Bacaan Liturgi Pekan IV Tahun A

Pada pekan keempat tahun A, bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk memperingati perayaan Yesus Dipersembahkan di Kanisah. Hari Senin, 2 Februari 2026, menjadi hari istimewa yang diperingati dengan warna liturgi putih.

Bacaan Hari Senin

Bacaan-bacaan liturgi pada hari Senin terdiri dari beberapa bagian, antara lain:
– Bacaan Pertama: Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18.
– Mazmur Tanggapan: Mzm 24:7-10.
– Injil: Luk 2:22-40 (versi panjang) atau Luk 2:22-32 (versi pendek).
– Bacaan Khusus Orang (BCO): Kel 13:1-3a.11-16.

Bacaan Pertama

Dalam Bacaan Pertama, kitab Malekhi mengungkapkan pesan tentang kedatangan Tuhan yang akan datang untuk membersihkan dan menyucikan orang-orang percaya. Kitab ini menunjukkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya untuk mempersiapkan jalan di hadapan-Nya.

  • Mal 3:1

    Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

  • Mal 3:2

    Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

  • Mal 3:3

    Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

  • Mal 3:4

    Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Mazmur Tanggapan

Mazmur Tanggapan mengajak umat untuk membuka pintu-pintu gerbang dan menyambut Raja Kemuliaan:

  • Mzm 24:7

    Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

  • Mzm 24:8

    “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!”

  • Mzm 24:9

    Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

  • Mzm 24:10

    “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela

Injil Katolik

Injil Lukas menceritakan peristiwa Yesus dibawa ke Bait Allah oleh orang tua-Nya, yaitu Maria dan Yusuf, sesuai dengan hukum Taurat Musa. Dalam injil ini juga disebutkan tentang Simeon, seorang lelaki benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Ia kemudian menyambut Yesus dan memberikan doa syukur:

  • Luk 2:22

    Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,

  • Luk 2:25

    Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,

  • Luk 2:29

    “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,

  • Luk 2:31

    sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,

  • Luk 2:32

    yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,

  • Luk 2:33

    yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Bacaan Khusus Orang (BCO)

Dalam BCO, kitab Keluaran mengingatkan umat Israel akan pentingnya persembahan anak sulung kepada Tuhan. Bagian ini juga mengingatkan tentang peristiwa pembunuhan anak sulung Mesir sebagai tanda kekuasaan Tuhan:

  • Kel 13:1

    Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

  • Kel 13:2

    “Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka.”

  • Kel 13:11

    Apabila engkau telah dibawa TUHAN ke negeri orang Kanaan, seperti yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dan negeri itu telah diberikan-Nya kepadamu,

  • Kel 13:15

    Sebab ketika Firaun dengan tegar menolak untuk membiarkan kita pergi, maka TUHAN membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung manusia sampai anak sulung hewan. Itulah sebabnya maka aku biasa mempersembahkan kepada TUHAN segala binatang jantan yang lahir terdahulu dari kandungan, sedang semua anak sulung di antara anak-anakmu lelaki kutebus.

  • Kel 13:16

    Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir.






Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version