Kadek Raditya Berpamitan dari Persebaya Surabaya
Kadek Raditya, bek tengah andalan Persebaya Surabaya, resmi mengakhiri sementara perjalanannya bersama klub. Ia menyampaikan perpisahan melalui akun media sosial pribadinya, setelah dipastikan bergabung dengan Persis Solo pada putaran kedua Super League 2025/2026.
Pesan perpisahan ini disampaikan dengan penuh rasa terima kasih kepada seluruh elemen Persebaya Surabaya, termasuk Presiden klub Azrul Ananda. Ia menulis:
“Terima kasih keluarga besar @officialpersebaya atas perjalanan bersama selama dua setengah tahun yang terasa singkat dan sangat menyenangkan.”
Pernyataan tersebut menjadi awal dari pesan emosional sang pemain yang meninggalkan Surabaya dengan penuh rasa hormat. Kadek juga menyebut satu per satu pihak yang telah mendukungnya selama di Persebaya Surabaya.
“Terima kasih kepada Pak Azrul Ananda, Manajemen, Staff Pelatih, Official, dan Teman2 Pemain yang sangat ramah dan baik selalu membantu selama saya di Persebaya,” tulisnya.
Ucapan terima kasih ditutup dengan apresiasi untuk Bonek, pendukung setia Persebaya. Ia menulis:
“Dan terakhir Terima kasih kepada Supporter Persebaya yang selalu memberi dukungan dan saran kepada saya.”
Transfer ke Persis Solo
Perpisahan ini terjadi setelah Persis Solo resmi memperkenalkan Kadek Raditya sebagai rekrutan anyar. Pemain berusia 26 tahun tersebut didatangkan dengan status pinjaman dari Persebaya Surabaya.
Pengumuman transfer dilakukan oleh Persis Solo pada Rabu, 21 Januari 2026 melalui akun Instagram resmi klub. Dalam unggahannya, Persis menyebut Kadek Raditya sebagai jaminan aman untuk lini belakang Laskar Sambernyawa.
“Bergabung untuk memberi jaminan aman di sektor pertahanan. Selamat datang di Sukarta, Kadek Raditya!”
Kehadirannya diharapkan mampu membantu Persis Solo bertahan di Super League musim ini. Langkah cepat klub dalam mendatangkan Kadek Raditya tak lepas dari kebutuhan memperkuat pertahanan. Klub asal Jawa Tengah itu tengah merombak komposisi tim demi menghadapi putaran kedua kompetisi.
Sebelum Kadek Raditya, Persis Solo sudah lebih dulu memperkenalkan Alfriyanto Nico yang dipinjam dari Persija Jakarta. Setelah itu, dua pemain asal Serbia, Vukasin Vranes dan Dusan Mijic, turut merapat ke Sukarta.
Karier Kadek Raditya
Kadek Raditya lahir di Denpasar, Bali, pada 13 Juni 1999. Karier sepak bolanya dimulai dari SKO Ragunan sejak 2014. Ia sempat menjalani masa peminjaman bersama Persab Youth sebelum namanya mulai dikenal luas.
Performa konsisten membuat Kadek mendapat panggilan Timnas Indonesia U19 pada 2017. Ia tampil pada ajang AFC U19 Championship dan mencatatkan 74 menit bermain di babak perempat final. Label timnas muda itu kemudian mengantarkannya ke Persiba Balikpapan pada musim 2017/2018.
Setelah pengalaman bersama Beruang Madu, Kadek melanjutkan karier ke Madura United pada 2019. Bersama Laskar Karapan Sapi, ia tampil dalam 39 pertandingan dengan catatan satu gol. Total 2.790 menit bermain bersama Madura United menjadi modal penting dalam karier profesionalnya.
Performa tersebut menarik minat Persebaya Surabaya untuk merekrutnya. Pada Juli 2023, Kadek Raditya resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya lewat skema bebas transfer. Bersama Green Force, perannya di lini belakang cukup konsisten.
Kadek mencatatkan 58 penampilan bersama Persebaya Surabaya dengan torehan satu gol. Total menit bermainnya mencapai 4.444 menit di berbagai ajang. Selama berseragam Persebaya Surabaya, nilai pasar Kadek Raditya sempat menyentuh angka tertinggi sepanjang kariernya. Saat itu, nilai pasarnya mencapai Rp 3,48 miliar.
Saat ini, nilai pasar Kadek berada di angka Rp 2,61 miliar. Meski demikian, pengalamannya di level atas Liga Indonesia tetap menjadi aset penting bagi Persis Solo.
Di kompetisi Super League, Kadek telah mengoleksi 92 pertandingan sepanjang kariernya. Ia mencetak dua gol dan mencatatkan 6.829 menit bermain. Pengalamannya juga meliputi ajang Piala Presiden dan Piala Menpora. Meski minim gol, kontribusinya sebagai bek tengah dinilai solid dan disiplin.
Kini, Kadek Raditya membuka lembaran baru bersama Persis Solo tanpa melupakan Persebaya Surabaya. Pesan perpisahannya kepada Bonek dan Azrul Ananda menegaskan hubungan emosional yang tetap terjaga meski jalur kariernya sementara berbelok.
