Penangkapan AKP Yohanes Bonar Adiguna: Dugaan Keterlibatan dalam Peredaran Narkotika

AKP Yohanes Bonar Adiguna, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kukar, ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Ia kini menjalani penahanan di Rutan Polda Kaltim sejak 2 Mei 2026. Penangkapan ini menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat, terutama karena kasus ini melibatkan aparat penegak hukum.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah adanya informasi mengenai dugaan keterlibatan AKP Yohanes dalam jaringan narkotika. Hal ini memicu respons dari Mabes Polri, yang melalui Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim memberikan dukungan penuh dalam pengembangan kasus ini. Langkah ini menunjukkan bahwa pihak berwenang memandang serius dugaan keterlibatan aparat dalam kasus narkoba.

Pengawasan dari Mabes Polri

Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh dalam pengembangan kasus yang menyeret AKP Yohanes. “Kami dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan melakukan back up penanganan kasus untuk kepentingan pengembangan kasus tersebut,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa kasus ini tidak hanya menjadi perhatian internal, tetapi juga menjadi perhatian publik. Keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus narkoba selalu menjadi sorotan besar, karena dianggap menciderai kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Karier yang Menjanjikan

Di balik kasus yang kini menjeratnya, AKP Yohanes Bonar Adiguna sebelumnya dikenal sebagai salah satu perwira muda dengan karier cukup menjanjikan di Polda Kalimantan Timur. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2015 dan tercatat berada di peringkat 158 dari ratusan taruna yang lulus saat itu.

Tidak hanya itu, karier akademiknya juga terbilang menonjol. Pada tahun 2020, Yohanes melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan berhasil lulus dengan peringkat delapan besar. Prestasi tersebut membuat namanya cukup diperhitungkan di lingkungan kepolisian.

Dalam perjalanan kariernya, AKP Yohanes pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di wilayah hukum Polda Kaltim. Pada tahun 2020, ia dipercaya menjabat sebagai Kasat Polair Polres Paser. Setahun kemudian, ia dimutasi sebagai Pamin Sepripim Polda Kaltim sebelum akhirnya dipercaya mengisi posisi Pejabat Sementara (Ps) Kasat Reskrim Polres Kutai Barat.

Jabatan terakhir yang diembannya adalah Kasat Narkoba Polres Kutai Kartanegara, posisi yang kini justru menyeret namanya ke dalam pusaran dugaan kasus narkotika.

Kondisi Kesehatan AKP Yohanes

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan kondisi kesehatan AKP Yohanes dalam keadaan baik selama menjalani proses pemeriksaan. Ia disebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara Polda Kaltim dan dinyatakan sehat.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait barang bukti maupun kronologi lengkap penangkapan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kaltim. Publik kini menanti hasil pengembangan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang ikut terlibat.

Kesimpulan

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman narkotika tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga dapat merusak aparat penegak hukum yang seharusnya berada di garis depan pemberantasan narkoba. Dengan penangkapan AKP Yohanes Bonar Adiguna, masyarakat kembali diingatkan bahwa integritas dan kepercayaan adalah hal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

© 2026 Info Malang Raya. All rights reserved.

Exit mobile version