Dinamika Pergantian Kepemimpinan di Polri dan Kejaksaan Agung
Kabar pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Isu ini muncul di tengah berbagai dinamika yang melingkupi institusi penegak hukum, termasuk hubungan antara Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal tersebut mengemuka seiring perkembangan penanganan perkara yang melibatkan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.
Pengamat politik dan militer Selamat Ginting menilai bahwa pergeseran dinamika antar-lembaga penegak hukum sejatinya merupakan hal yang lumrah. Namun, ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak menimbulkan persepsi adanya rivalitas terbuka yang dapat berdampak pada kepercayaan publik. Menurutnya, kondisi tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi, termasuk mengenai kemungkinan pergantian pimpinan di tubuh Polri dan Kejaksaan Agung.
Ia mengaitkan munculnya wacana tersebut dengan masa jabatan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang sama-sama menjabat sejak era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Selain dinamika antar lembaga, kritik terhadap kepemimpinan Polri juga datang dari kelompok mahasiswa. Pada peringatan HUT ke-80 Polri, Rabu (1/7/2026), aliansi BEM UI menggelar aksi bertajuk #MatinyaReformasiPolri dan menyampaikan kritik terhadap kinerja serta kepemimpinan di tubuh Korps Bhayangkara. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai pergantian Kapolri.
Daftar Nama yang Disebut Masuk Bursa Calon Kapolri
Ada sejumlah jenderal bintang tiga atau Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) yang memiliki peluang untuk mengisi posisi Kapolri apabila terjadi pergantian. Berikut nama-nama yang banyak diperbincangkan:
-
Komjen Pol Dedi Prasetyo
Komjen Pol Dedi Prasetyo menjadi salah satu nama yang paling sering disebut dalam bursa calon Kapolri. Saat ini Dedi menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 dan memiliki pengalaman panjang di berbagai jabatan strategis Polri. Sebelum menjadi Wakapolri, Dedi pernah menduduki posisi penting seperti Kepala Divisi Humas Polri, Kapolda Kalimantan Tengah, hingga Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Dengan posisi sebagai orang nomor dua di tubuh Polri, nama Dedi Prasetyo dianggap menjadi salah satu kandidat kuat jika terjadi pergantian pucuk pimpinan kepolisian. -
Komjen Pol Wahyu Widada
Nama berikutnya adalah Komjen Pol Wahyu Widada. Saat ini Wahyu Widada menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Ia merupakan perwira tinggi yang memiliki pengalaman kuat di bidang reserse dan pernah menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Wahyu merupakan lulusan Akpol 1991 dan dikenal pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolda Gorontalo serta Kabaintelkam Polri. -
Komjen Pol Karyoto
Komjen Pol Karyoto juga masuk dalam daftar nama yang diperhitungkan. Saat ini Karyoto menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan memiliki latar belakang panjang di bidang reserse. Pengalamannya menangani berbagai kasus besar membuat namanya ikut masuk dalam bursa kandidat Kapolri. -
Komjen Pol Suyudi Ario Seto
Nama lain yang mencuat adalah Komjen Pol Suyudi Ario Seto. Suyudi saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia sebelumnya pernah menjabat Kapolda Banten dan memiliki pengalaman panjang di bidang penyidikan serta reserse. -
Irjen Pol Asep Edi Suheri
Selain para jenderal bintang tiga, nama Irjen Pol Asep Edi Suheri juga sempat muncul dalam sejumlah pemberitaan sebagai sosok yang dinilai berpotensi masuk radar calon Kapolri. Asep saat ini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan baru mendapatkan kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang dua. Namun peluangnya masih sangat bergantung pada kebutuhan organisasi dan keputusan Presiden.
Pergantian Kapolri Masih Menunggu Keputusan Presiden
Munculnya nama-nama tersebut belum berarti pergantian Kapolri akan segera dilakukan. Sampai saat ini belum ada surat resmi mengenai calon Kapolri baru yang diajukan Presiden kepada DPR RI. Jika pergantian benar dilakukan, Presiden Prabowo Subianto memiliki kewenangan penuh menentukan calon Kapolri yang kemudian akan mengikuti proses persetujuan DPR.
