Kemitraan Strategis Ford dan BYD dalam Pasokan Baterai Hybrid
Ford Motor Company dikabarkan sedang menjajaki kerja sama strategis dengan BYD, produsen otomotif terbesar asal Tiongkok, terkait pasokan baterai untuk sejumlah model kendaraan hybrid. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi baru Ford dalam menghadapi perlambatan permintaan kendaraan listrik murni sekaligus memperkuat portofolio kendaraan elektrifikasi non-penuh.
Menurut laporan yang diterbitkan pada Jumat 16 Januari 2026, negosiasi antara Ford dan BYD masih berlangsung. Kedua perusahaan disebut sedang membahas detail teknis dan skema kerja sama yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Meski belum ada kesepakatan akhir, pembicaraan tersebut menunjukkan adanya potensi kolaborasi lintas negara di sektor teknologi baterai.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pengiriman baterai produksi BYD ke fasilitas manufaktur Ford yang berlokasi di luar Amerika Serikat. Skema ini dinilai dapat menjadi solusi bagi Ford untuk memperoleh pasokan baterai dengan biaya yang lebih kompetitif, tanpa harus menghadapi kendala regulasi yang ketat di pasar AS.
Apabila kesepakatan tercapai, Ford akan memiliki akses langsung ke teknologi baterai BYD yang dikenal unggul dari sisi efisiensi biaya, skala produksi, serta kemampuan manufaktur. BYD saat ini merupakan produsen kendaraan listrik dan baterai terbesar di China, dengan pengalaman panjang dalam pengembangan baterai untuk kendaraan listrik murni maupun hybrid.
Potensi kerja sama ini sejalan dengan perubahan strategi besar yang baru-baru ini diumumkan Ford. Produsen otomotif asal Amerika Serikat tersebut menyatakan akan mengurangi fokus pada kendaraan listrik sepenuhnya dan mengalihkan investasi ke segmen hybrid dan plug-in hybrid. Ford menargetkan kendaraan elektrifikasi, termasuk hybrid dan kendaraan listrik, dapat menyumbang sekitar 50 persen penjualan globalnya pada 2030.
Langkah tersebut diambil Ford di tengah tantangan perlambatan permintaan kendaraan listrik global. Pada Desember lalu, Ford mengumumkan akan menyesuaikan strategi bisnisnya dan memperkirakan akan menanggung beban biaya hingga 19,5 miliar dolar AS, yang sebagian besar terkait dengan operasi kendaraan listriknya.
Di sisi lain, Ford justru mencatatkan tren positif pada penjualan kendaraan hybrid. Pada kuartal keempat tahun lalu, penjualan kendaraan hybrid Ford meningkat 18 persen secara tahunan, mencapai sekitar 55.000 unit. Pertumbuhan ini memperkuat keyakinan Ford bahwa kendaraan hybrid masih memiliki daya tarik kuat di pasar global.
Untuk mendukung ekspansi kendaraan hybrid tersebut, Ford membutuhkan pasokan baterai dalam jumlah besar yang sesuai dengan kebutuhan teknologi hybrid. Hal inilah yang membuat BYD menjadi mitra potensial, mengingat rekam jejak perusahaan tersebut sebagai produsen baterai berskala global.
Sebelum dikenal sebagai produsen mobil listrik terkemuka, BYD memang telah membangun bisnis manufaktur baterai yang kuat. Perusahaan ini sebagian besar memproduksi baterai di Tiongkok, namun kini tengah memperluas kapasitas produksinya ke berbagai negara, termasuk Asia Tenggara, Eropa, dan Brasil.
Lembaga riset Bernstein Research mencatat pengiriman baterai BYD meningkat 47 persen sepanjang tahun lalu, mencapai total 286 gigawatt-hours. Meski demikian, hingga saat ini BYD belum memproduksi baterai kendaraan penumpang di Amerika Serikat, meskipun sebelumnya sempat memproduksi baterai untuk kendaraan komersial di pabrik busnya di California.
Hubungan antara Ford dan BYD sendiri bukan hal baru. Pada 2020, Ford mulai menggunakan baterai BYD pada kendaraan yang diproduksi melalui usaha patungannya dengan produsen otomotif milik negara China, Changan. Beberapa tahun kemudian, BYD juga mendekati Ford untuk memasok baterai bagi kendaraan yang dipasarkan di wilayah lain.
Model Ford Bronco Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang baru diluncurkan diketahui menggunakan baterai dari Findreams, anak perusahaan BYD. Fakta ini semakin memperkuat spekulasi bahwa kemitraan yang lebih luas antara kedua perusahaan hanya tinggal menunggu waktu.
Jika terealisasi, kolaborasi Ford dan BYD berpotensi menjadi salah satu kerja sama paling signifikan di industri otomotif global, khususnya dalam pengembangan kendaraan hybrid yang diprediksi masih akan menjadi jembatan utama menuju era elektrifikasi penuh.
