Persebaya Surabaya Berjuang untuk Kemenangan di Kandang Persijap Jepara
Persebaya Surabaya akan menghadapi laga penting dalam kompetisi Super League 2025/2026. Laga pekan ke-22 ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2) malam WIB. Tim asuhan pelatih ini datang dengan tekad kuat untuk mencuri tiga poin dari kandang Persijap Jepara.
Pemain andalan Persebaya, Francisco Rivera, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi pertandingan ini. Meski beberapa pemain absen karena cedera, ia yakin seluruh pemain akan memberikan yang terbaik untuk meraih kemenangan.
“Kami tahu ada beberapa pemain yang absen karena cedera. Tapi semua pemain ingin membuktikan kesempatan ini dengan meraih tiga poin di Jepara,” ujarnya.
Persijap Jepara sendiri memiliki catatan yang cukup baik di kandang. Mereka hanya mampu meraih tiga kemenangan dari total 21 pertandingan musim ini. Namun, Rivera menilai bahwa statistik tidak selalu mencerminkan performa tim di lapangan.
“Persijap adalah tim yang sulit dikalahkan di kandang. Kami tahu mereka ada di papan bawah. Meski begitu, kami akan bekerja keras untuk meraih tiga poin,” tambah Rivera.
Kepercayaan diri Persebaya juga didukung oleh hasil pertemuan pertama musim ini. Saat bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Green Force menang telak 4-0 dan tampil dominan sejak menit awal. Rivera ikut mencatatkan namanya di papan skor dalam laga tersebut.
Namun, ia menyadari bahwa laga tandang selalu penuh tekanan. “Jadi, kami harus pergi ke sana dan meraih kemenangan. Tapi kami menghormati setiap tim dan kami menginginkan tiga poin,” katanya.
Tekad serupa juga diungkapkan oleh bek tangguh Persebaya, Leo Lelis. Ia masih menyimpan rasa perih setelah kekalahan di kandang sendiri pada pekan sebelumnya. Hasil minor itu datang saat Green Force menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persebaya Surabaya harus menyerah 1-2 setelah kebobolan dua gol di babak pertama. Kekalahan tersebut memutus rangkaian 13 pertandingan tak terkalahkan yang sebelumnya dibanggakan.
Ironisnya, rekor impresif itu runtuh di depan Bonek dan Bonita yang memadati stadion. Situasi tersebut membuat ruang ganti dipenuhi emosi dan tekad untuk segera bangkit.
Leo tak menutup rasa kecewa yang dirasakan seluruh pemain. Namun dia memilih fokus pada perbaikan diri dan kerja kolektif sebagai respons terbaik.
“Ya, saya mencoba lebih fokus pada apa yang bisa saya tingkatkan dari diri saya sendiri. Ketika kami berlatih, saya mencoba memotivasi para pemain dan bekerja sama agar kami bisa berkembang lagi sebagai sebuah tim,” ujar Leo.
Bek berusia 32 tahun itu menyebut kekalahan selalu menyisakan rasa tidak nyaman. Namun menurut dia, situasi tersebut harus dijawab dengan kerja keras dan kemenangan di laga berikutnya.
“Kekalahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Jadi kami menantikan pertandingan berikutnya agar kami dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin,” ucap Leo.
Kesempatan membalikkan keadaan hadir saat Persebaya Surabaya bertandang ke Jepara. Duel di Stadion Gelora Bumi Kartini diprediksi berjalan ketat karena tuan rumah dikenal tangguh saat bermain di hadapan suporternya.
Leo memastikan seluruh pemain telah mengubah rasa kecewa menjadi bahan bakar motivasi. Intensitas latihan meningkat dan komunikasi tim diperkuat demi tampil lebih solid.
“Kami bekerja sangat keras karena jawaban terbaik untuk kekalahan adalah dengan bekerja keras, dan terus bekerja dengan lebih keras,” terang Leo.
“Jadi kami mempersiapkan diri dengan sangat serius dan sebaik mungkin untuk pertandingan berikutnya,” imbuh dia.
Janji Leo Lelis dan Francisco Rivera ke Bonek kini menjadi energi tambahan bagi skuad Green Force. Persebaya Surabaya datang bukan sekadar bermain, melainkan membawa misi tegas untuk mencuri tiga poin di kandang Persijap Jepara dan mengembalikan senyum pendukung setianya.
