Jebakan Alami di Flyover Pesing Jakbar, Lima Mobil Menepi Pecah Ban Berurutan
Beberapa kendaraan yang melintasi flyover Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, mengalami kejadian tidak terduga. Sebanyak lima mobil mengalami pecah ban secara berurutan saat melintas di jalan layang tersebut. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan perhatian dari masyarakat sekitar.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @warga.jakbar, terlihat beberapa mobil berhenti di sisi Jalan Daan Mogot. Dari rekaman tersebut, terlihat bahwa lima mobil berjajar tepat di depan jembatan penyeberangan orang (JPO) Rumah Pompa. Mereka diduga mengalami kerusakan ban setelah melintasi flyover Pesing.
Selain itu, muncul dugaan adanya ranjau paku yang turut menjadi penyebab insiden tersebut. KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, membenarkan adanya kerusakan jalan di flyover Pesing. Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan tersebut telah dicek langsung oleh personel Satlantas Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat pagi.
Informasi terkait kerusakan jalan juga telah diteruskan kepada Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat untuk segera dilakukan perbaikan. Hal ini menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Foreman Nissan Bintaro, Ibrohim, menjelaskan dampak dari mobil menghantam lubang jalan bisa sangat beragam. Ia menyatakan bahwa kerusakan bergantung pada kecepatan kendaraan, ukuran lubang, serta usia komponen mobil. Jika lubangnya besar dan dalam, bisa merobek ban saat mobil melaju kencang. Untuk kendaraan berat seperti truk, bahkan bisa mematahkan gardan.
Ibrohim juga menjelaskan bahwa peredam kejut bisa lebih cepat rusak atau bocor. Kerja peredam kejut yang terlalu ekstrem dapat membuat oli di dalamnya mudah bocor, sehingga performa suspensi menurun. Peredam kejut jadi tidak mampu meredam guncangan dengan baik jika seal di dalamnya sobek atau oli keluar. Akibatnya, mobil jadi tidak nyaman dikendarai.
Tidak hanya itu, Ibrohim menyebut masih banyak komponen kaki-kaki lain yang berisiko rusak akibat sering menghantam lubang. Con rod yang menyambungkan stabilizer ke peredam kejut bisa cepat oblak, bushing arm mudah sobek, bearing roda juga bisa cepat rusak. Semakin besar lubang dan semakin tinggi kecepatan, potensi kerusakan makin parah.
Lubang-lubang kecil di jalan pun tidak bisa dianggap sepele. Menurut Ibrohim, kondisi tersebut dapat mengubah sudut roda dan mempercepat kebutuhan spooring. Mobil jadi lebih cepat butuh spooring ulang karena sudut roda berubah. Dalam jangka panjang, kerusakan lain juga bisa muncul karena suspensi bekerja ekstra.
Karena itu, Ibrohim mengingatkan pengendara untuk selalu mengurangi kecepatan saat melintasi jalan rusak guna meminimalkan risiko kerusakan kendaraan. Tindakan ini sangat penting untuk menjaga keselamatan dan keandalan kendaraan.
