Ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik akhirnya angkat bicara setelah gagal meraih gelar juara All England Open 2026. Tim Malaysia kembali mengalami kekecewaan dalam pertandingan ini, khususnya di sektor ganda putra. Pasangan terakhir mereka, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, harus menerima kekalahan di final All England Open 2026 yang digelar pada Minggu (8/3/2026).

Dalam laga tersebut, Aaron dan Soh berhadapan dengan pasangan asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Meskipun awalnya berhasil memenangkan gim pertama, mereka akhirnya kalah dalam tiga gim dengan skor akhir 21-18, 12-21, 19-21. Hasil ini membuat Malaysia kembali tidak mampu meraih gelar juara All England Open pada edisi 2026.

Malaysia terakhir kali meraih gelar juara All England Open pada tahun 2021 melalui tunggal putra mereka, Lee Zii Jia. Sementara untuk sektor ganda putra, pasangan terakhir yang berhasil menjuarai turnamen bergengsi ini adalah Koo Kien Keat/Tan Boon Heong pada 2007 silam. Hingga saat ini, belum ada ganda putra yang mampu mengulangi prestasi mereka.

Setelah kekalahan dari Kim/Seo, Aaron Chia mengakui bahwa mereka merasa sedih, tetapi tetap optimis akan kesempatan di masa depan. Ia menyatakan bahwa meskipun kalah lagi, mereka telah belajar banyak hal.

“Tentu saja, kalah lagi itu menyakitkan, tapi kita sudah belajar banyak,” ujarnya. “Kita gagal meraih gelar Super 1000 pertama kita, tapi mungkin ini belum waktunya bagi kita. Masih banyak kesempatan di depan.”

Sementara itu, Soh Wooi Yik juga mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan selama pertandingan. Meskipun merasa kecewa, ia tetap menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk turnamen berikutnya.

“Saya rasa mereka memiliki keunggulan setelah kami berganti lapangan di pertandingan penentu. Kami menyadari situasi tersebut tetapi tidak bisa mengendalikannya,” kata Soh. “Saya membuat kesalahan sederhana yang merugikan kami. Tentu saja ini mengecewakan, tetapi kami harus terus maju. Kali ini, kami lebih dekat untuk mencapai tujuan kami. Kami bisa melihat itu dan berharap pengalaman di sini akan membantu kami melakukannya dengan benar di turnamen besar berikutnya.”

Meski hasilnya pahit, Aaron Chia tetap mengakui bahwa bisa bermain di All England adalah pengalaman istimewa baginya. “Bermain di sini selalu seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Ini seperti Wimbledon kami,” tambahnya.



Pengalaman ini tentu menjadi langkah penting bagi Aaron dan Soh dalam perjalanan karier mereka. Meskipun belum berhasil meraih gelar juara All England Open 2026, mereka tetap menunjukkan performa yang menjanjikan. Dengan pengalaman yang diperoleh, harapan besar diarahkan kepada turnamen-turnamen besar berikutnya. Mereka yakin bahwa kesempatan untuk meraih gelar juara masih terbuka lebar, dan dengan persiapan yang lebih matang, mereka dapat memberikan prestasi terbaik di masa depan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version