Kontroversi Kartu Merah yang Mengguncang Laga Inter Milan vs Juventus
Pertandingan antara Inter Milan dan Juventus pada Minggu (15/2/2026) berakhir dengan kontroversi besar terkait pemberian kartu merah kepada Pierre Kalulu. Hasil akhir pertandingan adalah kemenangan 3-2 bagi Inter Milan, namun kejadian tersebut memicu reaksi keras dari pihak Juventus.
Reaksi Juventus atas Keputusan Wasit
Juventus sangat marah terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Mereka menilai bahwa keputusan untuk memberikan kartu merah kepada Kalulu tidak dapat diterima dan merusak keseluruhan jalannya pertandingan. Hal ini membuat pelatih Inter, Simone Inzaghi, menolak berbicara kepada media dan justru mengutus direktur klub, Giorgio Chiellini serta Damien Comolli, untuk menyampaikan pernyataan resmi.
Giorgio Chiellini, selaku Director of Football Strategy, menyampaikan bahwa situasi yang terjadi hari ini adalah hal yang tidak bisa diterima. Ia menyoroti bahwa keputusan seperti itu tidak boleh dianggap remeh dan harus segera diubah.
“Sejak awal tahun, kami telah mengatakan bahwa tidak ada struktur yang memadai untuk liga ini. Kita tidak bisa terus seperti ini,” ujar Chiellini.
Sementara itu, CEO Juventus, Damien Comolli, juga menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. Ia menilai bahwa apa yang terjadi hari ini sangat memalukan bagi sepak bola Italia. Menurutnya, pemain dan pelatih Juventus sangat frustrasi dengan hasil minor yang mereka dapatkan.
“Kami kehilangan tiga poin, tetapi sepak bola Italia kehilangan jauh lebih banyak. Pesan ini, yang utama dan terutama, adalah untuk para penggemar kami. Di Juventus, kami bersatu untuk melawan ketidakadilan dan kami tidak akan menyerah.”
Pembelaan dari Pelatih Inter Milan
Cristian Chivu, pelatih Inter Milan, memberikan pembelaan terhadap pemainnya. Ia membantah bahwa Alessandro Bastoni berpura-pura jatuh agar Pierre Kalulu dikartu merah. Chivu mengungkapkan bahwa ia melihat adanya sentuhan ringan yang terjadi, meskipun tidak terlalu jelas.
“Saya pikir itu sentuhan yang ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saat saya menghadapi situasi serupa di Liga Champions, saya memberi tahu pemain saya untuk tidak menempatkan diri mereka dalam situasi yang memaksa wasit mengambil keputusan,” ujar Chivu.
Ia juga menegaskan bahwa Kalulu adalah pemain berpengalaman dan seharusnya tahu bagaimana menghindari situasi seperti ini. “Kalulu adalah pemain berpengalaman dan dia seharusnya tahu bahwa dalam situasi seperti ini, tangan Anda jangan menyentuh lawan,” tegasnya.
Chivu juga mengungkapkan bahwa ia dulunya adalah seorang bek, sehingga ia tahu bagaimana bereaksi jika kartu merah diberikan kepadanya. “Jika saya sudah mendapat kartu kuning, saya tidak akan menaruh tangan saya pada lawan, terutama saat serangan balik ketika saya sudah didahului oleh lawan,” tambahnya.
Perjalanan Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan skor 1-1 setelah Andrea Cambiaso mencetak gol di kedua gawang. Gol sundulan Francesco Pio Esposito dibalas oleh Manuel Locatelli. Akhirnya, Inter Milan menang 3-2 berkat tendangan Piotr Zielinski yang mengecoh Michele Di Gregorio karena bola melewati celah kaki Locatelli.
Kondisi Psikologis Tim Inter Milan
Meskipun Inter Milan berada di puncak klasemen Serie A, Chivu mengakui bahwa statistik melawan rival besar memengaruhi psikologi tim. Ia berharap pertandingan malam ini menjadi titik balik bagi hambatan mental dan fisik yang dimiliki tim.
“Saya tidak menyukai performanya, kami tidak memiliki tenaga atau ketajaman untuk melakukan apa yang telah kami siapkan atau memainkan gaya sepak bola kami,” ujar Chivu.





