Anggaran Festival Pegon di Jember Dipangkas Drastis, Hanya Rp7 Juta yang Cair
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, memangkas anggaran untuk kegiatan festival pegon yang akan digelar pada Sabtu (28/3/2026) besok. Festival ini sebelumnya dialokasikan sebesar Rp200 juta dalam rencana APBD 2026, namun hanya Rp7 juta yang cair dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menyampaikan bahwa angka yang diterima jauh dari yang sudah disepakati dalam pembahasan anggaran. Ia menilai hal ini sangat disesalkan karena festival tersebut bukan sekadar agenda budaya masyarakat pesisir Pantai Watu Ulo Kecamatan Ambulu Jember.
Festival Pegon memiliki peran penting sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus momentum kebangkitan ekonomi lokal. Festival ini digelar pasca-Lebaran yang sarat makna syukur bagi masyarakat setempat. Pada tahun sebelumnya, event tahunan ini juga sempat tidak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah daerah akibat efisiensi anggaran dari Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
Candra mengaku akan menelusuri sumber ketimpangan rencana anggaran dengan realisasi ini, sebab pemangkasannya terlampau besar. Harapan ke depan adalah adanya konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan agar kegiatan budaya seperti ini benar-benar mendapat dukungan maksimal.
Dukungan Pemerintah Tidak Sepenuhnya Berupa Dana
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Jember, Bobby Arie Sandi, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap memberikan dukungan terhadap festival itu meskipun tidak dalam bentuk anggaran penuh. Ia menjelaskan bahwa pihaknya berkolaborasi, salah satunya dengan mendukung penampilan di titik finish. Di Watu Ulo, mereka juga support untuk tampilan-tampilan budaya.
Festival pegon di Pantai Watu Ulo nantinya dimeriahkan berbagai pentas seni budaya. Sehingga kegiatan itu akan menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai latar belakang masyarakat. Selain budaya Jawa, pengaruh budaya dari Ponorogo juga cukup kuat, termasuk tradisi Reog. Selain Festival Pegon, terdapat tradisi lain yang berlangsung bersamaan, yakni perayaan ketupatan di kawasan pesisir selatan.
Peserta Harus Menanggung Sendiri Biaya Acara
Ketua Paguyuban Pelestarian Pegon Jember Selatan, Syamsul Arifin, mengungkapkan bahwa pihaknya mengajukan dana sebesar Rp14,5 juta. Namun, yang disetujui Disporaparbud Jember hanya Rp7 juta. Sisanya harus ditanggung sendiri oleh peserta.
Arifin mengungkapkan bahwa para peserta terpaksa membawa konsumsi sendiri, karena panitia penyelenggara tidak bisa menanggung biaya tersebut. Tumpeng, sound system, hingga jasa reog akan ditanggung secara swadaya. Kondisi ini sama seperti tahun lalu yang bahkan tak mendapatkan support anggaran imbas efisiensi yang dilakukan pemkab.
Kecilnya dukungan biaya ini, Arifin menilai hal itu menjadi salah satu faktor penyebab penyelenggaraan festival pegon tidak berkembang, bahkan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Meski begitu, ia menyatakan bahwa teman-teman tetap berjuang sendiri untuk melestarikan Pegon.
Festival Pegon Masuk Kalender Event Daerah
Arifin heran bahwa festival ini tidak diprioritaskan Pemkab Jember. Padahal, festival ini sudah masuk kalender event agenda tahunan daerah dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Festival pegon ini akan dimeriahkan oleh 36 Pegon hias dari Kecamatan Ambulu, Tempurejo dan Wuluhan.
