Luciano Spalletti, pelatih berusia 67 tahun, mengungkapkan salah satu kesalahan yang ia lakukan saat menjabat sebagai pelatih Timnas Italia. Kesalahan tersebut adalah tidak memanggil pemain dari Serie B atau Serie C, kasta kedua dan ketiga Liga Italia. Mengapa hal ini menjadi kesalahan?
Spalletti pernah menjabat sebagai pelatih Gli Azzurri selama kurang dari dua tahun, atau sebanyak 24 pertandingan. Dari jumlah tersebut, ia hanya meraih 12 kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan. Catatan yang tidak begitu baik ini akhirnya membuatnya mundur dari jabatannya.
Setelah Spalletti meninggalkan kursi pelatih, posisi itu diambil alih oleh Gennaro Gattuso. Namun, Gattuso juga harus mundur setelah gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Kini, kursi pelatih Timnas Italia kosong.
Baru-baru ini, Spalletti buka-bukaan tentang kesalahannya dalam memimpin Timnas Italia. Salah satu kesalahan terbesarnya adalah tidak memanggil pemain dari Serie B atau Serie C. Ia menyadari bahwa pemain dari kasta bawah lebih memiliki tekad kuat ketimbang pemain yang sudah sering tampil di level atas.
Alasan utama Spalletti mengungkapkan kesalahan ini adalah karena melihat penampilan Tommaso Baldanzi saat Juventus menjamu Genoa pada Minggu (7/4/2026) WIB. Baldanzi, yang sempat bermain untuk Empoli di Serie B, dinilai layak membela Timnas Italia karena tekadnya yang kuat.
“Saya membuat banyak kesalahan dengan tim nasional,” ujar Spalletti, dikutip dari sumber tertentu.
“Saya membuat kesalahan karena tidak membawa pemain dari Serie B dan Serie C.”
“(Tommaso) Baldanzi akan bergabung (dengan Italia) karena jelas dia ingin bermain dan dia adalah seseorang yang menginginkannya.”
“Dia adalah seseorang yang ingin mendapatkan imbalan hariannya ketika melangkah ke lapangan.”
“Saya harap dia bisa menemukan orang yang tepat untuk memainkannya,” tambahnya.
Pemanggilan pemain dari Serie B juga pernah dilakukan oleh pelatih sebelumnya, yaitu Roberto Mancini. Menurut BBC Sport, Mancini tidak hanya memanggil pemain Serie B, tetapi juga pemain muda yang belum debut di Serie A. Alasannya adalah karena ia khawatir stok pemain muda Italia jarang mendapat kesempatan bermain di kasta teratas.
Kritik ini juga disampaikan oleh banyak pihak. Mereka menilai para pemain muda sering dipinjamkan ke kasta terbawah ketimbang mendapat menit bermain bersama tim utama di kasta teratas.
Penyebab Utama Kesalahan Spalletti
-
Tidak memanggil pemain dari Serie B dan Serie C
Spalletti menyadari bahwa pemain dari kasta bawah memiliki motivasi dan tekad yang lebih kuat dibandingkan pemain yang sudah sering tampil di Serie A. -
Kesalahan dalam memilih pemain
Dalam 24 pertandingan yang dilakoninya, ia hanya meraih 12 kemenangan, yang menunjukkan bahwa pemilihan pemain tidak optimal. -
Kehilangan posisi pelatih
Kinerja yang tidak memuaskan membuatnya mundur, dan kemudian digantikan oleh Gennaro Gattuso yang juga gagal memenuhi ekspektasi.
Contoh Pemain yang Layak Dipanggil
-
Tommaso Baldanzi
Pemain muda yang pernah bermain di Serie B, menunjukkan tekad kuat saat berlaga untuk Juventus. -
Pemain muda dari kasta bawah
Menurut pendapat Mancini, mereka perlu diberi kesempatan bermain di level nasional agar bisa berkembang.
Tindakan yang Dilakukan oleh Pelatih Sebelumnya
-
Roberto Mancini
Pernah memanggil pemain dari Serie B dan Serie C, serta pemain muda yang belum debut di Serie A. Tujuannya adalah untuk memberi ruang bagi pengembangan bakat muda Italia. -
Alasan Mancini
Ia mengeluhkan sedikitnya kesempatan yang diberikan kepada pemain muda di kasta teratas, sehingga mereka sering dipinjamkan ke kasta bawah.
Kesimpulan
Kesalahan Spalletti dalam memilih pemain adalah tidak memanggil pemain dari Serie B dan Serie C. Hal ini menunjukkan bahwa ia belum sepenuhnya memahami pentingnya memberi kesempatan kepada pemain muda dan dari kasta bawah. Dengan melihat contoh seperti Tommaso Baldanzi, terlihat bahwa pemain dari kasta bawah memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan oleh Timnas Italia.
