Penyebab dan Faktor Risiko Cacar Api

Cacar api atau herpes zoster terjadi ketika virus varicella zoster, yang sebelumnya menyebabkan cacar air, kembali aktif dalam tubuh. Kondisi ini lebih sering muncul pada orang dengan daya tahan tubuh yang menurun akibat berbagai faktor, seperti usia, penyakit, atau pengobatan tertentu.

Dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa risiko cacar api tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tetapi juga oleh kondisi kesehatan dan pengobatan yang dijalani seseorang. Salah satu contohnya adalah diabetes, yang meningkatkan risiko cacar api hingga 30 kali lipat.

“Diabetes adalah penyakit yang umum. Banyak orang mengalami diabetes tapi tidak menyadari bahwa mereka berisiko,” ujar dr. Sandra dalam acara Kenali Cacar Api Health Talk di Siloam Lippo Karawaci, Sabtu (17/1/2026).

Penyakit Kronis dan Pengobatan Tertentu

Menurut dr. Sandra, kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh dapat meningkatkan risiko reaktivasi virus penyebab cacar api. Hal ini tidak hanya terjadi pada penderita diabetes, tetapi juga pada orang dengan penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung atau ginjal, serta mereka yang memiliki gangguan autoimun.

Selain itu, penggunaan obat penekan imun, steroid jangka panjang, atau kemoterapi untuk pasien kanker juga dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh. Dengan demikian, virus varicella zoster yang sebelumnya tidak aktif di dalam tubuh lebih mudah kembali aktif.

“Orang yang punya penyakit jantung kronis, penyakit ginjal kronis, punya autoimun dan mendapatkan obat penurun imun, ini juga berisiko. Punya kanker, dia kan mendapatkan obat-obatan kemoterapi, nah itu juga meningkatkan risiko,” jelas dr. Sandra.

Stres dan Kondisi Mental

Selain faktor medis, stres juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya tahan tubuh. Stres berkepanjangan, kurang tidur, serta kelelahan fisik dan emosional dapat melemahkan sistem imun. Hal ini membuat virus lebih mudah kembali aktif, terutama bagi orang dengan faktor risiko medis.

Usia dan Risiko Cacar Api

Meski cacar api dapat terjadi pada usia muda, kelompok lansia tetap menjadi populasi dengan risiko tertinggi karena sistem imun menurun secara alami seiring bertambahnya usia. Namun, dr. Sandra menegaskan bahwa usia bukan satu-satunya penentu. Kombinasi antara usia, penyakit, pengobatan, serta kondisi mental seperti stres saling berkaitan dalam meningkatkan risiko cacar api.

Pencegahan Cacar Api

Cacar api disebabkan oleh virus varicella zoster yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah sembuh dari cacar air, virus tidak benar-benar hilang dari tubuh, melainkan tetap berada di jaringan saraf dalam keadaan tidak aktif.

Virus tersebut dapat kembali aktif ketika daya tahan tubuh menurun akibat berbagai faktor risiko. Oleh karena itu, bagi yang pernah mengalami cacar air dianjurkan lebih memperhatikan kondisi kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, serta mengenali gejala sejak dini agar risiko cacar api dapat ditekan.

Melakukan konsultasi medis untuk mendapatkan vaksinasi juga bisa menjadi langkah pencegahan, terutama bagi orang dengan faktor risiko tertentu. Dengan perlindungan yang tepat dan gaya hidup sehat, risiko cacar api dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version