Perdana Menteri Israel Menginginkan Kemandirian di Bidang Pertahanan
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan keinginannya untuk mengurangi hingga menghentikan bantuan keuangan Amerika Serikat dalam 10 tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan program televisi CBS News, 60 Minutes, yang menyoroti hubungan antara Washington dan Tel Aviv serta penurunan dukungan publik Amerika terhadap Israel.
Netanyahu menjelaskan bahwa dirinya telah menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden AS Donald Trump maupun masyarakat Israel. Ia menegaskan bahwa proses pengurangan bantuan keuangan dari AS harus segera dimulai dan ditargetkan selesai dalam sepuluh tahun ke depan.
Bantuan Militer AS kepada Israel
Saat ini, Amerika Serikat memberikan bantuan militer sebesar 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp60 triliun per tahun kepada Israel. Bantuan ini sebagian besar digunakan untuk membeli persenjataan buatan Amerika dan menjadi bagian dari perjanjian kerja sama pertahanan jangka panjang yang diteken pada 2016. Dalam kesepakatan tersebut, Washington berkomitmen memberikan total bantuan militer sebesar 38 miliar dolar AS hingga tahun 2028, termasuk 5 miliar dolar untuk sistem pertahanan rudal Iron Dome.
Sejak berdiri pada 1948 di wilayah Palestina yang diduduki, Israel telah menerima lebih dari 300 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan ekonomi dan militer dari Washington. Bantuan Amerika mencakup sekitar 16 persen dari total anggaran militer Israel. Meski demikian, Netanyahu menilai sudah waktunya Israel mulai mandiri secara finansial di bidang pertahanan.
Tantangan Geopolitik dan Penurunan Dukungan Publik
Pernyataan Netanyahu muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik berkepanjangan di Gaza serta meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Dalam wawancara yang sama, ia juga menyoroti menurunnya dukungan publik Amerika terhadap Israel. Berdasarkan survei terbaru Pew Research, enam dari sepuluh warga Amerika kini memiliki pandangan negatif terhadap Israel, meningkat tajam dibanding beberapa tahun terakhir.
Namun, Netanyahu menolak anggapan bahwa perang di Jalur Gaza menjadi penyebab utama perubahan opini publik tersebut. Ia justru menuding adanya manipulasi di media sosial yang dilakukan pihak tertentu untuk melemahkan simpati warga Amerika terhadap Israel.
Perspektif Internasional
Serangan Israel di Jalur Gaza sendiri telah menewaskan lebih dari 71 ribu warga Palestina sejak 7 Oktober 2023. Agresi militer Israel di Jalur Gaza, Lebanon, hingga Iran juga menuai kritik luas, termasuk dari sejumlah tokoh publik dan politikus Amerika Serikat. Pada Maret lalu, Senator AS Bernie Sanders bahkan mengajukan resolusi untuk memblokir penjualan senjata hampir 660 juta dolar AS kepada Israel.
Pengulangan Pernyataan Netanyahu
Pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai rencana mengurangi hingga menghentikan bantuan keuangan Amerika Serikat ternyata bukan hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, Netanyahu berulang kali menyampaikan keinginannya agar Israel tidak lagi bergantung pada dana militer dari Washington.
Pada Januari 2026, Netanyahu mulai menyinggung hal tersebut dalam sejumlah wawancara media Israel dan internasional. Ia menyebut Israel harus menjadi negara yang lebih mandiri di bidang pertahanan dan tidak selamanya bergantung pada bantuan luar negeri. Saat itu, ia mengatakan Israel memiliki kemampuan ekonomi dan industri militer yang cukup kuat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap bantuan Amerika secara bertahap.
Tanda-tanda Awal Perubahan
Pernyataan serupa kembali disampaikan Netanyahu dalam berbagai forum sepanjang Februari hingga April 2026. Dalam salah satu pidatonya di Yerusalem pada Februari lalu, ia menegaskan bahwa Israel perlu “melepaskan diri” dari komponen bantuan finansial AS dalam kerja sama militer kedua negara. Netanyahu bahkan menyebut proses tersebut sebaiknya dimulai sekarang dan ditargetkan selesai dalam satu dekade mendatang.
Pada Mei 2025, sejumlah media Israel melaporkan Netanyahu mengatakan bahwa Israel perlu mulai “melepaskan diri” dari bantuan militer Washington secara bertahap, meski negara itu masih menerima sekitar 4 miliar dolar AS per tahun untuk pembelian senjata dan kebutuhan pertahanan.
Tensi Hubungan dengan Pemerintahan AS
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Netanyahu dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Beberapa laporan media menyebut Washington mulai kecewa terhadap kebijakan Israel terkait perang Gaza, Iran, hingga penanganan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina.
Meski belum berbentuk kebijakan resmi saat itu, ucapan Netanyahu pada Mei 2025 kini dianggap sebagai sinyal awal dari rencananya untuk mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan militer AS.
