Dampak Banjir Luapan Sungai di Jember

Banjir luapan delapan sungai di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), telah merendam 10 kecamatan dengan total 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada jembatan dan tempat ibadah.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menilai bahwa pembangunan perumahan di bantaran sungai menjadi salah satu pemicu utama bencana banjir rutin yang terjadi di wilayah ini.

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember hingga Jumat (13/2/2026) pukul 22.00 WIB, jumlah korban banjir mencapai 7.445 KK yang tersebar di 10 kecamatan dan 23 desa atau kelurahan. Berikut rincian jumlah warga terdampak di berbagai kecamatan:

  • Kecamatan Rambipuji: 3.774 KK
  • Kecamatan Balung: 1.581 KK
  • Kecamatan Wuluhan: 1.464 KK
  • Kecamatan Bangsalsari: 316 KK
  • Kecamatan Kaliwates: 220 KK
  • Kecamatan Puger: 46 KK
  • Kecamatan Sukorambi: 33 KK
  • Kecamatan Panti: 6 KK
  • Kecamatan Kalisat: 3 KK
  • Kecamatan Ajung: 2 KK

Selain merendam rumah warga, banjir juga menghancurkan fasilitas umum dan infrastruktur vital. Tiga jembatan rusak, satu masjid ambruk, satu balai desa terendam, serta satu pondok pesantren ikut tergenang air.

Respons Bupati Gus Fawait

Menanggapi bencana tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi diprediksi terjadi mulai 10 hingga 20 Februari 2026. Ia menilai bahwa bencana kali ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu debit air sungai dan infrastruktur pengairan yang tidak memadai.

“Karena bantaran sungai dibangun perumahan, tentu ini membahayakan,” ujarnya.

Gus Fawait menegaskan bahwa selama infrastruktur pengairan sungai tidak dibenahi, bencana banjir di Jember berpotensi terus berulang setiap tahunnya. Namun, ia juga meminta masyarakat memaklumi keterbatasan waktu dalam penanganan infrastruktur besar.

“Masalah infrastruktur tidak bisa diselesaikan selama sebulan, dua bulan. Saya baru menjabat satu tahun. Tapi kami sudah tahu apa yang membuat banjir di Jember terus berulang,” katanya.

Terkait kerusakan fisik, Gus Fawait menjelaskan bahwa perbaikan beberapa jembatan yang rusak akibat bencana tersebut akan direalisasikan di tahun anggaran berikutnya.

“Ini akan masuk perencanaan di APBD, ataupun APBD 2027,” paparnya.

Penanganan Darurat BPBD

Sementara itu, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan bahwa tim gabungan terus bergerak cepat di lapangan. Saat ini, lumpur dan material banjir telah dibersihkan di rumah warga yang mulai surut. Selain itu, kebutuhan dasar pengungsi juga menjadi prioritas.

Edy menyebut penyaluran bantuan logistik dan operasional dapur umum telah dilakukan di beberapa titik krusial untuk melayani warga terdampak.

“Hingga saat ini tim masih melakukan penanganan,” tambahnya.

Mengapa Jember Langganan Banjir?

Kabupaten Jember secara geografis memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Wilayah ini dilintasi oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) besar seperti Sungai Bedadung, Sungai Tanggul, dan Sungai Mayang yang berhulu di pegunungan Argopuro dan Raung.

Kondisi topografi Jember yang berbentuk cekungan seringkali membuat air kiriman dari hulu menumpuk di area hilir saat curah hujan tinggi. Selain faktor alam, alih fungsi lahan di area hulu dan penyempitan badan sungai akibat permukiman di bantaran, seperti yang disinggung Bupati, memperparah kondisi ini, membuat air lebih cepat meluap ke permukiman warga.

Tips/Imbauan Keselamatan Banjir

  • Matikan Listrik: Segera turunkan saklar meteran listrik (MCB) jika air mulai masuk ke dalam rumah untuk menghindari sengatan listrik.
  • Amankan Dokumen Penting: Simpan ijazah, surat tanah, dan dokumen berharga lainnya di dalam plastik kedap air dan letakkan di tempat tinggi.
  • Waspada Penyakit: Gunakan alas kaki saat membersihkan sisa banjir untuk menghindari penyakit kulit atau leptospirosis, dan segera periksa ke posko kesehatan jika merasa kurang sehat.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version