Doa dan Zikir yang Disarankan Jemaah Haji Sebelum Meninggalkan Mekkah

Jemaah haji dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir sebelum meninggalkan kota Mekkah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang kembali ke Tanah Air. Dalam rangkaian ibadah haji, doa-doa tertentu sering dibaca untuk memohon agar ibadahnya diterima oleh Allah SWT, keselamatan dalam perjalanan pulang, serta diampuni dosa-dosanya.

Salah satu doa yang sering dibaca adalah permohonan agar hajinya menjadi mabrur, sa’i diterima, dan dosa diampuni. Doa tersebut juga bisa disertai dengan permohonan keselamatan dalam perjalanan pulang. Jemaah haji juga dapat berdoa agar diberi kesempatan kembali ke Tanah Suci suatu hari nanti.

Ibadah yang Bisa Dilakukan Kapan Pun dan Di Mana Pun

Ibadah seperti doa dan zikir bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Jemaah haji tidak perlu menunggu waktu khusus untuk melakukannya. Dengan memperbanyak doa dan zikir, jemaah haji bisa memperkuat imannya dan mengisi waktu sebelum kembali ke Tanah Air.

Pemulangan jemaah haji Indonesia dilakukan secara bertahap berdasarkan kloter dan waktu kepulangan masing-masing jemaah. Dengan demikian, jemaah haji memiliki kesempatan untuk memperbanyak doa dan zikir sebelum meninggalkan Mekkah.

Doa Ketika Meninggalkan Mekkah

Menurut buku Manasik Haji dan Umrah, berikut doa yang dapat dibaca ketika jemaah haji hendak meninggalkan Mekkah:

Doa Meninggalkan Makkah
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِي مَرْحُومًا، وَلَا تَجْعَلْنِي مَحْرُومًا

Allahumma la taj’al hadza akhiral ‘ahdi bibaithikal haram, wa in ja’altahu faj’alni marhuman, wa la taj’alni mahruman.

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini sebagai kunjunganku yang terakhir ke Baitullah. Jika Engkau menakdirkannya sebagai yang terakhir, maka jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau rahmati dan jangan jadikan aku termasuk orang yang terhalang dari rahmat-Mu.”

Doa Agar Ibadah Haji Diterima Allah

Berikut doa lain yang bisa dibaca:

Doa Agar Ibadah Haji Diterima Allah
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Allahummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran wa dzanban maghfuuran.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajiku sebagai haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dan dosa yang diampuni.”

Hikmah Melaksanakan Ibadah Haji

Ibadah haji bukan hanya sekadar kewajiban bagi muslim yang mampu, tetapi juga mengandung banyak hikmah mendalam yang membentuk kepribadian, spiritualitas, dan kehidupan sosial seorang muslim. Berikut beberapa hikmahnya:

  1. Wujud Ketaatan Total kepada Allah SWT

    Haji menjadi bukti nyata ketaatan seorang muslim kepada Allah SWT. Dalam ibadah ini, jamaah meninggalkan harta, jabatan, dan kenyamanan dunia untuk memenuhi panggilan-Nya. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, menunjukkan bahwa hanya Allah yang layak ditaati sepenuhnya.

  2. Menumbuhkan Persatuan Umat Islam

    Saat berhaji, jutaan muslim dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat dengan tujuan yang sama. Tidak ada perbedaan suku, bangsa, atau status sosial. Semua setara di hadapan Allah, sehingga tercipta rasa persaudaraan dan persatuan umat Islam secara global.

  3. Sarana Penyucian Diri dari Dosa

    Ibadah haji menjadi kesempatan besar untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Dengan menjaga ucapan, perilaku, dan niat selama berhaji, seorang muslim diharapkan kembali suci seperti bayi yang baru lahir, sebagaimana disebut dalam hadis shahih.

  4. Melatih Kesabaran dan Keikhlasan

    Pelaksanaan haji penuh dengan ujian fisik dan mental, seperti antrean, kepadatan, dan perbedaan budaya. Semua ini melatih kesabaran, ketenangan, dan keikhlasan dalam beribadah hanya karena Allah SWT.

  5. Mengingatkan pada Kematian

    Pakaian ihram yang sederhana menyerupai kain kafan, mengingatkan setiap jamaah bahwa hidup di dunia sementara. Hal ini mendorong muslim untuk lebih banyak beramal saleh dan mempersiapkan bekal akhirat.

  6. Menumbuhkan Rasa Syukur

    Tidak semua orang mendapat kesempatan berhaji. Karena itu, jamaah yang berangkat akan lebih menyadari nikmat Allah berupa kesehatan, rezeki, dan kesempatan beribadah, sehingga tumbuh rasa syukur yang mendalam.

  7. Menguatkan Ukhuwah dan Toleransi

    Haji mempertemukan berbagai bangsa dan budaya dalam satu ibadah. Hal ini mengajarkan sikap saling menghargai, tolong-menolong, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah tanpa melihat perbedaan.

  8. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

    Setiap rangkaian ibadah haji memiliki makna spiritual yang mendalam. Setelah melaksanakannya, seorang muslim diharapkan menjadi lebih taat, lebih dekat kepada Allah, dan lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  9. Menjadi Sarana Muhasabah Diri

    Haji memberi kesempatan untuk merenungi kesalahan masa lalu dan memperbaiki diri. Di tempat yang penuh kekhusyukan, seorang muslim terdorong untuk bertobat dan memulai kehidupan yang lebih baik.

  10. Menyatukan Tujuan Hidup Umat Islam

    Seluruh jamaah haji memiliki satu tujuan yang sama, yaitu meraih ridha Allah SWT. Hal ini mengajarkan bahwa hidup seorang muslim seharusnya berorientasi pada ibadah, kebaikan, dan pengabdian kepada Allah.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version