Kasus Penganiayaan ART: Nur Mengaku Diancam dan Dipaksa Berbohong
Seorang pekerja rumah tangga (ART) bernama Nur Rohmah mengungkapkan pengalaman menegangkan yang dialaminya selama menjadi saksi dalam kasus dugaan penganiayaan oleh majikannya, Erin. Ia mengaku diancam dan dipaksa untuk berbohong saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Diancam dan Dipaksa Berbohong
Nur menyatakan bahwa ia diminta untuk menjadi saksi tanpa persetujuannya. Bahkan, ia disuruh memberikan keterangan yang seolah-olah hanya membicarakan kebaikan Erin. “Karena sebelumnya memang ada ancaman-ancaman kayak gitu, semisal kamu jangan ikut campur urusan saya sama Mbak Hera, nanti saya laporin ke polisi. Terus ada ancaman, kamu tahu enggak suami kamu sama kamu itu udah jadi buronan polisi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak Erin dan pengacaranya terus meminta Nur untuk berbohong. “Sebenarnya saya mau-mau aja asalkan memang jadi saksi yang sesungguhnya. Cuman kan waktu itu mau ke polisi, ibu kayak ada bilang, ‘Nanti bilang yang baik-baik ya selama kamu diperlakukan di sini’. Terus ibu bilang, ‘kata tolol dan bego dihilangin aja. Jangan bilang kayak gitu’.”
Kekhawatiran dan Ketakutan
Selain itu, Nur juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak nyaman dengan permintaan tersebut. Ia menolak untuk berbohong karena menilai hal itu tidak benar. “Jadi saya nggak bisa terima karena kan kata tolol dan bego itu memang nyata ada. Tapi Ibu Erin minta itu dihilangkan. Jadi saya enggak bisa, saya enggak mau. Jadi saya nggak mau bohong.”
Saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus penganiayaan oleh Erin ini, Nur terlihat ketakutan. Ia terlihat menutupi wajah dengan masker dan terus menenggelamkan wajahnya dalam pelukan kuasa hukum Erin. Nur tetap bungkam meskipun awak media mengerumuninya.
HP Ditahan dan Keinginan untuk Pulang
Nur mengakui bahwa HP-nya ditahan oleh Erin selama kasus ini berlangsung. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak betah bekerja di rumah Erin dan ingin pulang. “Ya saya paling nunggu-nunggu penggantinya. Saya penginnya secepatnya diusahain sama penyalurnya gitu. Karena saya kan juga sudah lama enggak ketemu, enggak komunikasi sama anak, apalagi keluarga, sama ibu saya,” ujarnya.
Hatinya kian sedih ketika mendengar sang ibu jatuh sakit. “Apalagi dengar ibu saya sakit kan, jadi saya pengin ketemu langsung. Pengin pulang.” Ia juga menyatakan bahwa dirinya kaget mendengar kabar tersebut.
Awal Kasus Penganiayaan
Kasus ini bermula dari aksi dugaan penganiayaan yang dilakukan Erin terhadap mantan ARTnya, Herawati. Hera mengaku menerima sederet kekerasan mulai dari kepalanya dipukul sapu hingga ditendang. Akibat itu, ia pun melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan, 29 April 2026 lalu.
