Frank de Boer Mengungkap Lawan Tersulit dalam Karier
Frank de Boer, legenda timnas Belanda dan Barcelona, baru saja menghadiri acara peluncuran kerja sama BRI dengan FC Barcelona di Jakarta. Sebagai tamu spesial, ia hadir dalam sesi meet and greet di Kota Kasablanka, Sabtu (14/2/2026). Selain menyampaikan sambutan, ia juga menjawab pertanyaan dari para penggemar tentang lawan terberat yang pernah ia hadapi sepanjang karier.
Lawan Tersulit: Ronaldo dan Romario
Dalam sesi wawancara singkat, Frank de Boer menyebut dua nama yang menjadi rival terberatnya. “The Real Ronaldo, hmm… dan Romario,” ujarnya sambil tersenyum. Dua penyerang legendaris Brasil ini memang dikenal sebagai pemain yang sangat tangguh dan sering menghadapi De Boer selama kariernya.
Kemungkinan besar, referensi yang dimaksud adalah mantan bomber maut Selecao, Ronaldo Luis Nazario de Lima, yang pernah bersinggungan langsung dengan De Boer di berbagai ajang kompetisi. Mereka bertemu enam kali dalam pertandingan klub maupun tim nasional.
Salah satu momen paling menonjol adalah semifinal Piala Dunia 1998 saat Belanda melawan Brasil di Velodrome, Marseille. Pertandingan sengit itu menjadi ajang ketangkasan Ronaldo menghadapi lini pertahanan Oranje, termasuk De Boer. Ronaldo berhasil mencetak gol lebih dulu pada menit ke-46, namun Belanda berhasil menyamakan skor lewat gol Patrick Kluivert tiga menit jelang akhir waktu normal.
Keunggulan Belanda di babak tambahan waktu akhirnya berujung pada adu penalti. De Boer dan Ronaldo masing-masing menjadi penembak pertama bagi timnya, dan keduanya berhasil menunaikan tugas. Namun, kegagalan dua penembak terakhir Belanda, Phillip Cocu dan Ronald de Boer, membuat mereka gugur secara dramatis.
Kejadian Menarik di Prancis
Meski kalah di Prancis, hasil buruk tersebut menjadi satu-satunya kekalahan De Boer dari Ronaldo. Dalam tiga pertemuan awal, De Boer unggul dengan dua kemenangan (4-1, 1-0) dan sekali imbang (1-1). Bentrokan lain terjadi saat De Boer bergabung dengan Barcelona dan Ronaldo Luiz direkrut Real Madrid.
Dalam duel El Clasico pekan ke-30 Liga Spanyol 2002-2003, keduanya harus puas berbagi hasil imbang 1-1. Gol yang memasuki gawang De Boer dan rekan-rekannya tentu saja dicetak oleh Ronaldo.
Pengalaman di Indonesia
Kehadiran Frank de Boer di Indonesia menjadi bagian dari acara BRI Week yang diselenggarakan pada 13-15 Februari 2026 di Jakarta. Ia mengaku senang dengan antusiasme penggemar di sini. “Fantastis, orang-orang di sini sangat ramah,” ujarnya kepada media.
Ini merupakan pertama kalinya De Boer datang ke Indonesia, terutama Jakarta. “Saya sudah mengunjungi banyak negara, tapi belum pernah ke Indonesia. Mereka menerima saya dengan luar biasa, orang-orangnya baik.”
De Boer juga berencana untuk jalan-jalan di sekitar Batavia besok. Ia sukses sebagai pelatih Ajax dan kini menjadi bagian dari kolaborasi BRI dengan FC Barcelona.
Kolaborasi BRI dan FC Barcelona
BRI dan FC Barcelona sepakat bekerja sama karena memiliki visi dan nilai-nilai yang sama. “Barcelona lahir pada 1899. Nilai utama klub ini adalah kerendahan hati, usaha keras, ambisi, rasa hormat, dan kerja sama,” kata Bryan Bachner, Managing Director APAC and the Americas FC Barcelona.
Sementara itu, BRI berdiri pada 1895 dengan nilai utama berupa kompetensi, loyalitas, kemampuan adaptasi, dan kolaborasi. “Jarak usia yang tidak jauh menunjukkan jelas bahwa kami berdua adalah institusi yang bertahan satu abad lamanya.”
Mereka berharap bisa saling menginspirasi masyarakat. BRI menyediakan dukungan finansial untuk kegiatan bisnis di Indonesia, sedangkan Barca menginspirasi penggemar dengan gaya bermain sepak bola ajaib yang telah memiliki tempat khusus dalam sejarah sepak bola.






