PSMS Medan Perkenalkan Direktur Teknik Baru untuk Persiapan Liga 2 Musim Depan
PSMS Medan terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Manajemen Ayam Kinantan kini resmi memperkenalkan sosok baru yang akan mengisi posisi penting di jajaran teknis tim. Pemilihan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi sepak bola klub.
PSMS Medan secara resmi menunjuk Ramon Tribulietx sebagai Direktur Teknik (Dirtek) untuk mengarungi musim kompetisi mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi PSMS Medan, @official_psmsmedan, yang diunggah pada Minggu (7/6/2026). Kehadiran Ramon diharapkan dapat memperkuat fondasi sepak bola PSMS, baik dari sisi pengembangan tim maupun pembinaan jangka panjang.
Dalam unggahannya, PSMS Medan menyambut kedatangan pelatih asal Spanyol tersebut dengan penuh optimisme. “Datang ke Medan dengan penuh ambisi, membawa pengalaman berharga. Coach Ramon Tribulietx akan menjadi Direktur Teknik tim Ayam Kinantan musim ini. Welcome to PSMS, we make history again,” tulis akun resmi PSMS Medan.
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, menjelaskan bahwa kehadiran direktur teknik merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan manajemen baru setelah menjalani musim perdana mengelola klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut. Posisi tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur sepak bola PSMS secara keseluruhan, bukan hanya untuk kebutuhan tim senior.
Fendi menegaskan bahwa penunjukan Ramon bukan karena kurangnya kepercayaan terhadap pelatih kepala Eko Purdjianto maupun jajaran pelatih yang ada. Sebaliknya, kehadiran Ramon diharapkan dapat menjadi pelengkap yang memperkuat fondasi tim.
“Kita manajemen baru. Setelah melihat satu musim pertama, bukan berarti mengecilkan Coach Eko dan jajaran pelatih lainnya. Kegunaan Direktur Teknik ini sebenarnya untuk memperkuat tim, mengembangkan tim, membangun dan membentuk filosofi permainan serta filosofi klub seperti apa ke depannya,” ujar Fendi kepada Tribun Medan, Minggu (7/6).
Ia menilai kolaborasi antara direktur teknik dan staf pelatih akan menjadi kombinasi yang ideal dalam membangun PSMS Medan agar lebih kompetitif. “Ini akan menjadi hal yang baik, kolaborasi yang baik antara staf pelatih dan Direktur Teknik,” katanya.
Filosofi Sepak Bola yang Selaras
Fendi juga mengungkapkan salah satu alasan utama memilih Ramon Tribulietx adalah kesamaan filosofi sepak bola yang dimiliki dengan pelatih kepala Eko Purdjianto. Menurutnya, keselarasan tersebut akan memudahkan proses penerapan identitas permainan yang ingin dibangun PSMS Medan.
“Saya melihat filosofi yang dimiliki Coach Ramon sama dengan gaya strategi yang dimiliki Coach Eko. Itu sangat cocok dengan gaya sepak bola Medan,” ungkapnya.
Rencananya, Ramon Tribulietx akan tiba di Medan pada akhir Juni 2026, bertepatan dengan agenda berkumpulnya tim untuk memulai persiapan menghadapi kompetisi musim depan.
Rekam Jejak dan Prestasi yang Mengesankan
Selain faktor filosofi permainan, Fendi juga menyoroti rekam jejak dan reputasi Ramon yang dinilai sangat mumpuni di dunia sepak bola internasional.
Ramon Tribulietx merupakan pelatih berkebangsaan Spanyol yang dikenal luas berkat kesuksesannya bersama klub Selandia Baru, Auckland City FC. Namanya mulai mendapat perhatian dunia setelah mampu membawa Auckland City mendominasi kompetisi domestik dan tampil kompetitif di level internasional.
Selama menangani Auckland City pada periode 2010 hingga 2019, Ramon mencatatkan berbagai prestasi bergengsi. Ia berhasil mempersembahkan tujuh gelar Liga Selandia Baru dan tujuh trofi Liga Champions Oseania (OFC Champions League), menjadikan Auckland City sebagai salah satu klub paling dominan di kawasan Pasifik.
Pencapaian terbesar Ramon terjadi pada ajang FIFA Club World Cup 2014. Di bawah arahannya, Auckland City secara mengejutkan mampu finis di posisi ketiga dunia setelah mengalahkan klub asal Meksiko, Cruz Azul, dalam perebutan tempat ketiga. Prestasi tersebut masih menjadi pencapaian terbaik klub asal Oseania dalam sejarah turnamen tersebut.
Berkat kesuksesannya bersama Auckland City, Ramon sempat masuk dalam daftar pelatih dengan persentase kemenangan terbaik di dunia dan namanya beberapa kali disejajarkan dengan pelatih elite seperti Pep Guardiola, Sir Alex Ferguson, dan Carlo Ancelotti berdasarkan catatan statistik kemenangan pada periode tertentu.
Rekomendasi Jaringan Pertemanan
FENDI mengakui proses perekrutan Ramon tidak lepas dari rekomendasi jaringan pertemanan yang dimiliki klub di dunia sepak bola. Menurutnya, hubungan baik antarinsan sepak bola sering kali membuka peluang kerja sama yang positif.
“Ada rekomendasi dari teman. Itulah gunanya pertemanan dalam sepak bola. Kita tidak harus bermusuhan dengan klub lain. Kita berteman dan pada akhirnya bisa saling membantu,” katanya.
Lebih lanjut, Fendi berharap kehadiran Ramon dapat mempercepat proses adaptasi para pemain baru terhadap filosofi permainan yang akan diterapkan tim. Ia menyadari bahwa tidak semua pemain Indonesia dapat dengan mudah memahami konsep permainan yang dibawa pelatih asing, terutama karena faktor bahasa dan komunikasi.
Karena itu, keberadaan Eko Purdjianto dan jajaran pelatih lokal dinilai akan menjadi jembatan penting dalam proses tersebut. “Harapan saya, Coach Ramon bisa cepat menerapkan filosofi kepada pemain-pemain baru agar mereka cepat beradaptasi. Tidak bisa dipungkiri, mungkin tidak semua pemain Indonesia mudah menerapkan filosofi dari pelatih asing karena kendala bahasa dan komunikasi. Di situlah peran Coach Eko dan pelatih lainnya untuk membantu proses adaptasi tersebut,” pungkasnya.
