Infomalangraya.net – Djajang Nurdjaman kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala PS Barito Putera untuk mengarungi Championship 2026/2027.
Djajang Nurdjaman diresmikan oleh Barito pada Selasa (20/10/2026) padahal sebelumnya tengah duduki jabatan strategis di Persib Bandung sebagai Direktur Akademi.
Manajemen Laskar Antasari kembali mempercayakan possisi pelatih kepala kepada Djanur setelah sebelumnya ia pernah menangani klub asal Kalimantan Selatan itu pada 2019 hingga 2021.
Dikutip dari laman resmi ILeague, CEO Barito Putera, H. Hasnuryadi Sulaiman berharap pengalaman dan kompetensi Djanur bisa membawa perubahan positif bagi tim, terutama dalam meningkatkan performa serta membangun komposisi pemain.
“Kami berharap pengalaman dan kompetensi Coach Djanur dapat membantu tim berkembang, membangun kekompakan, serta menghadapi kompetisi dengan kesiapan dan semangat yang lebih kuat,” ujar Hasnuryadi.
Djanur diharapkan mampu menjaga momentum tim sekaligus meningkatkan konsistensi permainan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Ia akan langsung menghadapi tantangan bersama Barito Putera menantang PSBS Biak di Stadion Sriwedari, SOlo (23/10/2026).
Mengenal Djadjang Nurdjaman
Djadjang Nurdjaman merupakan sosok yang tidak asing bagi pencinta sepak bola Indonesia, khususnya pendukung Persib Bandung.
Pelatih kelahiran Majalengka tersebut memiliki perjalanan panjang di dunia sepak bola, baik ketika masih menjadi pemain maupun setelah beralih profesi menjadi pelatih.
Sebelum dikenal sebagai pelatih, Djanur lebih dahulu membangun reputasinya sebagai pemain Persib Bandung.
Ia menjadi bagian dari skuad Maung Bandung yang meraih gelar juara Perserikatan pada 1986, 1989/1990, dan 1993/1994.
Salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya terjadi pada final Perserikatan 1986.
Djanur mencetak gol tunggal yang membawa Persib mengalahkan Perseman Manokwari sekaligus memastikan gelar juara bagi klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Djanur tidak meninggalkan sepak bola. Ia melanjutkan kiprahnya di dunia kepelatihan dan sempat menjadi asisten pelatih Persib Bandung di bawah arahan Indra Thohir pada musim 1994/1995.
Dalam peran tersebut, Djanur turut menjadi bagian dari keberhasilan Persib meraih gelar juara Liga Indonesia edisi perdana.
Pengalaman itu menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
Djanur kemudian meniti karier kepelatihan dengan menangani sejumlah tim dan kelompok usia sebelum kembali dipercaya menjadi pelatih kepala Persib Bandung pada 2012.
Kesempatan tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik. Pada 2014, Djanur membawa Persib meraih gelar juara ISL setelah mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti pada partai final di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang.
Gelar tersebut terasa istimewa karena melengkapi perjalanan Djanur bersama Persib.
Ia berhasil merasakan gelar juara bersama klub tersebut dalam tiga kapasitas berbeda, yakni sebagai pemain, asisten pelatih, dan pelatih kepala.
Kesuksesannya bersama Persib berlanjut pada 2015. Djanur mengantarkan Maung Bandung menjuarai Piala Presiden setelah mengalahkan Sriwijaya FC pada pertandingan final.
Setelah meninggalkan Persib pada 2017, Djanur melanjutkan kariernya dengan menangani PSMS Medan.
Ia membawa tim tersebut mencapai final Liga 2 2017 dan menjadi runner-up, sekaligus mengantarkan PSMS promosi ke kompetisi kasta tertinggi.
Perjalanan Djanur berlanjut bersama Persebaya Surabaya sebelum akhirnya menangani Barito Putera pada 2019.
Ia dipercaya memimpin Laskar Antasari untuk menghadapi persaingan Liga 1 dan membantu tim berupaya menjauh dari ancaman degradasi.
Djanur menangani Barito Putera hingga Desember 2021. Setelah itu, ia melanjutkan karier bersama sejumlah klub, termasuk Persikabo 1973, Persela Lamongan, dan Gresik United.
Pada 2025, Djanur kembali ke lingkungan Persib Bandung dengan menjabat sebagai direktur teknik. Pengalamannya yang panjang membuat namanya tetap diperhitungkan dalam sepak bola nasional.
Kini, Djanur kembali dipercaya menjadi pelatih kepala Barito Putera pada Championship 2026/2027. Kembalinya ia ke Laskar Antasari membawa harapan baru bagi klub untuk meningkatkan performa, memperkuat kekompakan tim, dan bersaing lebih baik dalam perebutan posisi di klasemen.
Profil Djadjang Nurdjaman
- Nama Lengkap : Djadjang Nurdjaman
- Tanggal lahir / Usia : 30 Mar 1964 (62 Tahun)
- Tempat Kelahiran : Majalengka
- Kewarganegaraan : Indonesia
- Periode rerata sebagai pelatih : 0,86 Tahun
- Lisensi Kepelatihan : Lisensi Pro – AFC
- Formasi yang disukai : 4-3-3 Defending
Statistik Nil Maizar saat Menjadi Pelatih:
- Persib Bandung — Asisten pelatih (1995–1998).
- Persib Bandung — Pelatih tim junior (1996–2006).
- Persib Bandung — Pelatih interim (2006).
- Persib Bandung — Asisten pelatih (2006–2008).
- Persib Bandung — Pelatih interim (2007–2008).
- Pelita Jaya — Pelatih interim (2011–2012).
- Persib Bandung — Pelatih kepala (2012–2016), mencatatkan 64 pertandingan.
- Persib Bandung — Pelatih kepala (2016–2017), mencatatkan 19 pertandingan.
- PSMS Medan — Pelatih kepala (2018), mencatatkan 17 pertandingan.
- Persebaya Surabaya — Pelatih kepala (2018–2019), mencatatkan 41 pertandingan.
- Barito Putera — Pelatih kepala (2019–2021), mencatatkan 42 pertandingan.
- Persikabo 1973 — Pelatih kepala (2022–2023), mencatatkan 20 pertandingan.
- Persela Lamongan — Pelatih kepala (2023–2024), mencatatkan 18 pertandingan.
- Persikabo 1973 — Pelatih kepala (2024), mencatatkan 14 pertandingan.
- Gresik United — Pelatih kepala (2024–2025), mencatatkan 16 pertandingan.
- Persib Bandung — Direktur akademi (2025–2026).
- Barito Putera — Kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 20 Oktober 2026
(Infomalangraya.net/Peserta Magang STMIK Amikom Surakarta/Ilham Andre)
