SURABAYA, Infomalangraya.net

Pendidikan seksual pada anak usia dini sering kali dianggap tabu dan tidak dipahami secara benar. Padahal, pemahaman tentang tubuh, emosi, serta batasan sentuhan sangat penting untuk melindungi anak sejak dini dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan. Kesadaran ini mendorong Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Universitas Surabaya (Ubaya) untuk menghadirkan pendidikan seksual yang ramah anak melalui media boneka edukatif.

Program ini diperkenalkan kepada anak-anak usia dini dalam kegiatan sosialisasi pada Rabu (21/1/2026) pagi. Kepala KB Sanggar Kreativitas Ubaya, Shinta Oktaviani SPsi, menegaskan bahwa pendidikan seksual pada anak usia dini memiliki konteks yang berbeda dengan pemahaman orang dewasa. Ia menjelaskan bahwa pendidikan seperti ini sangat penting dilakukan karena melalui boneka anak-anak bisa mengenal hal-hal sederhana tentang tubuh dan batasan.

Menurutnya, edukasi seksual pada anak tidak membahas relasi seksual, tetapi lebih fokus pada pengenalan diri dan batasan tubuh. “Anak-anak perlu memahami bagaimana mereka mengenal tubuhnya, batasan-batasan mana yang boleh disentuh atau tidak boleh oleh orang lain,” ujarnya.

Boneka sebagai media aman mengenalkan batasan sentuhan

Penggunaan boneka sebagai media pembelajaran membuat anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Anak-anak diajak belajar secara praktis mengenai situasi berbahaya dan cara meresponsnya. “Mereka juga akan belajar lebih jelas kapan mereka boleh teriak atau menyatakan bahwa mereka tidak ingin disentuh,” tutur Shinta.

Lebih dari sekadar pengetahuan, edukasi ini juga melatih kecerdasan emosi anak. “Ini untuk mengembangkan emosinya. Mereka tahu kapan boleh berbicara dan kapan tidak boleh,” kata perempuan yang juga berprofesi sebagai psikolog itu. “Diharapkan sex education melalui boneka anak-anak lebih matang secara emosi, mereka tahu wawasan batasan-batasannya sejauh mana untuk perkembangan secara seksual.”

Usia balita dinilai paling ideal

Shinta menilai bahwa edukasi seksual sebaiknya dimulai sejak usia balita, yaitu 5 tahun pertama. Menurutnya, pengenalan sejak dini dapat mencegah anak mendapatkan informasi yang keliru dari sumber yang tidak sesuai usia. “Di usia pertama lebih baik mengenal dari lingkungan terdekat, terutama dari orang tua dan sekolah. Jangan sampai mereka mengecam dari media sosial yang mungkin tidak sesuai dengan usianya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti mengapa edukasi seksual masih sering dianggap tabu. “Karena banyak orang tua berpikir sex education seperti orang dewasa, padahal anak-anak perlu mengenal dirinya, tubuhnya, jenis kelamin, fungsinya, dan batasan-batasannya terlebih dahulu,” imbuhnya.

Dalam program ini digunakan Boneka Sentasi (Sentuhan Aman dan Tidak Aman Edukasi Dini), karya mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Ubaya, Amelia Margaretha Suprapto. Boneka ini hadir dalam dua karakter, Luca dan Luna, yang merepresentasikan anak laki-laki dan perempuan. Boneka Sentasi dilengkapi sensor sentuh pada area terlarang seperti wajah, dada, alat kelamin, dan pantat. Saat area tersebut disentuh, boneka akan mengeluarkan peringatan suara, “Jangan sentuh!”.

Orang tua sambut positif edukasi seksual sejak dini

Kini program edukasi seksual ini mendapat respons positif dari orang tua siswa. Salah satunya Bunga Lia, orang tua murid KB Sanggar Kreativitas Ubaya. “Bagus ya kalau sex education dilakukan. Sex education diberikan sejak dini itu sangat penting apalagi dilakukan sambil bermain.” “Kalau masih kecil kan mudah menangkap. Ini sangat penting karena melihat berita-berita seperti itu iya, ngeri ya,” ujar orang tua yang biasa disapa Bunga itu.

Ia juga mengaku sudah melakukan pengenalan edukasi serupa di rumah. “Ya, karena dia adeknya kan cowok dan sudah mulai penasaran. Jadi sudah saya ajarkan perbedaan cewek dan cowok,” kata Bunga. “Sehingga lebih bagus juga dapat tambahan sex education dari sekolahan,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version