Kecelakaan Maut di Jalan Dharmapala, Tiga Nyawa Melayang dalam Sekejap

Jalan Dharmapala di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi tempat duka setelah terjadi kecelakaan maut yang merenggut nyawa tiga orang sekaligus. Kejadian ini terjadi pada pagi hari, saat jalan yang biasanya ramai dengan aktivitas kendaraan tiba-tiba berubah menjadi lokasi tragis.

Korban yang meninggal adalah Wasis Priyono (37) dan Siti Khotijah (35), serta anak mereka Akmar Ajro (4). Keduanya menghembuskan napas terakhir di lokasi kecelakaan, sementara anaknya sempat dibawa ke rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia setelah perawatan.

Lokasi kecelakaan berada di depan deretan toko yang ramai pengunjung. Menurut informasi dari warga setempat, jalan ini sering menjadi titik rawan kecelakaan karena kecepatan kendaraan yang tinggi dan aktivitas ekonomi yang padat. Pertanyaannya adalah, apakah penyebab utama kecelakaan ini adalah minimnya rambu peringatan atau kurangnya marka kejut?

Berikut adalah penjelasan dari Bojes, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut:

Bagaimana Awal Kecelakaan Terjadi?

Bojes mengatakan bahwa awal kejadian tidak dapat dilihat secara langsung. Saat itu, ia sedang berada di toko Koko Edy. Dari pengamatannya, sepeda motor yang ditumpangi oleh tiga orang melaju cukup kencang dari arah Rumah Sakit Panca menuju Aritam. Di seberangnya, mobil pribadi jenis Sigra hendak berbelok masuk ke toko Edy, namun ragu karena ada mobil boks yang sedang parkir di area tersebut.

Saat itu, sepeda motor menabrak bagian depan mobil pribadi tersebut. Pengendara motor terpental ke kanan, dan di saat bersamaan, mobil dan truk tanah melintas. Korban kemudian terjatuh ke bawah kendaraan besar dan terlindas.

Kapan Kejadian Terjadi dan Bagaimana Kondisi Jalan?

Kejadian terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kondisi jalan saat itu masih agak sepi, sehingga kendaraan melaju cukup kencang. Mobil Sigra yang ingin belok ke toko Edy ternyata tidak sempat melakukan pergerakan karena parkiran masih terhalang mobil boks. Belum sempat belok, motor sudah menghantam mobil pribadi tersebut.

Apakah Truk Sempat Mengerem?

Bojes menjelaskan bahwa kejadian terjadi sangat cepat. Sopir truk sempat berteriak dan langsung berhenti, tetapi tidak sempat mengerem sebelum korban terlindas.

Apa yang Terlihat Saat Warga Mendekat?

Warga mendapati korban terkapar di aspal. Suami dan istri tergeletak dengan luka parah di kepala, sementara anaknya berada di tengah. Kondisi kedua orang tua sudah tidak bergerak lagi, sementara anaknya masih ada napas.

Anak Korban Sempat Dibawa ke Rumah Sakit?

Ya, warga langsung membawa anak tersebut ke rumah sakit. Awalnya ke Banzang, namun karena kondisi memburuk, korban dirujuk ke Royal. Setelah sejam, kabar datang bahwa anak tersebut juga meninggal dunia.

Total Korban Meninggal Dunia?

Iya, total ada tiga korban meninggal. Dua orang meninggal di tempat, yaitu ayah dan ibunya, sedangkan anaknya meninggal setelah sempat dirawat.

Proses Evakuasi Korban di Lokasi

Proses evakuasi berlangsung cukup lama. Warga menunggu ambulans dan polisi sebelum berani menyentuh korban. Jenazah pertama yang dievakuasi adalah istrinya. Bojes sendiri ikut mengumpulkan bagian tubuh korban untuk dimasukkan ke kantong sebelum dibawa ambulans.

Identitas Korban Sudah Dikenali?

Belum. Wajah korban sulit dikenali. Tidak ada KTP, hanya ditemukan ponsel. Polisi melakukan identifikasi sidik jari, dan sekitar pukul 09.30 WIB, keluarga korban akhirnya datang.

Lokasi Ini Pernah Terjadi Kecelakaan Maut Sebelumnya?

Benar. Di titik ini sudah tiga kali kecelakaan yang merenggut nyawa. Jika kecelakaan biasa seperti tabrakan dan patah tulang, jumlahnya lebih dari lima kali.

Apa Penyebab Lokasi Ini Rawan Kecelakaan?

Jalannya lurus dan mulus, membuat kendaraan cenderung ngebut. Di sisi jalan ada Toko Yani dan Toko Edy yang ramai pengunjung, parkir kendaraan sering memakan badan jalan. Di tengahnya juga ada simpang keluar-masuk warga dan lorong masjid.

Apakah Warga Pernah Mengusulkan Solusi?

Pernah. Warga sudah mengusulkan pembuatan polisi tidur, tapi katanya tidak diperbolehkan karena ini jalan lintas.

Harapan Warga Setelah Kecelakaan Ini?

Warga berharap ada solusi nyata, minimal dipasang markah kejut di dua titik agar kendaraan mengurangi kecepatan. Mereka juga memohon perhatian dari pemerintah dan kepolisian agar kejadian seperti ini tidak terulang. Selain itu, harapan mereka adalah kecelakaan ini menjadi pelajaran bagi semua pengendara untuk lebih berhati-hati.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version