Edukasi Digital untuk Melindungi Keluarga dari Penipuan

Social engineering adalah bentuk manipulasi psikologis yang digunakan oleh pelaku kejahatan digital untuk memperoleh informasi rahasia atau mengarahkan korban melakukan tindakan tertentu. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan membangun kepercayaan terlebih dahulu sebelum melancarkan aksi penipuan. Dalam konteks ini, ibu-ibu dianggap sebagai benteng pertahanan keluarga karena mereka sering menjadi pusat informasi dan pengambilan keputusan dalam rumah tangga.

Menurut Wanty Eka Jayanti, dosen Universitas BSI Pontianak, 65 persen masyarakat Indonesia pernah mengalami percobaan penipuan digital. Di antara kelompok tersebut, ibu-ibu termasuk yang paling rentan menjadi korban karena cenderung mudah percaya. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap berbagai modus penipuan seperti SMS hadiah palsu, telepon dari kantor polisi gadungan, atau file APK yang disamaratakan sebagai undangan pernikahan atau kiriman paket.

Kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Forum Pena Digital (FPD) bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu, tentang ancaman kejahatan digital. Dalam acara bertajuk “Puan Bijak Digital: Jurus Jitu Tangkal SMS/Telepon Tipu-tipu, Lindungi Data, Amankan Keluarga”, Wanty menjelaskan beberapa jenis penipuan digital yang umum terjadi.

Salah satu modus penipuan yang sering digunakan adalah phishing, yaitu penipuan melalui email atau pesan yang menyamar sebagai institusi resmi untuk mencuri informasi pribadi, password, atau data keuangan. Email phishing sering kali meniru tampilan resmi bank atau lembaga pemerintah, sehingga sulit dibedakan dari pesan asli.

Selain itu, social engineering juga menjadi metode yang digunakan oleh pelaku penipuan. Prosesnya dimulai dengan pengumpulan informasi tentang target, seperti data pribadi, jabatan, dan kontak dari media sosial. Setelah itu, pelaku membangun kepercayaan dengan menghubungi target dan mengarang cerita yang manipulatif agar korban memberikan informasi atau melakukan tindakan yang merugikan.

Wanty menekankan pentingnya menjaga informasi pribadi. Peserta didorong untuk tidak sembarangan membagikan data seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, atau foto di internet. Ia juga mengingatkan peserta untuk waspada terhadap pencurian identitas dan penipuan online.

Ibu-ibu, menurut Wanty, merupakan garda terdepan dalam melindungi keluarga. Jika mereka memahami cara menjaga data pribadi, maka suami, anak-anak, bahkan tetangga akan ikut terlindungi. Dengan memiliki imunitas digital, ibu-ibu akan lebih siap menghadapi iming-iming hadiah atau ancaman melalui telepon.

Head of Branch Sales IM3 Pontianak Rivaldi Prasetyo Amanda menambahkan bahwa kejahatan digital kini semakin beragam, salah satunya adalah deepfake. Modus ini sangat berbahaya karena bisa meniru wajah hingga suara korban secara sangat mirip. Akibatnya, kerugian yang bisa terjadi bisa berupa kerugian materi, data pribadi, atau hal lainnya.

Untuk menghadapi ancaman ini, Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3 menghadirkan fitur SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam). Fitur ini dirancang untuk mengatasi tantangan ancaman scam dan spam di ruang digital. Berbeda dengan fitur keamanan lain yang memerlukan pengaturan manual, SATSPAM aktif secara otomatis saat pelanggan menggunakan layanan IM3 dengan paket data aktif.

Sistem ini bekerja secara real-time di jaringan IM3 untuk mengenali, menyaring, dan memberi peringatan terhadap potensi penipuan digital, baik melalui SMS maupun panggilan dari nomor mencurigakan. Dengan adanya SATSPAM, masyarakat kini dapat menjawab telepon dan membaca pesan tanpa rasa takut terhadap potensi ancaman penipuan dari nomor tak dikenal.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Pena Digital Alvia Alhadi menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, proteksi, dan advokasi kepada para peserta. Tujuannya adalah agar ketika terjadi penipuan digital, peserta sudah memahami modus penipuan tersebut dan dapat melapor jika ada indikasi penipuan.

Mudah-mudahan setelah mendapatkan edukasi kejahatan digital, para peserta dapat mensosialisasikan informasi ini kepada orang-orang terdekat. Dengan demikian, kesadaran masyarakat akan ancaman digital akan meningkat, sehingga risiko penipuan dapat diminimalisir.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version