Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mencatat adanya serangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi selama tiga hari berturut-turut dalam dua pekan terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp670 juta.
Jenis Bencana yang Terjadi
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, bencana yang terjadi didominasi oleh angin kencang, banjir, dan tanah longsor di berbagai wilayah. Salah satu kejadian pohon tumbang terjadi di Jalan Supriyadi, depan Crown Victoria Hotel, yang sempat menutup akses jalan. Petugas langsung melakukan pemotongan pohon agar lalu lintas kembali normal.
Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan satu unit rumah dan tiga tempat usaha di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, mengalami rusak ringan. BPBD juga mencatat banjir terjadi di delapan desa yang tersebar di empat kecamatan, antara lain:
- Desa Gamping, Ngentrong, dan Sawo di Kecamatan Campurdarat
- Desa Besole di Kecamatan Besuki
- Desa Pakisaji, Tunggangri, dan Jabon di Kecamatan Kalidawir
- Desa Panggungkalak di Kecamatan Pucanglaban
Dampak Banjir di Berbagai Wilayah
Teguh menjelaskan, banjir di Kecamatan Campurdarat dan Kalidawir umumnya menggenangi ruas jalan dengan ketinggian air hingga sekitar 50 sentimeter. “Banjir dipicu oleh luapan sungai dan tersumbatnya sistem drainase,” ujarnya.
Di Kecamatan Besuki, banjir menggenangi jalan dan sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk lima sekolah dasar dan Puskesmas Besole, sehingga menyisakan endapan lumpur di area terdampak.
Dampak terparah terjadi di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban, yang menyebabkan 30 kepala keluarga terdampak dan 12 rumah mengalami rusak ringan. BPBD telah melakukan asesmen di lapangan serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Tanah Longsor dan Kerusakan Jalan
Selain banjir dan angin kencang, bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, yang merusak badan jalan sepanjang sekitar 30 meter dan memutus akses Jalur Lintas Selatan menuju Pantai Sine.
Berdasarkan penghitungan sementara, total kerugian akibat rangkaian bencana hidrometeorologi tersebut diperkirakan mencapai Rp670 juta. Teguh menutup pernyataannya dengan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kembali.
