ke gawang.
Kedua tim saling menyerang dengan tempo tinggi. Hingga menit ke-20, skor masih imbang 0-0. Namun, pada menit ke-25, Privat Mbarga mencetak gol pembuka untuk Bhayangkara setelah memanfaatkan umpan dari Sidibe. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya mendominasi permainan.
Beberapa menit kemudian, Rachmat Irianto hampir menyamakan skor, tetapi sundulannya gagal menemui sasaran. Bhayangkara terus menunjukkan permainan yang disiplin dan efisien, sehingga mengurangi tekanan dari tuan rumah.
Di babak pertama, Bhayangkara memperoleh beberapa kesempatan emas, termasuk sepakan Milos Raickovic yang nyaris memasukkan bola. Namun, lini belakang Persebaya Surabaya mampu mengamankan situasi. Pada menit ke-45+2, Sidibe mencetak gol kedua untuk mengakhiri babak pertama dengan skor 0-2.
Babak Kedua: Upaya Persebaya Surabaya Tidak Membuahkan Hasil
Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Catur Pamungkas untuk meningkatkan daya dobrak serangan. Persebaya Surabaya langsung menekan, tetapi pertahanan Bhayangkara terlalu rapat dan menghalangi peluang-peluang yang dibuat.
Catur Pamungkas mencoba peruntungan lewat sepakan salto, tetapi bola tidak memasukkan gawang. Raickovic juga sempat mengancam, tetapi tembakannya ditepis kiper Bhayangkara. Beberapa kali Persebaya Surabaya mendapatkan peluang emas, tetapi gagal memanfaatkannya.
Pada menit ke-64, Perovic akhirnya berhasil menjebol gawang Bhayangkara setelah menerima assist dari Gali Freitas. Skor berubah menjadi 1-2. Meski begitu, upaya Persebaya Surabaya untuk menyamakan skor terus terhambat karena pertahanan Bhayangkara yang solid.
Statistik dan Penilaian Akhir
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya unggul dalam jumlah tembakan (14 percobaan) dan penguasaan bola (52 persen). Namun, Bhayangkara lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, dengan 7 tembakan yang 5 di antaranya tepat sasaran.
Bhayangkara juga unggul dalam hal sapuan dan intersep, yaitu 23 sapuan dan 21 intersep, yang membantu meredam dominasi tuan rumah. Meski kalah, Persebaya Surabaya harus belajar dari kekalahan ini. Kemenangan Bhayangkara bukan hanya didasarkan pada dominasi, tetapi juga ketajaman dan ketenangan dalam membaca momentum permainan.
Kesimpulan
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya yang selama 13 laga sebelumnya tampil konsisten. Bhayangkara Presisi Lampung FC memberi pelajaran berharga bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh dominasi, tetapi oleh efektivitas dan kedewasaan dalam bermain. Dengan hasil ini, Bhayangkara makin kuat dalam perburuan poin, sementara Persebaya Surabaya harus segera memperbaiki performa untuk menghadapi laga-laga berikutnya.





