Persiapan untuk Pemulihan Dua Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz

Sejumlah narasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa Iran telah memberikan izin bagi dua kapal tanker Indonesia yang terjebak di Teluk Persia dan tidak bisa melintasi Selat Hormuz. Pertanyaannya, apakah informasi tersebut benar?

Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman. Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menjelaskan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah melakukan koordinasi intensif sejak awal untuk memastikan keselamatan kapal-kapal tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl.

Setelah mendapatkan respons positif dari Iran, langkah tindak lanjut telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam aspek teknis dan operasional. Meski demikian, hingga saat ini belum ada waktu pasti kapan kapal-kapal tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Iran untuk mengupayakan keluarnya dua kapal tanker Pertamina dari Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa proses ini tidak mudah, tetapi komunikasi tetap dibangun.

“Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun,” kata Bahlil saat dijumpai di kantor Kemenko Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, pada Rabu (4/3/2026), Bahlil juga memastikan bahwa terjebaknya dua kapal tersebut di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, karena pemerintah segera mencari alternatif energi di Amerika Serikat.

Data Posisi Kapal Tanker Indonesia

Berdasarkan data dari situs Vessel Finder, dua kapal tanker Indonesia yang terjebak di Teluk Persia dan tak bisa melintasi Selat Hormuz adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro. Posisi kedua kapal itu bisa terlacak lewat situs tersebut.

Menurut peta yang tercantum dalam laman Vessel Finder.com, kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Persia dan belum melintasi Selat Hormuz. Kapal Pertamina Pride yang berlayar dengan bendera Singapura diketahui masih berada di dekat perairan Bahrain, sementara Gamsunoro yang berbendera Panama masih berada di perairan dekat Kuwait.



Titik kapal Pertamina Pride di Teluk Persia, Sabtu (28/3/2026). – (vesselfinder.com)



Titik kapal Gamsunoro milik Pertamina di Teluk Persia, Sabtu (28/3/2026). – (vesselfinder.com)

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron pada Selasa (3/3/2026) mengatakan bahwa total terdapat empat kapal terkait, namun dua kapal lainnya berada di luar Selat Hormuz. Baron menyebutkan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah saat ini sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah ke Indonesia.

Perizinan Iran untuk Kapal Negara Sahabat

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan negaranya mengizinkan kapal-kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz. Adapun kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang melewati wilayah tersebut.

Negara-negara “sahabat” yang diberi lampu hijau untuk melintas oleh Teheran antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia. Berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz, menurut laporan Anadolu.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version