Maroko Memastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Maroko berhasil memastikan tiket mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Haiti dengan skor 4-2 dalam pertandingan matchday ketiga Grup C. Dengan kemenangan ini, Singa Atlas finis sebagai runner-up Grup C dan berpotensi menghadapi juara Grup F di fase gugur.
Pertandingan antara Maroko dan Haiti berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Empat gol yang mencerminkan perjuangan Maroko dilesakkan oleh Achraf Hakimi (39′), Ismael Saibari (45+1′), Soufiane Rahimi (78′), dan Gessime Yassine (89′). Sementara itu, dua gol dari Haiti berasal dari gol bunuh diri Yassine Bounou (10′) dan sepakan Wilson Isidor (43′).
Kemenangan ini membawa Maroko melangkah ke babak gugur dengan status runner-up Grup C. Di babak 32 besar, Singa Atlas berpeluang menghadapi juara Grup F, yang masih diperebutkan antara Belanda, Jepang, atau Swedia.
Prediksi sebelumnya oleh Richardo Liwang, anggota Indo Barca, ternyata terbukti benar. Ia menjagokan Maroko untuk finis sebagai runner-up Grup C di bawah Brasil. “Kalau untuk peringkat pertama kita pasti sepakat Brasil lah ya,” ujar Richardo Liwang.
“Kalau di peringkat kedua ya Maroko unggul tipis karena memiliki modal semifinal di edisi sebelumnya.”
“Di peringkat ketiga ada Skotlandia lalu juru kunci Haiti,” tambahnya.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Haiti yang sudah dipastikan tersingkir justru tampil lepas dan mampu mengejutkan Maroko lewat gol cepat pada menit ke-10. Gol itu bermula dari aksi Jean-Kevin Duverne di sisi sayap yang mengirim bola silang ke depan gawang.
Lenny Joseph sempat menyambar bola tersebut, namun setelah tayangan ulang, gol akhirnya dikreditkan sebagai gol bunuh diri kiper Maroko, Yassine Bounou, karena bola lebih dulu mengenai sang penjaga gawang sebelum masuk ke gawang.
Tertinggal 0-1 membuat Maroko meningkatkan intensitas serangan. Ismael Saibari dan Achraf Hakimi beberapa kali merepotkan lini pertahanan Haiti. Peluang emas Maroko hadir pada menit ke-30 saat Hakimi melepaskan tembakan dari jarak dekat. Namun, upayanya digagalkan kiper Haiti, Johny Placide, yang kembali tampil gemilang dengan menepis bola rebound dari Ayoub El Kaabi.
Tekanan Maroko akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-39. Achraf Hakimi sukses mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan bola muntah hasil tinjuan Placide dari umpan silang Brahim Diaz. Meski sempat diprotes pemain Haiti karena dugaan offside, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Namun, keunggulan mental Maroko kembali diuji. Empat menit berselang, Haiti kembali memimpin lewat gol spektakuler Wilson Isidor pada menit ke-43. Setelah merebut bola di area tengah, Isidor hanya membutuhkan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke pojok kiri atas gawang tanpa mampu dijangkau Bounou.
Beruntung bagi Maroko, mereka kembali merespons dengan cepat. Tepat di masa injury time babak pertama, menit ke-45+1, Ismael Saibari mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2. Brahim Diaz melakukan gerakan tipuan di kotak penalti Haiti sebelum bola jatuh ke kaki Saibari, yang langsung melepaskan tembakan kaki kanan ke gawang Placide.
Menjelang turun minum, Diaz nyaris membawa Maroko berbalik unggul pada menit ke-45+3. Namun peluang itu gagal dimaksimalkan, sehingga skor 2-2 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Maroko langsung tampil menekan. Pasukan Walid Regragui mendominasi permainan di area pertahanan Haiti, sementara lawannya perlahan mulai kelelahan setelah tampil agresif sepanjang babak pertama.
Peluang demi peluang kembali diciptakan Maroko. Pada menit ke-58, Saibari sempat mencetak gol setelah menusuk ke kotak penalti, tetapi upayanya tak dihitung karena lebih dulu terjebak offside. Dua menit berselang, Placide kembali menunjukkan penyelamatan gemilang dengan menepis tembakan Bilal El Khannouss dari luar kotak penalti.
Haiti sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan berbahaya lewat situasi bola mati pada menit ke-64 setelah Providence dilanggar tepat di luar kotak penalti. Namun eksekusi tendangan bebas Bellegarde masih membentur pagar hidup pertahanan Maroko.
Maroko terus menekan, sementara lini belakang Haiti mulai terlihat semakin rapuh. Setelah sejumlah peluang gagal dimaksimalkan, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir pada menit ke-78. Pemain pengganti Soufiane Rahimi menjadi pembeda. Berawal dari umpan Chadi Riad di tiang dekat, Rahimi mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Bola sempat mengenai pemain Haiti sebelum masuk, dan Maroko pun berbalik unggul 3-2 untuk pertama kalinya dalam laga ini.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri Maroko meningkat drastis. Saat Haiti mencoba mengejar ketertinggalan di menit-menit akhir, Maroko justru mampu menambah gol penutup pada menit ke-89. Rahimi kembali berperan penting dengan menjaga bola tetap hidup di sisi lapangan sebelum mengirim umpan ke tiang jauh. Gessime Yassine yang berdiri tanpa kawalan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Gol sempat ditinjau melalui VAR karena ada dugaan bola lebih dulu keluar lapangan, tetapi wasit akhirnya tetap mengesahkan gol tersebut.
Skor 4-2 untuk kemenangan Maroko bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini memastikan Maroko finis sebagai runner-up Grup C dan berhak melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain
Maroko (4-2-3-1)
Yassine Bounou (GK); Achraf Hakimi, Redouane Halhal, Chadi Riad, Anass Salah Eddine; Sofyan Amrabat, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss, Neil El Aynaoui, Brahim Diaz; Ayoub El Kaabi.
Pelatih: Mohamed Ouahbi
Haiti (4-2-3-1)
Johny Placide (GK); Ricardo Ade, Hannes Delcroix, Martin Experience, Jean-Kevin Duverne; Jean-Ricner Bellegarde, Danley Jean Jacques; Ruben Providence, Lenny Joseph, Wilson Isidor, Josue Casimir.
Pelatih: Sebastien Migne
