Kisah Cinta yang Menginspirasi dan Membuat Gubernur Terenyuh

Pernikahan pasangan di Garut, Edi Koswara dan Ani, menjadi viral di media sosial. Meski wajah pengantin wanita tidak sempurna seperti kebanyakan wanita lainnya, pengantin pria tetap memilih untuk membina rumah tangga dengan kekasihnya. Keberanian dan ketulusan cinta mereka menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Awal Kehidupan yang Sederhana

Edi Koswara berasal dari Karang Nunggal, Tasikmalaya, sedangkan Ani berasal dari Garut. Mereka pertama kali bertemu melalui media sosial TikTok. Edi mengaku bahwa dirinya yang pertama kali mengirim pesan kepada Ani untuk berkenalan. Pesan tersebut dibalas secara hangat oleh Ani hingga komunikasi mereka terus berlangsung intens.

Setelah intens berkomunikasi, Edi memutuskan untuk menemui Ani secara langsung di rumahnya di Garut. Pertemuan pertama itu membuat Edi terkejut karena melihat kondisi Ani. Namun, ia tetap memutuskan untuk tetap bersama. Ia mengatakan bahwa ia mencintai Ani karena kepribadiannya yang baik.

Keputusan untuk Menikah

Setelah pertemuan pertama, di pertemuan kedua Edi langsung melamar Ani di hadapan keluarga. Keluarga Ani sempat meragukan keseriusan Edi lantaran kondisi putri mereka yang istimewa. Namun, Edi menyatakan niatnya untuk menikahi Ani apa adanya karena dasar mencintai.

Ani juga jatuh hati kepada Edi. Akhirnya, mereka menikah pada awal Februari 2026 dengan maskawin Rp 1 juta. Meskipun sudah menikah, kini Edi dan Ani hidup terpisah. Edi bekerja di pabrik konveksi di Soreang, Kabupaten Bandung, sementara Ani masih tinggal di rumah orang tuanya di Garut.

Bantuan dari Gubernur Jawa Barat

Alasan Edi tak membawa Ani ikut dengannya ke Bandung adalah karena kendala biaya kontrakan yang berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per bulan. Edi khawatir jika gaji yang diterimanya tidak cukup untuk menghidupi Ani selama di Bandung jika mengontrak.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menyarankan agar Edi dan Ani hidup mandiri terpisah dari orang tua. Meskipun kisah mereka sederhana, Dedi Mulyadi terenyuh dan memberikan apresiasi terhadap ketulusan cinta mereka. Ia pun memberikan tawaran untuk biaya kontrakan selama satu tahun penuh agar pasangan ini bisa tinggal bersama di Bandung.

Selain bantuan membayar kontrakan, Gubernur yang akrab disapa KDM itu juga memberikan beberapa hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk membeli perlengkapan rumah tangga seperti piring, kompor, dan alat masak lainnya agar mereka bisa hidup mandiri.

Pesan dari Gubernur

Dedi Mulyadi berpesan agar pasangan ini tetap semangat dan membiasakan diri untuk hidup mandiri tanpa menumpang di rumah orang tua atau saudara. Ia juga mengakhiri pembicaraannya dengan doa agar pasangan tersebut bahagia dalam menempuh hidup baru.

Kisah Pasangan Viral Lain

Sebelumnya, kisah Sisri dan Ahmad Suryatna juga viral. Mereka adalah pasangan suami istri asal Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Mereka meresmikan pernikahan meskipun berbeda usia 28 tahun.

Sisri lahir pada 1968 dan saat ini berusia 58 tahun, sedangkan Ahmad Suryatna lahir pada 1996 dan berusia 30 tahun. Pernikahan mereka resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Jenangan pada Rabu (28/1/2026) siang.

Walaupun baru pertama kali, Ahmad dengan sekali tarikan nafas mengucapkan Ijab Kabul. Sisri lega setelah menikah siri dengan Ahmad selama 4 tahun, kini statusnya jelas secara hukum dan agama.

Hubungan yang Tulus

Sisri dan Ahmad terlihat mesra saat didatangi Tribun Jatim Network di rumahnya. Bahkan keduanya terlihat memasak bersama. Kemudian mereka sarapan bersama. Ahmad berangkat kerja untuk jual beli sekam sementara Sisri di rumah.

Sisri berkisah bahwa 7 tahun lalu, Ahmad masih berusia 23 tahun. Saat itu, Ahmad yang merupakan pemuda asal Desa Wates, Kecamatan Jenangan, adalah karyawan di tempat usaha jual beli sekam milik Sisri di Desa Nglayang, Jenangan.

Menurutnya, waktu itu, Ahmad diminta untuk pulang malah ditolak. Ahmad sendiri melamar Sisri, walaupun sempat ada penolakan dari keluarga Sisri. Maklum saja, Sisri berusia 58 tahun, sudah memiliki 2 anak dan 2 cucu dari pernikahan yang pertama.

Pengakuan dari Ahmad

Ahmad mengaku memang sudah cinta dengan Sisri. Ia melihat Sisri yang perhatian dengan dirinya dan keluarganya di Desa Wates. “Pengen nikah tanya-tanya orang tua dulu. Dapat restunya, kerja di sini 3 tahun, muncul rasa sayang. Orangnya ya baik, membantu dan perhatian,” urainya.

Kepala KUA Jenangan Tajib Ahmadi mengatakan, pernikahan Ahmad dan Sisri disaksikan keluarga terdekat. Dengan mahar uang Rp200 ribu, pernikahan keduanya sah secara agama dan negara. “Kan memang sudah nikah siri 4 tahun. Terkendala ekonomi. Akhirnya bisa disah-kan secara negara,” papar Tajib.

Dia mengaku pernikahan beda usia tersebut bukan kali pertama. Dia sendiri pernah menikahkan beda usia, dengan mempelai pria lebih tua 30 tahun daripada perempuan. “Kalau sudah sama-sama suka mau gimana lagi. Semoga keduanya menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah,” pungkasnya.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version