Wisata Budaya dan Kuliner yang Menarik Perhatian Anak Muda

Griya Reog Tua Ponorogo menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Lokasinya berada di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek, Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tempat ini tidak hanya menyajikan wisata budaya tetapi juga menghadirkan menu khas yang membangkitkan selera makan.

Koleksi Kepala Reog yang Mengagumkan

Saat memasuki lokasi Griya Reog Tua, pengunjung langsung disuguhi koleksi kepala Reog atau Barongan dari berbagai generasi. Mulai dari kepala Reog tertua yang dibuat pada tahun 1921 hingga koleksi yang merepresentasikan perkembangan Reog dari masa penjajahan hingga era modern. Setiap kepala Reog memiliki sejarah dan makna tersendiri yang menjadikannya benda bernilai seni tinggi.

Pengalaman Edukasi Budaya yang Menyenangkan

Barongan yang ditampilkan tidak sekedar pajangan. Pemilik Griya Reog Tua, Budi Maryono, menjelaskan secara detail bagaimana barong-barongan itu dibuat dan digunakan dalam tradisi Reog Ponorogo. Selain edukasi tentang Reog Tua, tempat ini juga menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda dengan menyajikan nasi goreng tiwul berpadu dengan degan bakar berbalut rempah, menu khas yang menggugah selera sekaligus mengajak pengunjung menikmati kembali cita rasa tradisi Jawa dalam suasana yang hangat dan sarat nilai budaya.

Menu Kuliner Tradisional yang Unik

Cita rasa khasnya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, minuman Degan Bakar Rempah juga menjadi primadona karena keunikannya. Nasi goreng tiwul yang jarang ditemui saat ini menjadi salah satu menu favorit. Pengunjung Lastri Handayani mengungkapkan bahwa nasi goreng tiwul sangat lezat dan langka.

Selain itu, dirinya juga mencoba degan bakar rempah. Tentu berbeda dengan degan pada umumnya. Degan rempah ini menurutnya lebih diterima di tenggorokan. Degan rempah ini dibakar terlebih dahulu dengan bara api selama beberapa jam ini kemudian disajikan dengan campuran berbagai rempah seperti cengkeh, kayu manis, kapulaga, jeruk peras, sereh, dan madu, sehingga dipercaya mampu menambah daya tahan tubuh.

“Degan bakar ini enak banget, dalemnya juga pakai rempah-rempah, baru nyoba, tapi enak, rasanya ada pedas-pedasnya, terus ada asam-asamnya, ada serehnya juga, enak dibadan jadi kerasa segar,” tambahnya.

Wisata yang Menarik Minat Anak Muda

Pengunjung lain, Wuri Wulandari, datang ke Griya Reog Tua berawal penasaran. Karena ada warung sekaligus edukasi yang membahas Reog. “Ini kesini ingin berwisata sambil kulineran, karena kebetulan ini sedang booming di TikTok,” tambah Wuri.

Wuri pun tak sia-sia ketika ke Griya Reog Tua. Bagaimana tidak, pemilik warung dengan ramah menjelaskan satu per satu sejarah kepala Reog yang dipajang. “Lihat Reog Tua, ada Reog yang usianya sudah ratusan tahun, terus sambil mencoba kuliner yang jadul-jadul disini,” paparnya.

Perjalanan Sang Pemilik

Pemilik Griya Reog Tua, Budi Maryono, mengaku jauh sebelum membuka warung dia adalah konten kreator. Kala itu, dia membahas kesenian Reog Ponorogo. “Saya tertarik kan, kemudian mencoba mengumpulkan dan merawat kepala-kepala Reog yang tersebar di berbagai wilayah,” tambahnya.

Dia pun membuka keberuntungan dengan mendirikan rumah Reog kemudian membuka warung agar pengunjung dapat berdiskusi, belajar sejarah Reog, sekaligus menikmati sajian tradisional. “Dan itu saya cicil, jadi mulai dari Reog dulu, terus kayu-kayu lama, seperti kandang kebo, itu juga prosesnya sampai empat tahun. Tidak sekedar jadi,” ucapnya.

Griya Reog Tua berdiri sebagai wisata kuliner sekaligus edukasi tentang reog. Berbagai menu dihadirkan. Terutama menu jadul. Dia menyatakan paling diminati pengunjung adalah Degan Bakar Rempah dan Nasi Goreng Tiwul. Untuk harga, Rp 15 ribu per porsi nasi goreng tiwul dan Rp 20 ribu untuk segelas degan rempah. “Menunya tentu kami sesuaikan. Karena tema disini kan lawasan semua, jadi menu makanannya menu lama semua,” pungkas Budi.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version