Edukasi Pergaulan Bebas dan Dampaknya pada Kesehatan Remaja

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan memberikan edukasi terkait bentuk pergaulan bebas, dampak buruk terhadap fisik, mental maupun dampak pada akademik. Edukasi ini menjadi fokus utama dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh para dosen universitas tersebut. Mereka menekankan pentingnya memahami risiko dari pergaulan bebas yang dapat berujung pada penularan HIV – AIDS.

Pemateri menjelaskan kondisi seseorang jika sudah terinfeksi virus HIV kemudian berkembang menjadi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Hal ini menjadi perhatian utama dalam penyuluhan kesehatan, mengingat tingginya angka penularan HIV – AIDS serta penyakit yang tidak ada obatnya ini. Para dosen juga menjelaskan cara penularan, tanda dan gejala, serta bagaimana cara untuk menghindari terjadinya penularan, terutama cara agar remaja terhindar dari pergaulan bebas.

Beberapa contoh bentuk pergaulan bebas seperti sex bebas dan penggunaan narkoba dijelaskan sebagai penyebab utama penularan HIV – AIDS. Peserta diajak untuk memahami pentingnya memiliki pergaulan yang baik, sehat dan berkualitas, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait dampak pergaulan bebas.

Para siswa tampak antusias selama kegiatan penyuluhan. Mereka diberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dari pembicara. Di akhir pertemuan, siswa diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan sebagai kesimpulan dari kegiatan penyuluhan kesehatan saat itu.

Zakiyyah Rajwa, siswi SMP Islam Yapim Manado, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa dalam bertindak, berperilaku serta memilih lingkungan dan pergaulan yang baik. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memberi pemahaman terkait cara menghindari perilaku berisiko seperti sex bebas, penggunaan narkoba, dan penyakit menular seksual.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru-guru sebagai kegiatan positif yang baik dilaksanakan di sekolah. Kepala Sekolah SMP Islam Yapim Manado, Gusti Maramis, menyatakan bahwa kegiatan ini mendukung upaya pihak sekolah sebagai sarana pendidikan yang ikut bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter maupun arah generasi muda. Ia menekankan pentingnya siswa mampu merencanakan masa depannya serta mempertahankan kualitas diri dan prestasi yang bermanfaat bagi sekolah, keluarga maupun bangsa dan negara.

Ia juga menambahkan bahwa murid di SMP Islam Yapim Manado diberikan kegiatan ekstrakurikuler yang menarik dan menyenangkan sebagai wadah siswa mengapresiasikan diri pada hal yang positif. Hal ini menjadi bagian dari peran dan komitmen sekolah dalam menghasilkan generasi muda yang berkarakter, bermanfaat serta mampu mempertahankan kesehatan.

Fresy Nissia Lumowa, SKM., M.Kes, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Trinita Manado menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan ini merupakan salah satu bagian dari tridharma dosen. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menjadi program universitas yang dilaksanakan secara terus-menerus.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan perilaku hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Penyuluhan ini juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran remaja terkait pergaulan bebas dan dampak buruk yang diakibatkannya. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Trinita Manado melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan terkait pergaulan bebas yang berdampak pada terjadinya penularan HIV – AIDS.




Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version