Kehidupan Ruben Onsu Setelah Perceraian dengan Sarwendah

Selama dua tahun terakhir, Ruben Onsu disebut terus berusaha memenuhi berbagai keinginan mantan istrinya, Sarwendah, khususnya terkait kebutuhan anak-anak mereka. Namun, situasi yang awalnya hanya menyangkut jadwal pertemuan dengan anak perlahan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Ruben mengaku merasa bebannya semakin berat jika terus menuruti kemauan Sarwendah. Perselisihan ini akhirnya memicu langkah hukum untuk memperjuangkan hak yang ia anggap penting. Gugatan hak asuh anak resmi diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa selama dua tahun, Ruben telah berupaya menjaga keseimbangan demi kepentingan anak-anak. Namun, tekanan yang terus muncul membuat situasi semakin berat.

“Perjuangan ini sangat melelahkan dari tahun 2024 hingga 2026. Udah dua tahun,” cerita Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, Ruben selalu mengikuti apa yang diinginkan oleh Sarwendah. Namun, kini ia kesulitan bertemu dan berkumpul bersama anak-anaknya. Bahkan, biaya yang diajukan Sarwendah tidak didiskusikan sama sekali.

Minola juga menyampaikan bahwa Sarwendah pernah membuka aib Ruben lewat konferensi pers. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya cukup bijak untuk menyampaikan bahwa tidak ada hubungan apa-apa dengan Ruben, tetapi justru di-publish secara publik.

“Kita muncul memberikan hak jawab kita ‘ini bukan sesuatu yang dibesar-besarkan oleh publik’,” tambah Minola.

Kini, Ruben disebut sudah habis kesabaran dengan tindakan Sarwendah yang terus memojokkannya. Meskipun ia selama ini selalu menuruti apapun kemauan mantan istri, ia tetap kesulitan bertemu anak-anaknya.

Konflik dengan Adik Kandung

Selain menghadapi konflik dengan Sarwendah, Ruben juga tengah berseteru dengan adik kandungnya, Jordi Onsu. Awalnya, Jordi mengaku menyimpan rahasia besar tentang kakaknya, hingga mengancam akan membongkar aib Ruben.

Kondisi Ruben di tengah konflik ini diungkap oleh sahabatnya sekaligus manajer artis, Nanda Persada. Menurut Nanda, Ruben terpukul dengan kondisi yang kini dihadapinya.

“Aku lihat Ruben agak terpukul sebenarnya,” ungkap Nanda dikutip dari YouTube Cumi-cumi, Senin (6/7/2026).

Meski begitu, Ruben tetap mencoba kuat di tengah badai cobaan hidupnya. “Dan dia bilang gini, ‘Kenapa aku ngomong aku serahkan ke Tuhan, ke Allah, aku disindir lagi’. Dia dibilang pakai agama segala macamnya. Ya, kalau nggak dilarikan ke Tuhan, terus lariin ke mana gitu. Harus minta tolong ke mana, harus seperti apa gitu,” beber Nanda.

Petisi Boikot Sarwendah

Nama Sarwendah kini masih ramai menjadi perbincangan publik setelah muncul petisi untuk memboikotnya dari media sosial. Belakangan ini muncul petisi untuk memboikot mantan istri presenter Ruben Onsu itu melalui platform Change.org.

Petisi dengan judul Cancel Sarwendah dari Media Sosial dibuat pada tanggal 29 Juni 2026 lalu. Melalui unggahan di aplikasi Threads-nya, aktris senior Emma Warokka sempat bereaksi saat petisi untuk memboikot Sarwendah viral.

Emma menyebut petisi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari 26 ribu orang. Ia merasa iba dengan apa yang menimpa Sarwendah saat ini.

“Ya Allah ngerinya netizen Indonesia,” lanjut Emma.

Reaksi Netizen

Petisi Cancel Sarwendah dari Media Sosial pertama kali dibuka oleh akun Netizen Update di platform Change.org. Melalui petisi tersebut, pengunggah mengimbau agar seluruh brand berhenti bekerja sama dengan penyanyi yang kini menjadi kekasih pengusaha Giorgio Antonio ini.

Beberapa warganet juga memberikan komentarnya terkait dengan aksi Cancel Sarwendah dari Media Sosial. Salah satu warganet berujar, sebagai publik figur seharusnya ibu dua anak itu dapat lebih baik lagi dalam bertutur kata.

“Saatnya public figur di Indonesia mengedepankan etika dan tutur kata yang baik. Apalagi jika profesi yg mereka jalani bersangkutan langsung dengan khalayak luas setiap hari, secara live.”

Sementara warganet lain juga ikut menimpali dengan menyebut mantan ipar aktor Jordi Onsu ini dianggap tidak pantas untuk dijadikan panutan di sosial media.

“Dia tidak pantas dijadikan panutan di media social. Perkataannya yang kasar dan merendahkan ayah dari anak anak nya di media social sungguh tidak mencerminkan perbuatan seorang ibu yang baik,” timpal netter lainnya.

Saat berita ini tulis total 74.866 orang telah ikut menandatangani petisi Cancel Sarwendah dari Media Sosial secara daring alias online.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version