Doa Kamilin: Bacaan Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Doa Kamilin merupakan doa yang dianjurkan dibaca setelah melaksanakan Shalat Tarawih di bulan Ramadan. Doa ini mengandung permohonan untuk mendapatkan iman yang sempurna, keberkahan, dan keselamatan dari api neraka. Berikut bacaan Doa Kamilin dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

Bacaan Doa Kamilin dalam Bahasa Arab:
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ

وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ

وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ

وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ

وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ

وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ

وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ

وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ

وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ

وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ

وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ

وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ

وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ

وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ

وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ

وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ

وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ

وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ

وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ

وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ.

وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ

بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن

مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ

وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ

بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bacaan Doa Kamilin dalam Bahasa Latin:
Allâhummaj’ alnâ bil îmâni kâmilîn.

Wa lil farâidli muaddîn.

Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn.

Wa lima ‘indaka thâlibîn.

Wa li ‘afwika râjîn.

Wa bil-hudâ mutamassikîn.

Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn.

Wa fid-dunyâ zâhdîn.

Wa fil ‘âkhirati râghibîn.

Wa bil-qadlâ’I râdlîn.

Wa lin na’mâ’I syâkirîn.

Wa ‘alal balâ’i shâbirîn.

Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn.

Wa ilal jannati dâkhilîn.

Wa minan nâri nâjîn.

Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn.

Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn.

Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn.

Wa min tha’âmil jannati âkilîn.

Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn.

Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în.

Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan.

Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman.

Allâhummaj’ alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su’adâ’il maqbûlîn.

Wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn.

Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în.

Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Arti Doa Kamilin:
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Hukum dan Waktu Shalat Tarawih

Menurut buku Tuntunan Ibadah di Bulan Ramadhan yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, hukum Shalat Tarawih adalah sunnah. Waktu pelaksanaannya yaitu sesudah Shalat Isya hingga fajar (sebelum datang waktu Subuh). Shalat Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah atau sendirian.

Niat Shalat Tarawih

Sebagai Imam:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Sebagai Makmum:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Sendiri (Munfarid):
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Tarawih

Tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih bisa dikerjakan dengan cara 4 rakaat, 4 rakaat tanpa tasyahud awal, dan 3 rakaat witir tanpa tasyahud awal. Shalat Tarawih juga bisa dikerjakan dengan cara 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat dan 1 rakaat Witir.

Shalat Witir

Setelah Shalat Tarawih, hendaknya diteruskan melaksanakan Shalat Witir, minimal satu rakaat. Namun, biasanya Shalat Witir dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam. Niat Shalat Witir 1 Rakaat dan 3 Rakaat dapat dilihat di bagian sebelumnya.

Urutan Surat Pendek yang Dibaca saat Shalat Tarawih

Ada sekitar 10 surat pendek Al-Quran yang biasa dibaca saat Shalat Tarawih maupun Shalat Witir selama bulan puasa Ramadhan. Di samping itu, dalam Shalat Tarawih surat yang dibaca setelah Al-Fatihah sebaiknya adalah:

Malam tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan:
* At-Takaatsur

Al-‘Ashr

Al-Humazah

Al-Fiil

Quraisy

Al-Maa’uun

Al-‘Kautsar

Al-Kaafiruun

An-Nashr

* Al-Lahab

Setiap rakaat kedua dibaca surat Al-Ikhlash

Malam pertengahan sampai akhir Ramadhan:
* Setiap rakaat pertama dibaca surat Al-Qadr

Setiap rakaat kedua dibaca surat-surat berikut secara berurutan:

At-Takaatsur

Al-‘Ashr

Al-Humazah

Al-Fiil

Quraisy

Al-Maa’uun

Al-‘Kautsar

Al-Kaafiruun

An-Nashr

* Al-Lahab

Urutan Surat Pendek yang Dibaca saat Shalat Witir

Surah Al-A’la pada rakaat pertama

Surah Al-Kafirun pada rakaat kedua

Surah Al-Ikhlas pada rakaat terakhir

Selanjutnya boleh menambahkan 2 surah setelah Al-Ikhlas yaitu:

Al-Falaq

An-Nas

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version